Rabu, 08 Maret 2023

Azas-Azas Manajemen

 

BAB XI

FAKTOR INDIVIDU DALAM ORGANISASI

 

            Dalam faktor individu di dalam organisasi kita memiliki kontribusi dan kompensasi, kontribusi adalah apa yang kita dapat berikan untuk organisasi atau perusahaan, sedangkan kompensasi adalah apa yang diberikan organisasi atau perusahaan kepada kita. Ini adalah salah satu bentuk satu kesatuan yang saling berhubungan satu saa lain atau simbiosis mutualisme dan dalam Kontribusi  dari Individu bagi organisasi dibagi 6 kelompok yaitu : usaha, kemampuan, keahlian, loyalitas, waktu, dan kompetensi. Sama halnya dengan kompensasi dari organisasi bagi individu juga terbagi 6 kelompok yaitu : upah, kepastian dan keamanan kerja, benefit, peluang karir, status, dan peluang promosi.

 

                        Ada juga 3 hal faktor yang terkait dengan individu dalam organisasi

 

1.      Kontrak Psikologis (Psychological Contract)

suatu kesepakatan tidak tertulis yang muncul ketika seseorang bergabung dengan sebuah organisasi atau ketika tenaga kerja bergabung dalam sebuah perusahaan.

 

2.      Kesesuaian Tenaga Kerja yang dibutuhkan Perusahaan (Personal Job Fit)

3.      Keragaman Individu dalam Organisasi (Individual Differences in Organization)

 

Faktor Individu dan Kepribadian

 

1.      Openness to Experience (Terbuka terhadap Hal-hal baru)

Karakteristik positif pada Individu yang memiliki dimensi ini cenderung lebih kreatif, Imajinatif, Intelektual, penasaran dan berpikiran luas. Sifat kebalikan dari “Openness to Experience” ini adalah individu yang cenderung konvensional dan nyaman terhadap hal-hal yang telah ada serta akan menimbulkan kegelisahan jika diberikan tugas-tugas baru.

2.      Conscientiousness (Sifat Berhati-hati)

Kepribadian Conscientiousness ini cenderung lebih berhati-hati dalam melakukan suatu tindakan ataupun penuh pertimbangan dalam mengambil sebuah keputusan, mereka juga memiliki disiplin diri yang tinggi dan dapat dipercaya. Karakteristik Positif pada dimensi  adalah dapat diandalkan, bertanggung jawab, tekun dan berorientasi pada pencapain. Sifat kebalikan dari Conscientiousness adalah individu yang cendurung kurang bertanggung jawab, terburu-buru, tidak teratur dan kurang dapat diandalkan dalam melakukan suatu pekerjaan.  

3. Extraversion (Ekstraversi)

Dimensi Kepribadian Extraversion ini berkaitan dengan tingkat kenyamanan seseorang dalam berinteraksi dengan orang lain. Karakteristik Positif Individu Extraversion adalah  senang bergaul, mudah bersosialisasi, hidup berkelompok dan tegas. Sebaliknya, Individu yang Introversion (Kebalikan dari Extraversion) adalah mereka yang pemalu, suka menyendiri, penakut dan pendiam.

4. Agreeableness (Mudah Akur atau Mudah Bersepakat)

Individu yang berdimensi Agreableness ini cenderung lebih patuh dengan individu lainnya dan memiliki kepribadian yang ingin menghindari konfilk. Karakteristik Positifnya adalah kooperatif (dapat bekerjasama), penuh kepercayaan, bersifat baik, hangat dan berhati lembut serta suka membantu. Karakteristik kebalikan dari sifat “Agreeableness” adalah mereka yang tidak mudah bersepakat dengan individu lain karena suka menentang, bersifat dingin dan tidak ramah.

4.      Neuroticism (Neurotisme)

Neuroticism adalah dimensi kepribadian yang menilai kemampuan seseorang dalam menahan tekanan atau stress. Karakteristik Positif dari Neuroticism disebut dengan Emotional Stability (Stabilitas Emosional), Individu dengan Emosional yang stabil cenderang Tenang saat menghadapi masalah, percaya diri, memiliki pendirian yang teguh. Sedangkan karakteristik kepribadian Neuroticism (karakteristik Negatif) adalah mudah gugup, depresi, tidak percaya diri dan mudah berubah pikiran.

 

 

 

 

Beberapa Perilaku lain dari Individu

 

Ø  Locus of control

keyakinan seseorang tentang faktor yang mempengaruhi keberhasilannya

LOC Internal dan LOC Eksternal

 

Ø  Self-eficacy

keyakinan seseorang bahwa dia mampu bisa dengan baik melakukan apapun

 

Ø  Authoritarianism

 

Ø  Machiavellianism

Manuver politik dalam organisasi

Seseorang manipulator atau orang yang menyalahgunakan kekuasaan

Ø  self-esteem

Ø  risk propensity

 

Perilaku Individu dan Sikap Berorganisasi

Ø  3 Komponen dari Sikap (Griffin)

 

Komponen Afektif

Komponen kognitif

Komponen Intensi

 

Perilaku Individu dan Sikap Berorganisasi

Ø  Persepsi Selektif

v  Proses penyeleksian informasi mengenai sesuatu dimana sesuatu tersebut mengalami berbagai kontradiksi dan ketidaksesuaian dari persepsi awal yang kita yakini

Ø  Stereotip

v  Proses pelabelan terhadap seseorang berdasarkan suatu kejadian tertentu yang dialami atau dilakukan oleh seseorang tersebut

 

Beberapa Isu seputar Perilaku Individu

Perilaku Individu dan Stress :

 

®  Faktor-faktor Penyebab Stress

®  Tuntutan pekerjaan (task demands)

®  Tuntutan fisik (physical demands)

®  Tuntutan peran atau fungsi (role demands)

®  Tuntutan interpersonal (interpersonal demands)

®  Faktor ekonomi

 

Cara menangani stress dalam perilaku individu

1)      Olahraga yang teratur

2)      Relaksasi

3)      Manajemen waktu

4)      Merubah suasana atau lingkungan pekerjaan

5)      Support keluarga atau group

6)      Holiday

7)      Tidur yang cukup

 

Kreativitas Individu dalam Organisasi

 

Faktor Pendorong Kreativitas Individu :

v  Pengalaman individu dengan kreatifitas

v  Perlakuan terhadap individu

v  Kemampuan kognitif dari individu

Tahapan Membangun Kreativitas

v  Tahap persiapan (preparation)

v  Tahap inkubasi (incubation)

v  Tahap penemuan ide atau gagasan (insight)

v  Tahap pengujian (verification).


Manajemen adalah seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi Mary Parker Follet ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi.

 

v        Sejarah ilmu manajemen bisa kita ketahui sekarang dengan Piramida di Mesir, Bangunan Ka’bah di Makkah, Tembok Cina di Cina.

v        Peninggalan fisik tersebut menggambarkan adanya aktifitas yang teratur dan bertahap di masa lalu yang saat ini dinamakan manajemen.

 

Terdapat juga beberapa tokoh klasik manajemen, antara lain :

 

Robert Owen (1771-1858)

Robert Owen adalah pemikir utama sosialisme utopis, dia adalah seorang pelaku bisnis sukses yang menyumbangkan banyak laba dari bisnisnya demi peningkatan hidup karyawannya. Dia dianggap sebagai "Bapak" gerakan koperasi.

Charles Babbage (1792-1871)

adalah seorang matematikawan asal Inggris yang pertama kali mengemukakan gagasan tentang komputer yang dapat diprogram.

Menurutnya : pentingnya Efisiensi dalam kegiatan Produksi, khususnya dalam penggunaan fasilitas dan material produksi.

 

Terdapat juga teori-teori manajemen, antara lain :

 

Perspektif Manajemen Klasik

Pada tahun 1800-an, teori manajemen klasik muncul dan berkembang dengan cepat seiring dengan industri di inggris.

v        Asumsi dan perspektif manajemen klasik adalah bahwa setiap manusia berfikir secara logis, rasional, dan kerja merupakan sesuatu yang mereka harapkan. (fattah :2000:22)

 

v        Perspektif Manajemen Perilaku

 

Studi Howthorne, Teori Relasi Manusia, dan Teori Perilaku Kontemporer. Studi Hownthorne (Elton Mayo), teori yang menjelaskan mengenai pekerja akan lebih produktif jika merasa diperhatikan. Teori Relasi Manusia, yang membahas mengenai Hirarki Kebutuhan. Teori yang terakhir dibahas dalam perspektif manajemen perilaku adalah teori perilaku kontemporer, yang mengupas mengenai perhatian pada perilaku pekerjaan yang disebabkan oleh faktor psikologis, sosiologis, antropologis, dan lain sebagainya.

v  Studi Howthorne

v  Teori Relasi Manusia

v  Teori Perilaku Kontemporer

v        Perspektif Manajemen Kuantitatif

 

v  Kelompok Manajemen Sains

v  Kelompok Manajemen Operasi

 

v        Kelompok Manajemen Ilmiah atau Saintifik

v  Frederich W Taylor (1856-1915)

 

Empat Prinsip dasar Manajemen Ilmiah

v        Perkembangan manajemen ilmiah yang sebenarnya, sehingga misalnya metoda yang terbaik untuk melakukan setiap pekerjaan dapat ditentukan.

v        Pemilihan yang ilmiah terhadap pekerja, sehingga setiap pekerja dapat diberi tanggungjawab atas tugas yang paling cocok baginya.

v        Pendidikan dan pengembangan ilmiah untuk para pekerja.

v        Kerjasama yang erat dan bersahabat di antara manajemen dan pekerja.

v  Frank Gilberth (1868-1924) dan Lilian Gilberth (1878-1972)

®  Efisiensi dalam Produksi, Psikologi Industri, dan Manajemen SDM

v  Henry L Gant (1861-1919)

®  Empat Gagasan Peningkatan Manajemen,Gantt Chart,

v  Harrington Emerson (1853-1931)

®  14 Prinsip Efisiensi

Pembagian kerja

Keseimbangan Wewenang dan Tanggung Jawab

Disiplin

Kesatuan komando

Kesatuan arah

Mengutamakan Kepentingan Organisasi diatas kepentingan Individu

Kompensasi yang adil

Sentralisasi

Rantai skalar

Tata tertib

Keadilan

Stabilitasi kondisi karyawan

Inisiatif

Semangat kesatuan

v        Perspektif Manajemen Administrasi

v  Henry Fayol (1841-1925)

®  14 Prinsip Fayol dalam Manajemen

v  Lyndall Urwick (1891-1983)

®  Panduan Manajemen (Managerial Guidelines)

v  Max Weber (1864-1920)

®  Birokrasi dalam Organisasi

 

                                                            4 prinsip Taylor

 

1.      menghilangkan sistem coba-coba dan menerapkan metode-metode ilmu pengetahuan di setiap unsur-unsur kegiatan

2.      memilih pekerjaan terbaik untuk setiap tugas tertentu, selanjutnya memberikan latihan dan pendidikan kepada pekerja.

3.      setiap petugas harus menerapkan hasil-hasil ilmu pengetahuan di dalam menjalankan tugasnya.

4.      Harus dijalin kerja sama yang baik antara pimpinan dengan pekerja.
Hal yang menarik dari pendapat Taylor salah satunya adalah mengenai posisi manajer.

 

 

Empat Gagasan Gantt dalam Manajemen

v        Kerjasama yang saling menguntungkan antara tenaga kerja dan pimpinan

v        Seleksi ilmiah tenaga kerja atau karyawan

v        Sistem insentif  untuk merangsang produktifitas karyawan dan organisasi

v        Penggunaan instruksi-instruksi kerja yang terperinci.

 

12 Prinsip Efisiensi Emerson

v        Tujuan-tujuan dirumuskan dengan jelas

v        Kegiatan yang dilakukan harus masuk akal dan realistis

v        Adanya staff yang memiliki kualifikasi yang tepat

v        Adanya kedisiplinan

v        Diberlakukannya pemberian kompensasi yang adil

v        Perlu adanya laporan dari setiap kegiatan secara tepat, akurat, dan terpercaya, sehingga diperlukan semacam sistem informasi atau akuntansi.

v        Adanya kejelasan dalam pemberian perintah, perencanaan dan pembagian kerja.

v        Adanya penetapan standar dari setiap pekerjaan, baik dari segi kualitas kerja maupun waktu pengerjaan.

v        Kondisi pekerjaan perlu distandardisasi.

v        Kegiatan operasional harus juga distandardisasikan.

v        Instruksi-instruksi praktis tertulis harus dibuat secara standar.

v        Sebagai kompensasi atas efisiensi, perlu dibuat rencana pemberian insentif.

 

 

 

Perspektif Manajemen Perilaku

 

Menekan kita pada perilaku dan kibiasan individu manusia dalam sebuah organisasi dan pentingnya pula manajemen melakukan perubahan perilaku dan kebiasaan manusia yang ada dalam organisasi agar organisasi berjalan dengan baik.

 

Hugo Munstberg (1863-1926)

 

menyatakan bahwa para para psikoligi yang memberikan kontribusi yang sangat berharga dalam sebuah kegiatan bisnis dalam hal seleksi pekerja dan upaya-upaya yang dapat memotivasi kerja yang sangat diperlukan agar perilaku an kebiasaan para pekerja yang berbeda-beda dalam pelaksanaannya dapat diperhatikan namun sekaligus dapat diarahkan kepada pencapaian tujuan organisasi.

 

Mary Parker Follet

tugas manajemen tidak hanya melakukan kegiatan sistematis dalam rangka pencapaian tujuan, tetapi merupakan juga seni dalam memahami perilaku orang lain sehingga dapat diarahkan kepada pencapaian tujuan.

 

    Perspektik Manajemen Kuantitatif

            Diantara dua perspektif yang muncul dalam kelompok manajemen kuantitatif ini adalah perspektif manajemen sains dan manajemen operasi.

 

·      Perspektif manajemen sains

      pespektif ini mencoba menjelaskan realitas dalam kegiatan manajemen organisasi melalui model.

·         Perspektif manajemen operasi

Manajemen operasi membantu manajemen agar dapat melakukan kegiatan produksi secara lebih efisien dan efektif.

 

 

    Teori Manajemen Kontemporer

Kesimpulannya semuanya telah memberikan kontribusi berharga bagi perkembangan dunia manajemen, terutama aplikasinya dalam organisasi. Dan ketiga kelompok pemikiran tersebut tidak sepenuhnya kontradiksi satu sama lain, namun pada dasarnuya justru dengan kelebihan dan kekurangan serta keterbatasannya dapat saling melengkapi satu sama lain.


Analisis tentang “Pancasila sebagai kepribadian Bangsa Indonesia”


a.       Analisis tentang “Pancasila sebagai kepribadian Bangsa Indonesia”

            : yang dimaksud dengan kepribadian Indonesia ialah keseluruhan ciri-ciri khas bangsa Indonesia, yang membedakan bangsa Indonesia dengan bangsa-bangsa lainnya. Keseluruhan ciri-ciri khas bangsa Indonesia adalah pencerminan dari garis pertumbuhan dan perkembangan bangsa Indonesia. Pancasila sebagai kepribadian bangsa erat kaitanya dengan kehidupan sehari-hari masyarakat yang di kenal dengan keramahaan, kesopananya, kemajemukan, suku budayanya yang merupakan manifiestasi dalam pandangan hidup bangsa.Bahkan sejak sebelum berdirinya bangsa Indonesia, nilai-nilai yang terkandung di dalam pancasila sudah melekat di dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

b.      Analisis tentang “Pancasila sebagai Sumber dari segala Sumber Hukum”

            : sumber hukum itu disebut source of law. Dasar hukum atau landasan hukum adalah legal basisnatau legal groud, yaitu norma hukum yang mendasari suatu tindakan atau perbuatan hukum tertentu sehingga dapat dianggap sah atau dapat dibenarkan secara hukum. Memorandum DPR-GR disahkan pula oleh MPRS melalui Ketetapan MPRS No. XX/MPRS/1966 (jo Ketetapan MPR No. V/MPR/1973 dan Ketetapan No. IX/MPR/1978) bahwa Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum Indonesia yang hakikatnya adalah sebuah pandangan hidup.

c.       Apa yang saudara pahami tentang filosofis Pancasila

            : Pancasila mempunyai fungsi yang sangat fundamental dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, dan juga memiliki fungsi sebagai alat pemersatu bangsa, sekaligus merupakan pandangan hidup bagi bangsa Indonesia yang dijadikan pegangan, pendoman, dan arahan. Pancasila menjadi Dasar Negara Republik Indonesia yang tercantum pada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

d.      Kemukakan Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara

            : Peranan Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara memiliki pengaruh yang sangat besar dalam tatanan bangsa dan negara. Saat ini banyak sekali warga Indonesia belum benar-benar memahami pentingnya pancasila sebagai kepribadian bangsa Indonesia. Di karenakan mayoritas warga Indonesia telah melupakan sedikit demi sedikit bahkan hilangnya nilai-nilai pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebagai contoh telah banyak terjadi kasus kekerasan serta kejahatan yang tidak sesuai dengan peri kemanusiaan yang tidak mencerminkan nilai-nilai pancasila. Sebagai warga negara Indonesia tentunya kita perlu membina dan memupuk kepribadian kita sehingga bangkitlah kembali pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.


PEMIKIRAN POLITK SOEKARNO TERKAIT DENGAN MARHAENISME

 

PEMIKIRAN POLITK SOEKARNO TERKAIT DENGAN MARHAENISME

2021/2022

KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang sudah melimpahkan rahmat, taufik, dan hidayah- Nya sehingga saya bisa menyusun tugas Pemikiran Politik Indonesia ini dengan baik. Tugas ini saya buat untuk memenuhi tugas kedua dalam mata kuliah Pemikiran Politik Indonesia yang diampu oleh Bapak Safrial Rambe, karya tulis ini saya tulis dengan judul, “Pemikiran Soekarno Terkait Dengan Marhaenisme.” Mudah- mudahan makalah yang saya buat ini bisa menolong menaikkan pengetahuan para pembaca menjadi lebih luas lagi. Dan sayapun menyadari kalau masih banyak kekurangan dalam menyusun makalah ini. Oleh sebab itu, kritik serta saran sayaboleh dikirimkan melalui email saya (intanfatwaa@gmail.com) dengan tujuan kritik dan saran ini yang sifatnya membangun, tentunya hal inilah yang sangat saya harapkan guna kesempurnaan makalah ini. Saya ingin ucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu saya dalam proses pembuatan tugas kedua ini, seperti kepada:

1.      Allah SWT

2.      Kedua orang tua saya, keluarga besar, dan ensiti yang telah mendukung saya selalu.

3.      Serta kepada bapak dosen pengampu Safrizal Rambe, S.I.P., M.Si.

Jakarta, 29 Januari 2021

 

Penulis

Intan Fatwa Kharismatunnisa

Abstrak

Studi ini membahas terkait dengan pola pemikiran dari presiden pertama Indonesia, yakni Ir. Soerkarno tentang seperti apa konsep dari Marhaenisme. Soerkarno juga termasuk sebagai salah satu tokoh pendiri bangsa Indonesia. Selain itu banyak sekali pemekirian yang lahir dari Soekarno yang sangat berpengaruh dalam perkembangan bansa Indonesia, seperti: demokrasi terpimpin, dan Marhaniesme. Soekarno pada masanya di kenal sebagai pemikir yang revolusioner, progresif, dan humais. Studi ini juga mengambil studi secara historis, dan melalui beberapa sumber seperti buku, jurnal, dan internet.

Kata Kunci: Seokerno, Marhaenisme.


 

PENDAHULUAN

Soekarno adalah salah satu sosok pendiri dari bangsa Indonesia, perannya yang sangat besar dalam mewujudkan kemerdekaan di negeri ini. Soekarno lahir di Surabaya, Jawa Timur pada tanggal 6 Juni 1901. Soekarno berasal dari keluarga priyai rendahan, namun kondisi kehidupan sosial-ekonomi dari Soekarno agak sedikit lebih baik daripada keompok Mahrhaen yang nantinya akan Soekarno perjuangkan. Ayahnya bernama Sukemi Sosrodirharjo, seorang guru Sekolah Rakyat di Blitar, dan Ibunya seorang wanita Bali yang bernama Idayu Nyoman Rai.[1] Dalam masa pendidikan yang di tempuh oleh Soekarno termasuk cukup baik pada masa itu, karena bisa dibilang Soekarno  menempatkan dirinya dalam kalangan kelas atas karena dapat bersekolah di ELS (Sekolah Menengah Belanda) yang diselesaikan pada tahun 1921. Setelah tamat sekolah rakyat (SR) kelas VI di Tulung Agung. Kemudian Soekarno memasuki HBS (Hogore Burger School) setingkat SMA sekarang di Surabaya. Selanjutnya ia melanjutkan pendidikannya di THS (Tehnische Hoges School) atau yang searang lebih dikenal dengan nama ITB dan Soekarno memperoleh gelar Insiyur sipil tahun 1926.[2]

 

Selama menempuh pendidikan di HBS, Soekarno tinggal bersama HOS Tjokroaminorto, beliau adalah pendiri dari Sarekat Islam (SI). Semasa Soekarno tinggal bersama HOS Tjokroaminorto, banyak sekali pelajaran yang Soekarno dapatkan, termasuk dalam pendidikan politik yang Tjokroaminorto ajarkan kepada Soekarno. Pada tahun 1911 sudah banyak tulisan yang Soekarno ciptakan, dan tulisan pertamanya adalah Oetosan Hindia. Dan mengutip tulisan Soekarno pada salah satu karyanya adalah, “hancurkan segera kapitalisme yang dibantu oleh budaknya imperialisme dengan kekuatan Islam, insya Allah itu segera akan dilaksanakan”.[3]

Soekarno di kenal saat Karno menjadi anggota dari “Jong Java Surabaya”. Dan mendirikan juga perhimpunan yang diberi nama Trikoro Darmo (tiga kewajiban mulia), organisasi ini berdiri pada tahun 1915. Soekarno memulai jejak politiknya untuk pertama kali di kota Bandung, ketika Soekarno menyelesaikan studinya di HBS dan menjanlutkan di THS (yang sekarang dikenal dengan ITB) dan bergelar insinyur sipil pada tahun 1926.[4] Di Bandung Soekarno memulai gerakan politiknya dengan asas Nasionalisme dalam meperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Di kota Bandung jugalah ia, lahirkan ide-ide persatuan dalam bentuk tulisan yang berjudul Nasionalisme, Islamisme Dan Marxisme (1926). Ide ini dilahirkan oleh HOS Tjokroaminoto sewaktu Bung Karno masih berada di Surabaya.[5] Dalam pola pikir yang Soekarno tuangkan selama ini dalam pemikiran-pemikirannya adalah kebanyakan tentang bagaimana Soekarno memikirkan nasib rakyat Indonesia.

Pada tahun 1927 tepatnya pada tanggal 4 Juli, Sorkarno bersama dengan beberapa tokon nasionalis, yakni: Anwari, Sartono, Sunario mendirikan Perserikatan Nasional Indonesia atau lebih di kenal PNI, namun pada tahun 1928 Perserikatan Nasional Indonesia diganti dengan Partai Nasionalis Indonesia. Partai ini menggunakan azas Marhaneisme sebagai azas politiknya. Dengan azas terlebut PNI bisa menggerakan kaum marhaen yang pada saat itu berjumlah hampir 90% dari rakyat Indonesia, ini bertujuan untuk merubuhkan kekkuasaan kolonial pada masa itu. Soekarnopun dipilih sebagai Ketua dari PNI yang pertama, dibawah naungan dari Soekarno, PNI semakin berkebang pesat. Faktor yang menyebabkan hal ini, karena Soekarno enggan untuk berkerjasama dengan kaum imperialisme, namun perjuangannya sangat tegas dalam membela kaum marhaen, dan demi mencapai kemerdekaan bangsa Indonesia. Seiring berkembangnya waktu, dan berkat kerja keras dari Soekarno dan para pendiri lainnya dalam memperjuangkan kaum marhaen, sehingga PNI ini dapat ditemukan dibeberapa daerah di Indonesia. Karena perkembangannya yang sangat pesat tersebut, pemerintah kolonial saat itu menaruh rasa curiga terhadap PNI yang masih dibawah kepemimpinan Soekarno.

Soekarno ingin menekankan ironi proses pengadilan yang terjadi selama ini di Indonesia. Apa yang diperbolehkan orang-orang Belanda di Nederland tidak diperbolehkan oleh orang-orang Belanda yang sama Koloninya.[6] Sejak saat berdiri dan berkembangnya PNI ini, di kenalah Marhaenisme menjadi salah satu ideologi perjuangan rakyat Indonesia. Selain Mahaenisme, juga terdaopat Sosialisme, Islamisme, dan Komunisme. Berkembangnya azas marhaenisme initernyata bukan hanya di Indonesia saja, bahkan sampai ke negeri sebrang yaitu: Malaysia. Terbukti pada tahun 1930an bersirilah sebuah organisasi Kesatuan Kaum Muda (KKM), yang sangat terpengaruh dengan ideologi marhaenisme. Dan di tahun yang berbeda, tepatnya pada tahun 1955 berdirinya partai politik yang bernama Partai Rakyat Malaya (PRM) yang menjadikan marhaenisme sebagai azas partainya. Populeritas ideologi marhaenisme ini memang tidsak terlepas dsari penan Soekarno. Soekarno juga mendidik rakyat Indonesia dengan berbagai ajaran politik, karena menurut Soekarno marhaeisme adalah azas yang mengkehendaki susunan masyarakat dan susunan negeri yang ingin menyelamatkan Marhaen.

 

RUMUSAN MASALAH

Bagaimanakah awal mulanya tercetus Marhaenisme menjadi sebuah ideologi?

 

METODE PENELITIAN

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif serta historis dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan didukung dengan studi pustaka. Sumber data adalah benda, hal atau orang tempat penulis mengamati, membaca, atau bertanya tentang data[7]. Dan yang menjadi fokus dari studi ini adalah tentang bagaimana pemikiran Soekarno muda tentang menyebarkan ajaran marhaenismenya. Sumber data yang digunakan adalah bersumber dari berbagai  literatur, bahan pustaka seperti buku, dan tulisan-tulisan sebelumnya yang berupa jurnal, dan tulisan yang ditulis oleh Sukarno sendiri sebagai pengagas ideologi ini.

 

TINJAUAN PUSTAKA

Dalam tinjauan pustaka, penulis menggunakan pendoman dari buku Nasionalisme, Islamisme, Marxisme (Pikiran-Pikiran Soekarno Muda), yang mana buku ini ditulis sendiri oleh Ir. Soekarno. Di dalam buku ini, menurut Soekarno Nasionalisme adalah suatu itikad, suatu keinysafan rakyat, bahwa rakyat adalah satu golongan dan satu bangsa. Rasa nasionalistis akan datang dan menimbulkan suatu rasa percaya akan diri sendiri. Dan rasa percaya akan diri sendiri inilah yang menimbulkan ketetapan hati pada kaum revolusioner-nasionalis dalam perjuangannya menuju Indonesia merdeka.[8]  Dalam penulisan ini, penulis berpendoman dengan buku ini karena buku ini berisi tentang pemikiran asli dai Soekarno yang menyangkut banyak hal. Seperti tentang ideologi, kemerdekaan, dan nasionalisme yang berlangsung selama kurun tahun 1928-1940. Dan banyak dari karya tulis Soekarno yang dimuat di berbagai surat kabar, salah satunya dimuat pada Suluh Indonesia Muda dan Pikiran rakyat. Hal yang mendasar, bisa dibilng dari buku inilah yang menjadkan acuan rill perjuangan Soekarno dalam membangun masa depan bangsa Indonesia menuju kemerdekaan, dan pesatuan.

Bada BAB Maklumat Bung Karno Kepada Kaum Marhaen Indonesia juga menegaskan bahwa Soekarno memiliki cita-cita yang berkeyakinan bahwa pada masa itu kesengsaraan marhaen semakin meluas, dan hal yang paling dibutuhkan adalah persatuan barisan marhaen agar supaya tidak mudah hancur dilindas perkembangan zaman yang menurut Soekarno sendiri akan lebih kejam dari yang sudah-sudah.

 

PEMBAHASAN

Awal mula adanya ideologi Marhaenisme, bermula ketika Soekarno berkunjung ke salah satu desa yang berada di Selatan Bandung, dan bertemu petani bernama Marhaen. Tepatnya pada tahun 1921-an diumur Soekarno yang ke-21 tahun. Disanalah Soekarno bertemu petani bernama Marhaen yang sedang bertani di ladangnya sendiri, namun ketika dijumpai oleh Soekarno, petani tersebut memiliki permasalahan dari faktor oroduksi taninya yang kelola sendiri. Namun dari hasil tani yang dimilikinya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan kesehariannya saja, padahal menurut Soekarno atas dasar dari semua yang Marhaen punya, sudah seharusnya dia dapat menghasilkan lebih agar nantinya hal tersebut bisa ia gunakan untuk di jual kembali ke pasar atau untuk hidup menjadi lebih baik lagi. Dengan ini Soekarno juga menyimpulkan seperti apa bentuk dari kelas-kelas rakyat Indonesia yang telah tertindas oleh sistem yang sudah berlaku, dari inilah awal mula nama Marhaenisme itu sendiri, selain itu juga nama Marhaen seperti sinonom dari kata proletar. Marhaenisme sendiri sejatinya berasal dari observasi yang dilakukan oleh Soekarno sendiri dan melalui pikiran teoriris. Dan sekitar tahun 1960-an Soekarno sendiri membagi kaum Marhaen menjadi tiga unsur:

a.       Kaum miskin ploletar Indonesia (buruh),

b.      Unsur kaum tani melarat Indonesia,

c.       Unsur kaum Indonesia melarat lainnya.

 

Isme yang kita ketahui adalah sebuah ungkapan dari ideologi.

a.       Marhaen adalah orang yang tertindas oleh sistem kapitalisme, feodalisme, dan imprealisme.

b.      Marhaenis adalah orang yang memperjuangkan kaum marhaen.

c.       Marhaenisme adalah sebuah ideologi yang dicetuskan Sukarno untuk menghilangkan sistem kapitalisme dan implerialisme untuk tercapainya sosialis di bangsa Indonesia.

 

Lalu, prinsip dari marhaenisme sendiri terbagi menjadi 3, yakni :

 

a.       Sosio Nasionalisme (kebangsaan, kemanusiaan, dan internasionalisme) adalah bukanlah yang timbul daripada kesombongan bangsa belaka, namun nasionalisme yang dimaksud adalah yang timbul daripada pengetahuan atas susunan dunia dan riwayat yang berpihak kepada massa rakyat. Nasionalisme Indonesia adalah yang menerima rasa kehidupannya sebagai suatu wahyu, dan menjalankan rasa hidupnya sebagai suatu bakyi, yang memberikan pembelajaran kebeneran dan memberi cinta kepada bangsnya sendiri.

b.      Sosio Demkrasi (politik dan ekonomi), bahwasannya menghendaki memilii watak sosial  seperti demokrasi politik, namun juga demokrasi ekonomi, dan demokrasi yang menyelamatkan seluruh kaum Marhaen.

c.       Ketuhanan Yang Maha Esa, bahwa meyakini adanya eksitensi Tuhan YME, dan lahir menjadi manusia yang theis.

 

Marhaenisme adalah bentuk perlawanan terhadap ideologi asing seperti imperialisme dan kolonialisme. Tujuan utama dari mahranisme adalah bagaimana bangsa Indonesia dapat bebas dari eksploitasi bangsa asing. Marhaenisme sendiri yang di inginkan oleh Soekarno adalah bagaimana masyarakat Indonesia menekankan opsi pada kemauan dari kalangan lain, sehingga yang akan mendominasi adalah penduduk yang berstruktutral, dengan demikian Soekarno menanamkan sikap yang progresif daan revolusioner. Marhaenisme adalah suatu ideologi yang menentang penindasan atas manusia ke manusia, atas bangsa ke bangsa. Pemikiran inipun juga atas dasar apa yang sudah diterapkan oleh Marxisme.

 

Adapun Azas-Azas dari Marhaenisme, yakni:

a.       Revolusioner : Berjuang untuk revolusi.

b.      Self-relience : Pengumpulan kekuatan.

c.       Machtsvorming : Penggunaan kekuatan.

d.      Self-help : Percaya diri atau percaya kepada kekuatan masyarakat.

e.       Non koperatif : tidak mau bekerjasama dengan kelas-kelas penindas.

f.       Aksi massa : massa yang sadar bahwa kita turun ke jalan itu, kita tau apa yang kita perjuangkan, bahwa yang diperjuangkan adalah kaum-kaum marhaen.

 

Menurut Soekarno berdasarkan dengan teori ahli tentang bangsa, yakni: dari teori Ernes Renen, dan menurut Ernes teori tentang nasionalisme adalah kehendak untuk bersatu dan bernegara.

 

1.      Kenagsaan : memperjuangkan melawan kolonialisme.

2.      Internasionalisme (peri kemanusiaan) : harus punya pengakuan / de jour jika ingin diakui sebagai sebuah negara.

3.      Demokrasi : politik ekonomi.

4.      Keadilan sosial.

5.      Ketuhanan YME : kebudayaan dari bangsa Indonesia.

 

PENUTUP

Marhaen sejatinya adalah yang memiliki alat-alat produksi sendiri, golongan kaum Marhaen biasanya dari kalangan rakyat kecil. Namun, semua yang kaum Marhaen peoleh hanyalah cukup untuk dirinya sendiri. Adanya marhaenisme juga tidak bisa dilupakan dengan Soekarno sebagai pencetusnya. Hal ini juga tidak bisa dilupakan atas peran Marxisme yang menjadi tercetusnya ide Marhaen itu sendiri, dengan apa yang sudah terjadi, Soeakrno-pun membuat konsep Marhaenisme ini yang sesuai dengan pola kehidupan rakyat Indonesia. Sebenarnya Marhaen sendiri sama seperti sinonim dari proletar, hanya saja yang menjadikan pembeda diantara keduanya adalah objek dari konsep tersebut, di mana proletar lebih kepada buruh sedangkan marhaen adalah lebih ke petani, rakyat miskin dan pedagang. Tidak denial juga bahwa adanya konsep dari pemikiran ideologi Marhaenisme ini adalah sebenarnya untuk menyatukan bangsa Indonesia agar melawan tindakan imperialisme, kolonialisme, dan feodalisme. 

 


 

DAFTAR  PUSTAKA

Melawati, C. E., & Kuswono, K. (2019). MARHAENISME: TELAAH PEMIKIRAN SUKARNO TAHUN 1927-1933. SWARNADWIPA2(3).

Subekti, A. (2019). USAHA PERPUSTAKAAN PROKLAMATOR BUNG KARNO DALAM MEREKAM SEJARAH LISAN UNTUKMELESTARIKAN PENGETAHUAN TENTANG SUKARNO (1901–1970): PENERAPAN SEJARAH LISAN DALAM MEREKAM PENGETAHUAN SOSOK MARHAEN DI BANDUNG. VISI PUSTAKA: Buletin Jaringan Informasi Antar Perpustakaan21(1), 49-58.

Pauker, G. J. (1962). Soekarno," Marhaen and Proletarian"(Book Review). Journal of Asian Studies21(4), 565.

Rasuanto, B. (2000). Keadilan sosial dua pemikiran Indonesia: Soekarno dan Hatta. Wacana2(1), 102-118.

Kuswono, K. (2016). Marhaenism: Social Ideology Create by Sukarno. HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah4(2), 119-130.



[1] H. J.S Giovani Sitohang, Gaya Kepemimpinan Soekarno-Suharto (Jakarta: Pustaka Aksara, 1989 ), hlm. 93

[2] Ibid, hlm. 24

[3] Ibid, hlm. 22

[4] Ibid, hlm. 24

[5] Ibid, hlm. 47

[6] bid, hlm. 25

[7] S Arikunto, Metodologi Penelitian Suatu Pendekatan Proposal (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2002)

 

[8] Soekarno. 2015. “Nasionalisme, Islamisme, Marxisme (Pikiran-Pikiran Soekarno Muda)”. Bandung: Khazanah Pemikiran Progresif

Etnis Tionghoa Pasca Orde Baru dan Politik Identitasnya

Etnis Tionghoa Pasca Orde Baru dan Politik Identitasnya             Etnisitas adalah sekelompok manusia yang memiliki kesamaan latar b...