Rabu, 10 Juni 2020

Resume Pendidikan Pancasila


Nama : Intan Fatwa Kharismatunnisa
NPM : 193501516039
Kelas : 3.402 (R.04)
Absen : 45
Dosen : Dr. Zulmasyhur, M.Si Dkk
Mata Kuliah : Pendidikan Pancasila
Tugas : Resume BAB 3
Bagian Ketiga
Pancasila Sebagai Pandangan Hidup Bangsa
1.      Makna Pandangan Hidup Bangsa
            Suatu makna yang tersirat dalam Pancasila sebagai pegangan hidup, pendoman hidup, petunjuk hidup maupun jalan hidup (way of life). Sebagai pandangan hidup bangsa, Pancasila berfungsi sebagai pendoman atau petunjuk kehidupan sehari-hari. Ini berarti, Pancasila sebagai pandangan hidup mempunyai petunjuk arah semua kegiatan atau aktivitas kehidupan.
            Pancasila sebagai pandangan hidup merupakan kristalisasi nilai yang hidup di masyarakat Indonesia yang harus selalu dijunjung tinggi karena pandangan hidup Pancasila berakar pada budaya dan pandangan hidup masyarakat Indonesia. Pandangan hidup dirintis sejak zaman Sriwijaya hingga Sumpah Peduda 1928, kemudian diangkat dan dirumuskan oleh pendiri negara ini (founding fathers) serta kesepakan dasar negara Republik Indonesia. Maka daripada itu Pancasila mempunyai makna pandangan hidup sekaligus sebagai ideologi bangsa.
            Pandangan hidup yang dimiliki bangsa Indonesia bersumber pada akar budaya dan nilai-nilai religius sebagai keyakinan bangsa Indonesia. Dalam pancasila juga terkandung makna bahwa setiap orang berhak mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Oleh karena itu, Pancasila digunakan untuk mempersatukan kehidupan bangsa yang tidak boleh mematikan Bhinneka Tunggal Ika.
            Manfaat Pancasila dijadikan sebagai pandangan hidup bangsa
1.      Mengatasi berbagai konflik atau ketegangan sosial
2.      Menjadi sumber motivasi
3.      Menjadi sumber semangat dalam mendorong individu atau kelompok

2.      Perlunya Pandangan Hidup bagi Suatu Bangsa
Dasar-dasar memahami Pancasila
a.       Bisa dijadikan petunjuk untuk menyelesaikan berbagai persoalan atau permasalahan yang terjadi di masyarakat.
b.      Bangsa Indonesia mempunyai petunjuk atau cara untuk menyelesaikan persolalan budaya, sosial, ekonomi dan politik.
c.       Bangsa Indonesia bisa membangun dirinya sesuai dengan kepribadian yang berkarakter atau ciri khas dari bangsa Indonesia. Konsep dasar dari cita-cita bangsa Indonesia sudah terkandung di dalamnya, diantaranya adalah keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.
d.      Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang besar dan luas memiliki ratusan adat istiadat, mempunyai ragam bahasa dan kebudayaan. Nah dengan adanya Pancasila kita bersatu.
Klasifikasi Pandangan Hidup
a)      Pandangan hidup yang berasal dari agama atau pandangan hidup yang mutlak keberannya.
b)      Pandangan hidup yang berupa ideologinyang disesuaikan dengan kebudayaan atau norma.
c)      Pandangan hidup hasil renungan yang relatuve kebenarannya.
Pandangan hidup menurut para ahli
a.       Menurut Macchiavelli, pandangan hidup adalah sistem perlindungan kekuasaan yang dimiliki oleh penguasadi suatu wilayah.
b.      Menurut Thomas Hobes pandangan hidup adalah segala cara untuk melindungi kekuasaan pemerintah agar dapat bertahan mengatur rakyatnya.
c.       Menurut Karl Marx pandangan hidup adalah suatu media untuk mencapai kesejahteraan dan kesetaraan bersama dalam masyarakat.

3.      Suber Pandangan Hidup Bangsa Indonesia
            Fungsinya adalah sebgai pegangan atau acuan bagi masyarakat dalam bersikap dan bertingkah laku, hal ini berkaitan dengan sistem norma.
Pancasila sebagai pandagan hidup bangsa Indonesia didasari oleh tiga elemen kesepakatan (consensus), yaitu :
a.       Kesepakatan tujuan dan cita-cita bersama.
b.      Kesepakatan tentang the rule of same philosophy of government.
c.       Kesepakatan tentang bentuk institusi-institusi dan prosedur ketatanegaraan (the form of institutions and procedure)

“Pancasila sebelum terbentuknya negara dan bangsa Indonesia pada dasarnya terdapat secarasporadis dan fragmentaris dalam kebudayaan bangsa dan tersebar di seluruh pulau nusantara baik pada abad ke dua puluh maupun sebelumnya, dimana masyarakat Indonesia telah mendapatkan kesematan untuk berkomunikasi dan berakulturasi dengan kebudayaan lain”.-Soeryatno

4.      Terbentuknya Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa Indonesia
Secara kultural dasar-dasar pemikiran tentang Pancasila dan nilai-nilai Pancasila berakar pada nilai-nilai kebudayaan dan nilai-nilai religius yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Indonesia sendiri sebelum mendirikan negara, hal ini diperkuat oleh pernyataan Soeryanto, “Pancasila sebelum terbentuknya negara dan bangsa Indonesia pada dasarnya terdapat secara sporadis dan fragmentaris dalam kebudayaan bangsa dan tersebar di seluruh kepulauan nusantara baik ke abad kedua puluh atau sebelumnya, dimana masyarakat Indonesia telah mendapatkan kesempatan untuk berkomunikasi dan berakulturasi dengan kebudayaan lain”.
            Lalu oleh para pendiri bangsa dikembangan secara yuridis disahkan sebagai suatu dasar negara, da secara verbal tercantum dalam pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945. Setiap kebenarannya yang digagas manusia bersifat sangan relatif termasuk Pancasila yang melanda NKRI, dia bukan agama, kebenaran mutlak berada di tangan Tuhan sebagai the ultimate reality.
            Terbentuknya Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa merupakan proses dari :
1.      Pandangan hidup masyarakat, pandangan hidup bangsa, menjadi idologi bangsa.
2.      Pandangan hidup masyarakat dan pandangan hidup bangsa yang bersifat timbal balik.
3.      Perumusan pandangan hidup bermasyarakat yang dituangkan dan dilembangkan menjadi pandangan hidup bangsa dan negara tanpa harus bersifat timbal balik
4.      Pandangan hidup masyarakat yang dituangkan dan dilembagakan menjadi pandangan hidup bangsa dan negara secara timbal balik.
5.      Makhluk individu yang menjadi makhluk sosial sesuai kodratnya yang disalurkan melalui lembaga-lembaga masyarakat.

Template Rundown Acara


                                                AGENDA ACARA PPAB
NO
WAKTU
KEGIATAN
1
14:00 s/d 15:00 WIB
          -      Berangkat
          -       Pembagian Kamar
2
17:00 WIB
-          Makan
-          Brifing Panitia
-          Istirahat
3
19:30 WIB
Maksimal 5 menit
-          Pembukaan MC
-          Pembacaan Doa
-          Menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars GmnI
-          Pembacaan Teks Pancasila
-          Sambutan dan Laporan Ketua Pelaksana
-          Sambutan DPK GmnI UNAS
-          Sambutan DPC GmnI Jakarta Selatan sekaligus membuka PPAB
4
20:30 s/d 00:00 WIB
-          Manajemen Sidang
5
00:15  WIB
-          Pengumpulan Handphone Peserta
6
06:00 s/d 08:00 WIB
-          Olahraga
-          Games
7
09:00 WIB
-          Mandi
-          Makan



NO
WAKTU
KEGIATAN
8
09:00 s/d 12:00 WIB
-          Pengantar Organisasi
-          Coffee Break dan Yel-Yel
-          Istirahat, Sholat, dan Makan
9
13:00 s/d 15:30 WIB
-          Marhaenisme dan Pancasila 1 Juni
-          Makan
10
16:00 WIB
-          Materi Nasionalisme

11
18:00 WIB
-          Makan
-          Istirahat, Sholat, dan Makan
12
19:00 s/d 21:00 WIB
-          Materi Kesarinahan
13
21:00 s/d 23:00 WIB
-      Sharing Session Alumni
14
01:00 s/d selesai
Evalusasi materi
15
08:00 WIB
Istirahat
16
08:30 WIB
Makan









NO
WAKTU
KEGIATAN
17
09:00 s/d 10:30 WIB
Games
-          Balap Karung (3)
-          Joget Balon (6)
-          Gundu (7)
-          Gebuk Bantal

18
10:30 s/d 12:00 WIB
Manajemen dan Simulasi aksi
19
12:00 WIB
Mandi
20
12:30 s/d 14:00 WIB
-          Pentas Seni
-          Coffee Break
21
14:00 s/d 15:00 WIB
-          Minggu Bersih
-          Sholat Ashar
22
15:30 s/d 16:30 WIB
-          Pengukuhan sekaligus penutupan
-          Pembacaan Doa
-          Menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars GmnI
-          Sambutan DPK GmnI UNAS
-          Sambutan DPC Jakarta Selatan dan Penutupan Acara
-          Pulang


Etnis Tionghoa Pasca Orde Baru dan Politik Identitasnya

Etnis Tionghoa Pasca Orde Baru dan Politik Identitasnya             Etnisitas adalah sekelompok manusia yang memiliki kesamaan latar b...