Rabu, 08 Maret 2023

PERKEMBANGAN ILMU ADMINISTRASI PUBLIK

 

PERKEMBANGAN ILMU ADMINISTRASI PUBLIK


BAB I

PENDAHULUAN

1.2 Latar Belakang Masalah

Administrasi telah ada sejak adanya dua orang manusia (Adam & Hawa) bekerjasama untuk mencapai tujuan hidupnya yang didorong oleh kebutuhan dengan kemampuan yang serba terbatas, sehingga terjadi praktik administrasi secara alami atau pelaksanaan administrasi sebagai seni. Administrasi juga berkembang bersama sama dengan perkembangan peradaban manusia.

Tuntutan akan pemenuhan kebutuhan manusia yang semakin meningkat dan kompleks serta sulit dipenuhi secara individual dan keterbatasan sumber daya mewarnai perkembangan kehidupan manusia dewasa ini. Hal ini mendorong manusia melakukan kerjasama, baik secara individual maupun secara organisasi. Itu sebabnya dikatakan bahwa dunia modern adalah dunianya kerjasama, sebab tanpa melakukan kerjasama, tiap individu, organisasi bahkan negara dan pemerintahan tidak akan dapat survive. Meskipun aktivitas kerjasama sudah ada sejak adanya peradapan manusia namun pada zaman sekarang ini bentuk kerjasama tersebut semakin menunjukan kompleksivitas dan menyangkut hampir semua aspek kehidupan dan memerlukan sistem peadministrasian yang kompleks pula.

Demikian pula dalam penyelenggaran suatu negara dan pemerintahan tentu saja diperlukan suatu sistem administrasi yang sangat kompleks yang sering disebut dengan Administrasi Negara. Sejalan dengan perkembangannya, istilah “Negara” digantikan dengan “Publik” untuk menekankan bahwa administrasi tersebut bertujuan untuk pelayanan publik.

1.3 Rumusan Masalah

1. Apa saja tujuan dari ilmu administrasi publik?

2. Apa saja yang kamu ketahui tentang persyaratan teori administrasi yang menyangkut pelayanan publik?

3. Apa yang kamu ketahui tentang indikator kualitas pelayanan publik!

1.4 Tujuan

1. Untuk mengetahui apa saja tujuan administrasi publik?

2. Untuk mengetahui tentang persyaratan apa saja yang menyangkut pelayanan publik?

3. Untuk mengetahui tentang indikator kualitas pelayanan publik!

BAB 2 Tinjauan Pustaka

2.1 Penjelasan Konsep

Sebagai sebuah disiplin ilmu, administrasi publik, memiliki sifat eklektik dan multidisipliner.

Dengan sifatnya yang multidisipliner tersebut bangunan teori administrasi publik sangat dipengaruhi oleh konsep, metodologi dan pendekatan dari disiplin ilmu yang lain seperti ilmu politik, ekonomi, sosiologi, manajemen, psikologi, antropologi dan lain-lain.

Beberapa makna penting berkenaan dengan hakikat administrasi publik, yaitu:

1.      Bidang tersebut lebih berkaitan dengan dunia eksekutif, meskipun juga berkaitan dengan dunia yudikatif dan legislatif;

2.      Bidang tersebut berkenaan dengan formulasi dan implementasi kebijakan publik

3.      Bidang tersebut juga berkaitan dengan berbagai masalah manusiawi dan usaha kerjasama untuk mengerjakan tugas-tugas pemerintah

4.      Meskipun bidang tersebut berbeda dengan administrasi swasta tetapi overlapping dengan administrasi swasta

5.      Bidang tersebut diarahkan untuk menghasilkan public good dan services

6.      Bidang ini memiliki aspek teoritis dan praktis.

Sebagai ilmu, administrasi publik tidaklah statis

Administrasi negara adalah rangkaian kegiatan yang dilakukan aparatur negara/aparatur pemerintah untuk mencapai tujuan negara secara efisien. Terdapat hubungan interaktif antara administrasi negara dengan lingkungan sosialnya. Diantara berbagai unsur lingkungan sosial, unsur budaya merupakan unsur yang paling banyak mempengaruhi penampilan (perfomance) administrasi negara.

2.2 Penerapannya di Indonesia

Ilmu administrasi publik di Indonesia berkembang pesat sejak era reformasi yang ditandai dengan perubahan pola pikir administrasi publik yang sentralistik menuju ke arah pelibatan pihak swasta dan kelompok masyarakat dalam pembangunan. Konsep tradisional old public administration era Orde Baru menekankan segala urusan harus diselesaikan oleh negara sudah usang namun mengadopsi konsep administrasi publik dari Barat secara letter lux juga tidak tepat. Karena konsep administrasi ala Barat sangat berbeda dengan konteks yang di Indonesia, baik dilihat dari sisi historis maupun kultur yang ada. Perkembangan ilmu dan praktek administrasi sangat terasa terutama sejak reformasi.

Menurut, Guru Besar Fisipol UGM, Prof. Miftah Thoha menyatakan deskripsi atau hakikat ilmu administrasi publik di Indonesia memang sulit untuk didefinisikan karena kuatnya campur tangan politik dalam ranah birokrasi.

“Kondisi di Indonesia sering menunjukan adanya pejabat politik yang menggunakan kekuasaannya untuk mendapatkan keuntungan bagi kelompoknya. Sehingga implementasi konsep administrasi publik seringkali rancu karena berbenturan dengan kepentingan politik penguasa,” jelasnya.

2.3 Teori menurut para ahli

Chandler dan Plano dalam Keban (2004:3)

Proses dimana sumber daya dan personel publik diorganisir dan dikoordinasikan untuk memformulasikan, mengimplementasikan, dan mengelola keputusan-keputusan dalam kebijakan publik.

Dwight Waldo (1984:17)

Sebagai manajemen yang dilakukan dalam sebuah organisasi dari manusia-manusia dan peralatannya guna mencapai tujuan pemerintah. Tujuan pemerintah ini di dapatkan dari sistem kampanye pada tahap sebelumnya.

Harbani Pasolong (2007:8)

Kerjasama yang dilakukan oleh sekelompok orang atau lembaga dalam melaksanakan tugas-tugas pemerintahan dalam memenuhi kebutuhan publik secara efisien dan efektif.

Dr.H.Amin Ibrahim (2007)

Seluruh upaya penyelenggaraan pemerintah yang meliputi kegiatan manjemen pemerintah (perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan terhadap pembangunan) dengan sebuah mekanisme kerja serta dukungan sumber daya manusia.

Fesler ( 1980 )

Upaya penyusunan dan pelaksanaan kebijakan yang dilakukan oleh birokrasi dalam sekala besar untuk kemudian beralifiasi pada kepentingan publik (masyarakat), yang pada intinya arti ini di dapatkan untuk kepentingan masyarakat.

BAB 3 Pembahasan.

1.      Apa saja tujuan dari administrasi publik?

Tujuan utama dari administrasi publik adalah agar dapat mencapai tujuan negara sesuai keinginan publik.

Adapun beberapa keingin publik tersebut adalah :

·         Keamanan

·         Kesejahteraan

·         Keadilan

Diperlukan beberapa hal untuk melengkapi tujuan dari ilmu administrasi publik

·         Partisipasi Sosial

·         Tanggung jawab Sosial

·         Dukungan Sosial

·         Kontrol Sosial

2.      Apa yang kamu ketahui tentang persyaratan teori administrasi yang menyangkut pelayanan publik?

persyaratan teori administrasi yang menyangkut pelayanan publik antara lain. :

1. Harus mampu menyatakan sesuatu yang berarti dan bermakna yang dapat diterapkan pada situasi kehidupan nyata dalam masyarakat (konteksual)

2. Harus mampu menyajikan suatu perspektif kedepan

3. Harus dapat mendorong lahirnya cara-cara atau metode baru dalam situasi dan kondisi yang berbeda

4. Teori administrasi yang sudah ada harus dapat merupakan dasar untuk mengembangkan teori administrasi lainnya, khususnya pelayanan publik

5. Harus dapat membantu pemakainya untuk menjelaskan dan meramalkan fenomena yang dihadapi

6. Bersifat multi disipliner dan multi dimensional

administrasi negara ingin menemukan identitas teori-teori yang berkaitan dengan pelayanan publik, maka perlu adanya kegiatan studi komparatif administrasi negara dalam bidang pelayanan publik dan meningkatkan kegiatan penelitian atau riset lapangan yang berkaitan dengan proses perumusan kebijakan pelayanan publik, proses implementasi pelayanan publik dan evaluasi produk pelayanan publik.

3.      Apa yang kamu ketahui tentang indikator kualitas pelayanan publik!

Terdapat ciri struktur birokrasi yang terdesentralisir memiliki beberapa tujuan dan manfaat antara lain :

1) Mengurangi kesenjangan peran antara organisasi pusat dengan organisasi-organisasi pelaksana yang ada dilapangan

2) Melakukan efesiensi dan penghematan alokasi penggunaan keuangan

3) Mengurangi jumlah staf/aparat yang berlebihan terutama pada level atas dan level menengah (prinsip rasionalisasi)

4) Mendekatkan birokrasi dengan masyarakat

Dengan demikian untuk melihat kualitas pelayanan publik perlu diperhatikan dan dikaji dua aspek pokok yakni : Pertama, aspek proses internal organisasi birokrasi (pelayan); Kedua, aspek eksternal organisasi yakni kemanfaatan yang dirasakan oleh masyarakat pelanggan.

beberapa faktor yang berkepentingan dalam upaya mengidentifikasi kualitas pelayanan publik antara lain :

variabel karakteristik organisasi, variabel karakteristik lingkungan, variabel karakteristik pekerja/aparat, variabel karakteristik kebijaksanaan, dan variabel parkatek-praktek manajemennya.

beberapa faktor lagi yang menyebabkan rendahnya kualitas pelayanan publik (di Indonesia) antara lain adanya:

a. Konteks monopolistik, dalam hal ini karena tidak adanya kompetisi dari penyelenggara pelayanan publik non pemerintah, tidak ada dorongan yang kuat untuk meningkatkan jumlah, kualitas maupun pemerataan pelayanan tersebut oleh pemerintah

b. Tekanan dari lingkungan, dimana faktor lingkungan amat mempengaruhi kinerja organisasi pelayanan dalam transaksi dan interaksinya antara lingkungan dengan organisasi publik

c. Budaya patrimonial, dimana budaya organisasi penyelenggara pelayanan publik di Indonesia masih banyak terikat oleh tradisi-tradisi politik dan budaya masyarakat setempat yang seringkali tidak kondusif dan melanggar peraturan-peraturan yang telah ditentukan

BAB 4 Penutup

4.1 Kesimpulan

Administrasi Publik adalah suatu ilmu sosial yang mempelajari tentang cara pengelolaan suatu organisasi publik/ umum dalam konteks kehidupan bernegara, yaitu Lembaga Legislatif, Yudikatif, dan Eksekutif.

Dalam kajian administrasi publik, ilmu sosial ini menghubungkan tiga elemen utama negara (Lembaga Legislatif, Yudikatif, dan Eksekutif) dengan berbagai peraturan dan kebijakan yang berkaitan dengan publik, tujuan negara, administrasi pembangunan, dan etika yang mengatur penyelenggaraan negara.

Administrasi publik berbeda dengan ilmu manajemen. Tidak seperti ilmu manajemen yang mengkaji mengenai cara mengelola organisasi swasta, administrasi publik mengkaji tentang organisasi pemerintah/ publik.

Yang termasuk dalam kajian administrasi publik diantaranya:

·         Perilaku birokrasi

·         Manajemen sumber daya manusia

·         Tata laksana pemerintahan

·         Implementasi kebijkakan pemerintah

 

Dari penjelasan tersebut dapat dismpulkan bahwa secara teoritis pelayanan publik telah mengalami berbagi perubahan dalam rangka peningkatan pelayanan, namun disisi lain pengimplementasian pelayanan yang efektif di masyarakat masih begitu memprihatinkan, birokrasi masih cendrung memperlambat dalam melaksanakan proses layanan. Hal itu disebabkan karena kurangnya pemahaman birokrasi dalam melaksanakan tugas sebagai pemberi layanan. Olehnya birokrasi harus memamahami beberapa prinsip pokok yang harus dipahami oleh aparat birokrasi publik dalam aspek internal organisasi yaitu : Prinsip Aksestabelitas, Prinsip Kontinuitas, Prinsip Teknikalitas, Prinsip Profitabilitas, Prinsip Akuntabelitas, sehingga birokrasi benar-benar memahami tugas dan fungsinya.

Dalam meningkatkan kesejakteraan masyarakat dan peningkatan kebijakan itu sendiri, kebijakan publik secara umum ditentukan oleh beberapa aspek, selain hal-hal di atas yaitu : sistem, kelembagaan, sumber daya manusia, dan keuangan. Dalam hal ini pemerintah harus benar-benar memenuhi keempat aspek tersebut, karena dengan begitu, masyarakat akan ikut berpartisipasi dalam penyelenggaraan kebijakan publik.


Etnis Tionghoa Pasca Orde Baru dan Politik Identitasnya

Etnis Tionghoa Pasca Orde Baru dan Politik Identitasnya             Etnisitas adalah sekelompok manusia yang memiliki kesamaan latar b...