Senin, 06 Maret 2023

Dasar Konsep Publik dan Kebijakan Publik Review

Uraikan pandangan Frederickson mengenai prinsip konsep publik!

Pandangan Frederickson mengenai prinsip konsep publik adalah di mana semua aktivitas non-privat yang telah dijalankan jauh sebelum adanya pemerintahan atau negara (moderen).

 

2.    Sebutkan dan jelaskan karakteristik utama dalam memahami kebijakan publik!

Woll menegaskan bahwa kebijakan publik adalah bagian dari kegiatan pemerintah untuk memecahkan masalah masyarakat, baik secara langsung maupun melalui berbagai lembaga yang menopang masyarakat.

Secara umum, ketertiban umum adalah serangkaian tindakan yang dilakukan atau tidak dilakukan oleh pemerintah yang ditujukan untuk tujuan tertentu untuk memecahkan masalah umum atau untuk kepentingan umum. Kebijakan dalam melakukan sesuatu biasanya tertuang dalam ketentuan atau undang-undang yang ditetapkan oleh pemerintah, sehingga bersifat mengikat dan memaksa.

Ciri-ciri kebijakan publik :

1.    Ketertiban umum adalah sesuatu yang mudah dipahami, karena artinya adalah segala sesuatu yang dilakukan untuk mencapai tujuan nasional.

2.    Kebijakan publik mudah diukur, karena ukurannya jelas, yaitu tingkat kemajuan yang dicapai untuk mencapai tujuan.

3.    Kebijaksanaan lebih tentang tindakan yang mengarah ke tujuan daripada tindakan atau tindakan yang serampangan dan serampangan.

4.    Kebijakan dasar terdiri dari tindakan-tindakan yang terkait dan menimbulkan tujuan khusus yang dikejar oleh pegawai negeri.

5.    Kebijakan berkaitan dengan apa yang dilakukan pemerintah di suatu wilayah.

6.    Kebijakan pemerintah bisa positif atau negatif. Dalam bentuk positif, kebijakan dapat mencakup beberapa bentuk tindakan yang dimaksudkan untuk mempengaruhi isu tertentu. Jika negatif, mungkin keputusan pejabat pemerintah untuk tidak bertindak atau tidak bertindak atas masalah yang memerlukan intervensi pemerintah.

 

 

3.    Uraikan aktor-aktor kebijakan publik dari unsur negara dan non-negara, berikut dengan :

a.    Kedudukan,

b.    Fungsi,

c.    Kewenangan.

Perumusan kebijakan publik akan melibatkan berbagai aktor, aktor negara dan aktor non-negara atau yang disebut Anderson sebagai pengambil keputusan resmi dan partisipan non-pemerintah. Pengambil keputusan resmi adalah orang-orang yang memiliki otoritas hukum untuk berpartisipasi dalam perumusan kebijakan publik. Menurut Anderson, mereka terdiri dari legislatif, eksekutif, badan administratif dan yudikatif. Legislator mengacu pada anggota kongres atau dewan yang sering dibantu oleh staf mereka. Eksekutif mengacu pada presiden dan jajaran kabinetnya. Sedangkan menurut Anderson, badan pengatur mengacu pada badan pembuat kebijakan. Di sisi lain, menurut Anderson, MK juga merupakan aktor penting dalam perumusan kebijakan melalui kewenangannya untuk mengkaji kebijakan dan menafsirkan konstitusi. Dengan kewenangan tersebut, putusan pengadilan dapat mempengaruhi isi dan bentuk ketertiban umum.

 

Secara umum, para aktor atau mereka yang terlibat dalam proses pembuatan kebijakan dibagi menjadi dua kategori, yaitu:

1.    Aktor Internal Pemerintah : Aktor dalam pemerintahan biasanya meliputi:

a.    Eksekutif (presiden, staf penasihat presiden, menteri, kepala daerah) yang biasanya menduduki jabatan politik.

b.    Anggota badan perwakilan rakyat (legislatif).

c.    Badan dan orang pengadilan di bagian tersebut.

d.    Birokrasi.

 

2.    Aktor non-pemerintah : Aktor non-pemerintah biasanya meliputi:

a.    Kelompok kepentingan itu bisa berupa LSM (LSM). Kelompok/perkumpulan profesi, kelompok usaha, serikat pekerja, bahkan organisasi atau lembaga keagamaan.

b.    Akademisi, peneliti dan konsultan, sektor swasta (perusahaan yang memberikan layanan atas permintaan pemerintah).

c.    Politisi.

d.    Media Massa.

e.    Opini Publik.

f.     Kelompok sasaran kebijakan (penerima manfaat).

g.    Lembaga donor (termasuk Bank Dunia, dan IMF).

Hubungan antar aktor tersebut dapat bersifat horizontal (level), vertikal (level) atau antar lembaga (locus-loci). Secara umum dapat dikatakan bahwa semakin banyak aktor (tingkatan, tempat) yang terlibat dalam perumusan kebijakan, semakin sulit untuk mengimplementasikan kebijakan dan mencapai tujuan yang diinginkan. Hal ini mudah dipahami karena semakin banyak aktor yang terlibat, semakin tinggi biaya koordinasi, semakin banyak kepentingan bersaing yang akan diprioritaskan, terlepas dari kewenangan dan tanggung jawab antar aktor yang harus dijelaskan terlebih dahulu.

 

4.    Dalam konteks pelembagaan dan pembangunan modal sosial, ada beberapa hal yang perlu disoroti untuk bisa menampung persoalan dan upaya membangun sistem politik, khususnya di Indonesia pada masa pasca-reformasi. Uraikan pentingnya membangun high trust society, otonomi daerah, hubungan sipil-militer dan keterwakilan perempuan atau gender dalam konsep political will.

Otonomi daerah berfungsi untuk mengefektifkan dan mengefektifkan kemajuan bagi kemajuan daerah masing-masing, karena pemerintah daerah mengetahui secara rinci potensi daerah yaitu sumber daya alam, sumber daya manusia, budaya, kebutuhan dan masyarakat. Dalam wacana administrasi publik, pemerintahan daerah sendiri sering disebut dengan pemerintahan daerah. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, otonomi daerah adalah hak, wewenang dan kewajiban daerah untuk mengurus dan mengurus keluarganya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Tujuan otonomi daerah dapat dilihat dari beberapa sudut pandang. Ini:

1. Dari segi politik dapat membuka jalan bagi munculnya pemimpin daerah yang terpilih secara demokratis, yang dapat menjadi pemerintahan yang reaktif.

2. Dari segi ekonomi, terbuka peluang bagi pemerintah daerah untuk mengembangkan kebijakan daerah atau regional untuk memaksimalkan potensi daerah.

Mampu memahami isu-isu otoritatif atau landmark untuk program regional dalam meningkatkan produktivitas di area tertentu. Mengetahui kedalaman arah dan tujuan suatu daerah untuk mencapai daerah otonom.

Hubungan sipil-militer merupakan salah satu hubungan terpenting dalam suatu negara, untuk menjaga keamanan nasional suatu bangsa. Sipil militer juga saling berhubungan dan saling membutuhkan. Dimana masyarakat sipil membutuhkan hak untuk mendapatkan perlindungan dan tentara berkewajiban untuk mengabdi pada negara. Sistem demokrasi merupakan kebutuhan bagi negara modern. Mendefinisikan militer sipil sebagai bentuk pemerintahan, berdasarkan sumber kekuasaan pemerintahan, tujuan pemerintahan, dan tata cara pembentukan pemerintahan. Model ini dikembangkan oleh Deepa Narayan dengan menggunakan 7 (tujuh) indikator untuk mengukur ketersediaan modal sosial. Ketujuh indikator tersebut adalah:

1. karakteristik kelompok (termasuk jumlah anggota, kontribusi dana, frekuensi partisipasi, partisipasi dalam pengambilan keputusan, heterogenitas anggota, sumber pendanaan organisasi).

2. aturan umum

3. kegunaan

4. bersosialisasi setiap hari

5. hubungan lingkungan

6. menjadi sukarelawan (termasuk jika Anda pernah menjadi sukarelawan; harapan tentang kegiatan sukarela; kritik terhadap mereka yang menolak menjadi sukarelawan; kontribusi terhadap lingkungan

7. percaya

 

Otonomi daerah hadir untuk memajukan kemajuan setiap daerah secara efektif dan efisien karena pemerintah daerah paling mengetahui potensi daerah, yaitu sumber daya alam, sumber daya manusia, budaya, kebutuhan dan masyarakat.

Kemampuan masyarakat sipil secara umum untuk menghasilkan modal sosial dipengaruhi dalam banyak hal oleh konteks sosial, politik dan ekonomi. Dalam hal ini, Bourdieu (2004') menegaskan bahwa keberadaan dan kepadatan jaringan hubungan dan asosiasi warga yang berbeda bukanlah suatu kondisi sosial. Dalam suatu pembangunan, modal sosial merupakan salah satu faktor penting yang menentukan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Peran modal sosial tidak kalah pentingnya dengan infrastruktur ekonomi lainnya, sehingga upaya membangun modal sosial harus diprioritaskan untuk keberhasilan pembangunan ekonomi. Pembentukan modal sosial dapat berkontribusi pada pembangunan ekonomi melalui keberadaan jaringan, norma dan kepercayaan yang menjadi kolaborasi sosial (koordinasi dan kerjasama) untuk kepentingan bersama. Aspek kepercayaan atau trust merupakan unsur yang sangat penting dalam pembentukan modal sosial, karena merupakan inti dari modal sosial.

Etnis Tionghoa Pasca Orde Baru dan Politik Identitasnya

Etnis Tionghoa Pasca Orde Baru dan Politik Identitasnya             Etnisitas adalah sekelompok manusia yang memiliki kesamaan latar b...