Rabu, 08 Maret 2023

MATERI KULIAH KE 1 SAMPAI KE 14 DALAM MATA KULIAH METODE PENELITIAN SOSIAL

 

 

RINGKASAN MATERI KULIAH KE 1 SAMPAI  KE 14 DALAM MATA KULIAH METODE PENELITIAN SOSIAL

 

KULIAH KE 1

1.      Sebagaimana telah dibicarakan lebih awal bahwa Indonesia masih tertinggal jauh dalam perkembangan ekonomi karena kurangnya sumber daya. Sebetulnya berbagai bidang kita teringgal tidak hanya di bidang ekonomi. Mutu lulusan penelitian kita memang rendah hal ini dibuktikan dengan perbandingan keahlian kelulusan kita di level internasional tidak mampu bersaing bahkan dikatakan jago kandang. Sedangkan jikalau kita melihat SDA yang begitu berlimpah, kita tidak bisa berbuat banyak hanya sebagai penonton.

Diskusikan

Apa solusi yang terbaik dalam menghadapi rendahnya pe-riset kita di abad 21!

 

Jawaban:

Hal sederhana sekali ketika sebenarnya banyak sekali potensi yang lahir dari negeri ini, namun sayangnya justru seakan di tutupi dan tidak di dukung dengan baik, tidak adanya aspresiasi dari negara untuk warga negara Indonesia yang berkembang dengan semestinya, kebanyakan mereka yang berprestasi justru memilih jalan pintas ke negeri sebrang karena kebanyakan negara luarlah yang mampu menghargai hasil karya mereka. Hal serupa juga terjadi ketika adanya hacker yang berasal dari Indonesia, harusnya negara memberikan wadah untuk mereka agar bakatnya tersalurkan dengan baik, karena bisa saja dengan kurangnya wadah malah disalahgunakan.

 

2.      Dalam berita: PRN = Prioritas Riset Nasional"

"PRN 2020-2024 diarahkan terutama untuk mendukung agenda prioritas Nawa Cita ke-6, yaitu "Meningkatkan Produktivitas Rakyat dan Daya Saing di Pasar Internasional". Agenda ini diuraikan menjadi 11 (sebelas) subagenda prioritas yang salah satu di antaranya adalah "Meningkatkan Kapasitas Inovasi dan Teknologi"

Diskusikan

Apa yang dimaksud dengan kapasitas inovasi dan teknologi! Bagaimana saudara memberikan rekomendasinya kepada pemerintah untuk meningkakan hasil penelitian!

Jawaban: Menurut saya dengan kapasitas inovasi dan teknologi adalah dengan melakukan penelian sebaik mungkin dengan adanya bantuan dari pemerintah juga, terlebih di era sekarang yang sudah melakukan segala kegiatan serba digital.

3.      Berkaitan dengan uraian pada diskusi 1 sebelumnya, bahwa peran kita adalah mengoptimalkan segala kemampuan kita untuk menghasilkan kualitas pe-riset bertaraf internasional apapun kegiatannya.

Diskusikan

Bagaimana caranya meningkatkan ketertarikan kita pada kegiatan "meneliti"!

Jawaban: Menurut saya seharusnya di sediakan wadah yang bisa membuat potensi anak bangsa berkembang, yang mana hal ini bisa menjadi feedback baik juga untuk negeri ini, selain di adakannya wadah yang baik begitupun fasilitas pelayanan pubik yang sudah seharusnya sudah menjadi dukungan pemerintah untuk warganya. Dan kalau bisa sedari kecil biasakan untuk adanya budaya literasi wajib, jadi bukan dari bacaan buku berbahasa Indonesia saja, namun juga bisa dengan bahasa Inggris, yang di mana hal ini mampu meningkatkan potensi dalam speaking juga, dan dengn adanya kemauan dan tekad, dengan di mulai juga dengan membiasakan diri untuk membaca, pasti berhasil.

KULIAH KE 2

1.      Dalam memahami suatu metode penelitian diawali dengan membedakan ilmu pengetahuan dan pengetahuan. Coba kemukakan perbedaan tersebut!

 

Walaupun seperti sama namun ilmu pengetahuan dan pengetahuan memiliki perbedaan, yaitu : Perbedaan ilmu dan pengetahuan sendiri sebenarnya lebih kepada pemahaman tentang teori-teori yang dikaji. Selain itu, ilmu dan pengetahuan merupakan dua hal yang tidak bisa lepas. Maka dari itu keduanya memiliki perbedaan tetapi masih saling keterkaitan satu sama lain. Secara informasi yang didapat ilmu dan pengetahuan memiliki perbedaan pada pengolahan informasi tersebut. Ilmu lebih kepada pengolahan informasi atau segala sesuatu menggunakan teori, cara, dan, metode ilmiah tertentu. Sedangkan pengetahuan hanya mengetahui sebuah informasi atau segala sesuatu secara terbatas. Dalam hal ini berarti ilmu masih mengolah lebih lanjut informasi lebih lanjut sedangkan pengetahuan hanya sekedar menerima informasi saja, dan dapat diketahui bahwa pengetahuan hanya sekedar tahu terhadap informasi bahkan tanpa mengolahnya terlebih dahulu. Tidak sama halnya dengan ilmu yang masih harus mengolah sebuah informasi untuk mengetahui kebenarannya terlebih dahulu.. Dan bahwa ilmu juga merupakan serangkaian proses untuk mengkaji setiap kejadian sehingga menjadi satu kesatuan ilmu pengetahuan yang bisa dipelajari. Sedangkan pengetahuan adalah apa saja yang dipelajari dan diketahui atas dasar kesadaran ingin tahu terhadap informasi yang disampaikan oleh ilmu.

2.      Coba kemukakan apa yang mendasari suatu kebenaran ilmiah itu merefleksikan penelitian!

yang mendasari suatu keberanaran ilmiah merefleksikan penilitian adalah karena di dasari oleh ilmu pengetahuan, yang nantinya akan di kaji dan di pelajari, dan dengan ada kebenaran ilmiah sendiri, muncul dari hasil penelitian ilmiah yang artinya suatu kebenaran tidak akan muncul tanpa adanya tahapan-tahapan yang harus dilalui oleh memperoleh ilmiah, yang dimana kebenaran imu bertumbu pada objek ilmu itu sendiri, ilmu sendiri bisa bervariasi disebabkan objek dan metode, yang secara umum bertujuan untuk mencapai kebenaran yang objektif.

3.      Coba kemukakan apa yang dimaksud dengan penelitian eksakta dan eksperimen! Dan berikanlah contoh masing masing-masing!

 

Penelitian Eksperimen dilakukan untuk mengetahui hubungan sebab-akibat antar variabel. Dalam penelitian sosial, riset eksperimental biasanya melibatkan lebih dari dua variabel karena permasalahan sosial yang selalu kompleks. Desain penelitian riset eksperimental dapat menerapkan pendekatan kualitatif atau pun kuantitatif. Eksperimen merupakan penelitian yang bersifat coba-coba atau menguji sebuah hipotesis atau mengenali hubungan sebab akibat dengan maksud tertentu. Jenis penelitian eksperimen dibagi lagi menjadi empat jenis yaitu pre experimental, true experimental, quasy experimental dan design factorial.

 

Contoh : Pemerintah akan menerapkan kebijakan tentang pengurangan konsumsi rokok. Sekelompok perokok yang mengonsumsi lebih dari lima batang perhari dikumpulkan. Kemudian mereka dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok pembanding. Eksperimen yang dilakukan adalah dengan mempertontonkan gambar atau foto-foto tentang penyakit akibat merokok. Hipotesis yang dirumuskan menyatakan bahwa memperlihatkan foto-foto atau gambar penyakit akibat merokok kepada perokok dapat mengurangi jumlah konsumsi rokok mereka per hari.

Penelitian Eksakta merupakan penelitian yang masuk pada jenis penelitian kuantitatif dimana penyajian data dalam bentuk angka atau hitungan, juga yang secara khusus berbentuk penelitian ilmu pengetahuan alam(eksakta),  penelitian kimia, penelitian biologi, penelitian pertanian dan lain sebagainya.

Contohnya :  secara khusus meneliti bidang eksakta: Kimia, Fisika, Teknik, dsb.

KULIAH KE 3

1.      Kemukakan menurut pandangan Saudara tentang perbedaan penelitian kuantitatif dengan kualitatif

Penelitian Kualitatif : merupakan sebuah metode yang menekankan pada aspek pemahaman lebih mendalam terhadap suatu masalah daripada melihat sebuah permasalahan. Penelitian kualitatif adalah sebuah penelitian riset yang sifatnya deskripsi, cenderung menggunakan analisis dan lebih menampakkan proses maknanya.

Menurut Para Ahli :

Menurut Sugiyono

Metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat post positivisme. Metode ini digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, (sebagai lawannya eksperimen) di mana peneliti adalah sebagai instrumen kunci. Pengambilan sampel sumber data dilakukan secara purposive dan snowball, teknik pengumpulan dengan tri-anggulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif atau kualitatif dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan arti dari pada generalisasi. Metode penelitian kuantitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan terhadap filsafat positivisme. Metode ini digunakan dalam meneliti terhadap sampel dan populasi penelitian, teknik pengambilan sampel umumnya dilakukan dengan acak atau random sampling. Sedangkan pengumpulan data dilakukan dengan cara memanfaatkan instrumen penelitian yang dipakai. Analisis data yang digunakan bersifat kuantitatif atau bisa diukur dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang ditetapkan sebelumnya.

 

Perbedaan Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif

1. Desain Penelitian

• Kualitatif bersifat umum, fleksibel, dan dinamis. Penelitian kualitatif sendiri dapat berkembang selama proses penelitian berlangsung.

• Kuantitatif memiliki sifat yang khusus, terperinci, dan statis. Alur dari penelitian kuantatif sendiri sudah direncanakan sejak awal dan tidak dapat diubah lagi.

2. Analisis Data

• Kualitatif dapat dianalisis selama proses penelitian berlangsung.

• Kuantitatif dapat dianalisis pada tahap akhir sebelum laporan.

3. Istilah Subjek Penelitian

• Kualitatif memiliki subjek penelitian yang biasa disebut dengan narasumber.

• Kuantitatif memiliki subjek penelitian yang biasa disebut dengan responden.

4. Cara Memandang Fakta

• Kualitatif: Penelitian kualitatif memandang "Fakta/Kebenaran" tergantung pada cara peneliti menginterpretasikan data. Hal ini dikarenakan ada hal-hal kompleks yang tidak bisa sekedar dijelaskan oleh angka, seperti perasaan manusia. Penelitian kuantitatif berangkat dari data yang kemudian dijelaskan oleh teori-teori yang dianggap relevan, untuk menghasilkan suatu teori yang menguatkan teori yang sudah ada.

• Kuantitatif: Penelitian kuantitatif memandang "Fakta/Kebenaran" berada pada objek penelitian di luar sana. Peneliti harus netral dan tidak memihak. Apapun yang ditemukan di lapangan, itulah fakta. Penelitian kuantitatif berangkat dari teori menuju data.

5. Pengumpulan Data

• Kualitatif: Penelitian kualitatif lebih berfokus pada sesuatu yang tidak bisa diukur oleh hitam putih kebenaran, sehingga pada penelitian kualitatif peneliti mengorek data sedalam-dalamnya atas hal-hal tertentu. Sehingga, kualitas penelitian kualitatif tidak terlalu ditentukan oleh banyaknya narasumber yang terlibat, tetapi seberapa dalam peneliti menggali informasi spesifik dari narasumber yang dipilih.

• Kuantitatif: Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan serangkaian instrumen penelitian berupa tes/kuesioner. Data yang terkumpul kemudian dikonversikan menggunakan kategori/kriteria yang sudah ditetapkan sebelumnya. Kualitas penelitian kuantitatif ditentukan oleh banyaknya responden penelitian yang terlibat.

6. Representasi Data

• Kualitatif: Hasil penelitian kualitatif berupa interpretasi peneliti akan sebuah fenomena, sehingga laporan penelitian akan lebih banyak mengandung deskripsi.

• Kuantitatif: Hasil penelitian kuantitatif dipresentasikan dalam bentuk hasil penghitungan matematis. Hasil penghitungan dianggap sebagai fakta yang sudah terkonfirmasi. Keabsahan penelitian kuantitatif sangat ditentukan oleh validitas dan reliabilitas instrumen yang digunakan.

7. Implikasi Hasil Riset

• Kualitatif: Hasil penelitan kualitatif memiliki implikasi yang terbatas pada situasi-situasi tertentu. Sehingga, hasil penelitian kualitatif tidak bisa digeneralisasi dalam setting berbeda.

• Kuantitatif: Hasil penelitian kuantitatif berupa fakta/teori yang berlaku secara umum (generalized). Kapanpun dan di manapun, fakta itu berlaku.

8. Macam Metode

• Kualitatif: Fenomenologi, etnografi, studi kasus, historis, grounded theory.

• Kuantitatif: Eksperimen, survey, korelasi, regresi, analisis jalur, expost facto.

9. Tujuan Penelitian

• Kualitatif: Memperoleh pemahaman mendalam, mengembangkan teori, mendeskripikan realitas dan kompleksitas sosial.

• Kuantitatif: Menjelaskan hubungan antar variabel, menguji teori, melakukan generalisasi fenomena sosial yang diteliti.

10. Jenis Data

• Kualitatif: Deskriptif dan eksploratif

• Kuantitatif: Numerik dan statistik

2.      Kemukakan perbedaan teknik pengumpulan data kuantitatif dengan kualitatif!

Teknik pengumpulan data kuantitatif : kalau kuantitatif lebih ke ke angka atau statistik, begitupun lebih melakukan ke analisis, dan melakukan pengumpulan data melalui kuisioner, subjeknya berasal dari responden.

Teknik pengumpulan data kualitatif : kalau kualitatif mengembangan teori yang sudah ada, kualitatif berupa interpretasi peneliti akan sebuah fenomena, sehingga laporan penelitian akan lebih banyak mengandung deskripsi.

 

3.      Bagaimana caranya membedakan keabsahan data kuantitatif dengan kualitatif!

Perbedaan metode penelitian kualitatif dengan metode penelitian kuantitatif, didapati pula dalam berbedanya istilah-istilah yang digunakan dalam pengujian keabsahan data, yang menghasilkan tingkat kepercayaan (trustworthiness) dari sebuah penelitian. Perbedaan istilah-istilah itu berupa perincian atas pengujian validitas dan reliabilitas yang diurai menjadi 4 (empat) kriteria, yaitu (1) kredibilitas (credibility), (2) keteralihan (transferability), (3) konsistensi/stabilitas (dependability), dan (4) dapat dikonfirmasi (confirmability). Istilah-istilah tersebut digunakan oleh metode penelitian kuantitatif. Metode penelitian kualitatif, berdasarkan pemaparan sesuai urutan 4 (empat) kriteria di atas, menggunakan istilah-istilah berikut; (1) validitas internal (internal validity), (2) validitas eksternal (eksternal validity), (3) reliabilitas (reliability), serta (4) obyektifitas (objectivity) (Sugiyono, 2011, h. 267-270).

 

Metode   Kuantitatif

 

a. Kredibilitas (credibility)
b. Keteralihan (transferability)
c. Konsistensi/stabilitas (dependability)
d. Dapat dikonfirmasi (confirmability)

 

Metode Kualitatif

a. Obyektifitas (objectivity)

b. Reliability (reliability)
c. Validitas internal (internal validity)

d. Validitas external (external validity)

 

KULIAH KE 4

1.     Apa yang saudara ketahui tentang masalah! Dan bagaimanakah cara merumuskan masalah Penelitian!

Masalah adalah sesuatu persoalan  yang harus di selesaikan atau di pecahkan. Cara merumuskan masalah penelitian adalah : Setelah masalah di teliti dan di pilih, maka tibalah saatnya masalah tersebut dirumuskan. Perumusan masalah merupakan titik tolak bagi perumusan hipotesis nantinya, dan dari rumusan masalah dapat menghasilkan topik penelitian atau judul dari penelitian. Umumnya rumusan masalah harus dilakukan dengan kondisi berikut :

  1. Masalah biasanya dirumuskan dalam bentuk pertanyaan.
  2. Rumusan hendaklah jelas dan padat.
  3. Rumusan masalah harus berisi implikasi adanya data untuk memecahkan masalah.
  4. Rumusan masalah harus merupakan dasar dalam membuat hipotesis.
  5. Masalah harus menjadi dasar bagi judul penelitian.

Dari rumusan masalah yang sudah ditentukan, biasanya dari sini kita bisa tentukan judul penelitiannya tersebut.

 

2.     Buatlah contoh rumusan masalah penelitian kuantitatif dan kualitatif!

 

Rumusan masalah penelitian kualitatif: Metode penlitian kualitatif adalah penlitian yang bersifat subjektif dan memperuntutkan pada pengumpulan dan pengolahan data yang bersifat bukan angka (tidak bisa diukur dan dihitung)  seperti pendapat seseorang, gambar, hasil temuan fisik, rekaman, dan lain sebagainya. Bagaimana dengan contoh rumusan masalah kualitatif ? berikut adalah contohnya:

Profil Kecemasan Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Geometri Berpikir Kritis pada ditinjau dari Level Van Hiele

Permasalahan atau Fenomena
Peneliti tertarik melakukan penelitian untuk mengetahui lebih dalam tentang pengaruh tingkat kecemasan siswa terhadap kemampuan berpikir kritis dalam belajar matematika.

Rumusan Masalah

  1. Bagaimanakah profil kecemasan siswa level visualisasi dalam menyelesaikan masalah geometri berpikir kritis?
  2. Bagaimanakah profil kecemasan siswa level analisis dalam menyelesaikan masalah geometri berpikir kritis?
  3. Bagaimanakah profil kecemasan siswa level deduksi informal dalam menyelesaikan masalah geometri berpikir kritis?
  4. Bagaimanakah profil kecemasan siswa level deduksi dalam menyelesaikan masalah geometri berpikir kritis?
  5. Bagaimanakah strategi mengatasi kecemasan siswa yang tinggi?

 

Rumusan masalah penelitian kuantitatif : Rumusan masalah dalam penelitian kuantitatif secara garis besar dikelompokkan menjadi tiga bentuk, yaitu Deskriptif, Asosiatif, dan Komparatif. metode penlitian kuantitatif juga merupakan salah satu metode penlitian yang gemar digunakan oleh banyak peneliti, dimana metode penlitian kuantitatif adalah  penlitian yang bersifat objektif dan memperuntutkan pada pengumpulan dan pengolahan data yang bersifat  angka (bisa diukur dan dihitung) seperti pendapatan seseoran, harga saham, tinggi tanaman, data permintaan dan penawaran, data asset, dan lain sebagainya.

Contohnya :

Penawaran Dan Permintaan Kedelai Indonesia Di Pasar Internasional

Permasalahan atau Fenomena
Pemenuhan akan permintaan kedelai mengalami kendala dikarenakan permintaan kedelai lebih besar daripada penawaran kedelai sehingga pemerintah melakukan impor untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Rumusan Masalah

  1. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi penawaran dan permintaan kedelai di Indonesia
  2. Bagaimana pengaruh harga kedelai dunia terhadap harga kedelai Indonesia
  3. Bagaimana pengaruh harga kedelai Indonesia terhadap impor kedelai Indonesia

 

3.     Apa bedanya Problem Question dengan Problem Statement! Sebutkan langkah-langkah dalam merumuskan masalah penelitian!

 

Perbedaan Problem Question :

 

a.       pertanyaan yang akan menjawab permasalahan yang menjadi persolaan dalam penelitian tersebut, sehingga dapat menentukan arah penelitian tersebut.

b.      Problem Question pertanyaan penelitiannya akan menjawab tujuan khusus peneitian

c.        Problem question merupakan sebuah cara menyusun pertanyaan-pertanyaan yang dapat mendeskripsikan penelitian yang akan dilakukan sehingga bisa menunjukkan arah dari penelitian yang akan dilakukan.

Perbedaan Problem Statement :

·         Problem Statement bukanlah statement yang menyatakan ketiadaan sesuatu merupakan sebuah problem. Seolah-olah kesannya ketiadaan solusi anda merupakan masalah, dan solusi anda menjawab permasalahan tersebut. Misalnya ketidakadaan skedul pembelian yang baik merupakan sumber permasalahan, jadi butuh skedul. Problem Statement seperti ini terkesan anda dari awal sudah memiliki praduga bersalah dan tidak mulai dari kertas kosong bersih.

Problem Statement adalah sebuah langkah awal dalam kita memecahkan permasalahan. Pembuatan Problem Statement membantu kita untuk bisa memformulasikan ruang lingkup, menentukan fokus permasalahan dan membuat sebuah abstraksi dari kompleksitas detail dari permasalahan.

Masalah penelitian merupakan sebuah bidang konsentrasi, sebuah gap ilmu pengetahuan, deviasi standar norma untuk keperluan pemahaman dan investigasi lebih lanjut. Statemen masalah diperlukan sebagai klaim yang outline  penelitian. Hal ini membantu dalam mengidentifikasi proyek penelitian. Statemen penelitian juga berfungsi sebagai pengantar proposal akhir penelitian. Juga mengantarkan pembaca dalam masalah-masalah yang akan ditangani dalam penelitian dan memberikan pernyataan singkat pengantar secara singkat proyek penelitian itu sendiri.

Karakteristik Stetemen masalah

1.      Ini harus mengatasi kesenjangan dalam pengetahuan.

2.      Itu harus cukup signifikan untuk berkontribusi pada badan penelitian yang ada

3.      Ini harus mengarah pada penelitian lebih lanjut

4.      Masalahnya harus membuat dirinya untuk investigasi melalui pengumpulan data

5.      Itu harus menarik bagi peneliti dan sesuai dengan keterampilan, waktu, dan sumber dayanya

6.      Pendekatan menuju penyelesaian masalah harus etis

Cara menulis stetemen masalah

1.      Menjelaskan situasi ideal; menjelaskan bagaimana seharusnya (IDEAL).

2.      Menjelaskan suatu kondisi yang mencegah tujuan, keadaan, atau nilai idel tidak tercapai atau direalisasikan saat ini; menjelaskan bagaimana situasi saat ini gagal mencapai tujuan atau ideal (REALITAS).

3.      Mengidentifikasi cara Anda mengusulkan untuk memperbaiki situasi saat ini dan mendekatkannya ke tujuan atau cita-cita (SOLUSI).

Contoh:

1.      (IDEAL) Berdasarkan peraturan Kemdikbud bahwa kompetensi guru adalah kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian yang terintegrasi. hal tersebut didukung dengan hubungan masing-masing komptensi tersebut saling terjadi keterkaitan dan terintegrasi. Namun,

2.      (REALITAS) Masing-masing kompetensi tersebut selokah A dan B tidak memiliki keterkaitan pada pengetahuan siswa dengan materi bidang studi. Pelatihan-pelatihan yang diadakan masih bekerja sendiri-sendiri seolah-olah terpisah antara kompetensi pengetahuan, kepribadian, dan sosial. Bahkan pemerintah sendiri tidak memberikan solusi bagaimana mengintegrasikan keempat kompetensi tersebut.

3.      (SOLUSI) Untuk merespon masalah tersebut, penelitian perlu melakukan mengidentifikasi hubungan ke empat kompetensi tersebut. Berdasarkan identifikasi tersebut tiap komponen akan diketahui bagaimana hubungan dan bagaimana mengitegrasikannya.

 

4.     Ketentuan atau kriteria apa saja yang menjadi pokok perhatian dalam merumuskan masalah penelitian!

 

Perumusan masalah sangat penting dalam rangka memberikan arah pada keseluruhan rencana dan langkah-langkah yang akan ditempuh dalam kegiatan penelitian, karena rumusan masalah akan memberikan gambaran yang jelas mengenai masalah yang terkandung di dalamnya, sekaligus memberikan petunjuk dalam pengumpulan data. Perumusan masalah tersebut juga perlu disertai oleh penyajian latar belakang penelitian. Rumusan dapat berbentuk kalimat tanya atau pernyataan yang jelas dan padat.

 

Adapun kriteria yang harus dipenuhi dalam rumusan masalah antara lain adalah sebagai berikut:

 

1. Rumusan masalah harus menyatakan hubungan antara dua variabel atau lebih.

2. Dirumuskan dalam bentuk pertanyaan atau pernyataan yang jelas.

3. Rumusan masalah harus padat dan jelas sehingga mudah dipahami oleh orang lain.

4. Rumusan masalah harus mengandung unsur data yang mendukung pemecahan terhadap masalah penelitian.

5. Rumusan masalah harus merupakan dasar dalam membuat hipotesis (kesimpulan sementara)

6. Rumusan masalah harus menjadi dasar dalam menentukan tujuan penelitian.

7. Rumusan masalah harus merupakan dasar dalam mengambil kesimpulan penelitian.

8. Rumusan masalah harus mencerminkan judul penelitian.

 

Contoh rumusan masalah adalah: Bagaimana hubungan antara kecerdasan pelajar dengan peningkatan prestasi belajar? Judul yang tepat bagi rumusan masalah tersebut adalah Pengaruh kecerdasan pelajar terhadap peningkatan prestasi belajar. Dan lain sebagainya.

KULIAH KE 5

1.      Mengapa penelitian sebelumnya sangat penting dalam menyusun kajian pustaka penelitian!

Karena penelitian sebelumnya adalah pusat informasi yang berfungsi sebagai perbandingan antara penelitian yang akan di analisa dengan penelitian sebelumnya, yang nantinya akan di jadikan acuan.

2.      Apa yang dimaksud dengan State of the art dalam kajian pustaka!

Kegiatan penelitian memerlukan hal-hal yang baru (novelty) yang tentu tidak akan diperoleh dari duplikasi dan replikasi. Itu yang oleh para ahli sering disebut sebagai ‘state of the arts’ dalam penelitian yang meliputi siapa saja hingga yang paling terakhir meneliti apa, di mana (jika penelitian lapangan), apa masalahnya, metode apa yang dipakai, dan dengan hasil apa.  Untuk kepentingan praktis agar memudahkan pembaca melihat posisi peneliti pada deretan tema sejenis, state of the arts dibuat dalam bentuk tabel dengan komponen-komponen tersebut. Menyusun  deskripsi  State-of-the-art (SOTA)  adalah  langkah  awal  untuk menunjukkan kebaruan hasil penelitian (Research Novelty) karena mendeskripsikan peta  terkini  atau pencapaian termaju  sampai  dengan  “hari  ini”. Sedangkan  kebaruan disini  diartikan sebagai: sebanyak artikel yang telah dipublikasikan serta sepanjang upaya yang  telah ditelusuri dari berbagai sumber basis data penelitian atau publikasi ilmiah, tidak ada  peneliti  lain  yang  pernah  mempresentasikan  hasil  penelitian  seperti  itu.  Misalnya,

1. Baru  dalam  arti  belum  ditemukan.  Misalnya  pada  titik  pertemuan  Hinduism  dan  Geographical Areas; Other religion dan Marketing; serta Other religion dan Travel.

2. Baru dalam arti  peneliti menunjukkan  aspek yang berbeda  dan baru  daripada riset sebelumnya. Misalnya pada titik Islam dan Destination diperoleh literatur terdahulu sebanyak  13  artikel.  Berdasarkan  observasi  lapangan  dan  13  literatur  terdahulu, mahasiswa  dapat terbantu dalam  menentukan aspek apa  saja yang dapat  memiliki  kebaruan serta belum ditemukan dalam 13 literatur terdahulu.

 

Penelitian sebelumnya berfungsi untuk analisa dan memperkaya pembahasan penelitian, serta membedakannya dengan penelitian yang sedang dilakukan. Dalam penelitian ini disertakan lima jurnal internasional penelitian sebelumnya yang berhubungan dengan konsep brand image. Jurnal tersebut antara lain ;

 

Pada state of the art ini, diambil beberapa contoh penelitian terdahulu sebagai panduan ataupun contoh untuk penelitian yang dilakukan yang nantinya akan menjadi acuan dan perbandingan dalam melakukan penelitian ini. Dalam state of the art ini terdapat 5 jurnal, 3 merupakan jurnal nasional dan 2 lainnya merupakan jurnal internasional.

3.      Mengapa dalam penelitian kualitatif tidak menggunakan hipotesis sedangkan dalam kuantitatif harus ada uji hipotesis! Kemukakan alasannya

-Mengapa penelitian Kuantitatif harus ada uji hipotesis, karena : Hipotesis adalah pernyataan atau dugaan yang bersifat sementara atas suatu masalah penelitian yang kebenarannya masih lemah sehingga harus diuji secara empiris. Dalam sebuah penelitian, hipotesis merupakan pedoman atau petunjuk (guide) karena data yang dikumpulkan adalah data yang berhubungan dengan variabel-variabel yang dinyatakan dalam hipotesis tersebut. Dengan hipotesis, penelitian menjadi jelas arah pengujian data, dengan kata lain hipotesis membimbing peneliti dalam melaksanakan penelitian di lapangan baik sebagai objek pengujian maupun dalam pengumpulan data. Dalam penelitian kuantitatif, sumber-sumber hipotesis yang digunakan adalah teori-teori yang digunakan dalam penelitian, teori tersebut diperoleh dari studi kepustakaan.

-Mengapa penelitian kualitatif tidak menggunakan hipotesis? karena penelitian kualitatif tidak merumuskan hipotesis tetapi justru diharapkan dapat menemukan hipotesis. Selanjutnya hipotesis yang ditemukan tersebut diuji oleh peneliti dengan pendekatan kuantitatif.

KULIAH KE 6

 

1.      Sebagaimana telah dijelaskan dalam pertemuan di google meet. Kemukakan jenis-jenis penelitian yang saudara ketahui! Dan jelaskan dengan lengkap!

 

1. Eksperimen

Yang pertama adalah penelitian eksperimen, penelitian eksperimen sangat berkaitan dengan uji coba dalam mencari kebenaran atau suatu hal yang lain. Dalam kegiatan penelitian eksperimen umum di lakukan pengamatan dari apa yang menjadi objek atau korban eksperimen penelitian. Namun ada kekurangan dari eksperimen salah satunya memiliki risiko yang cukup besar terjadinya kegagalan. Jenis penelitian eksperimen ini terbagi menjadi 4 bagian yaitu pre experimental designquasy exprimentaltrue exprimental design, dan design faktorial.

2. Deskriptif

Jenis penelitian yang kedua adalah penelitian deskriptif, jenis penelitian ini merupakan sebuah kegiatan dalam mendeskripsikan berbagai peristiwa-peristiwa baik yang terjadi pada masa lalu maupun masa sekarang. Penelitian deskriptif memiliki perbedaan yang mencolok dengan penelitian eksperimen yaitu tidak dilakukan-nya perubahan variabel bebas. 3. Korelasional

Jenis penelitian korelasional merupakan sebuah bentuk penelitian yang di dalamnya terdapat kegiatan atau proses pengumpulan data untuk memilih, menentukan dan menggabungkan dua variabel atau pun lebih. Dengan adanya gabungan dua variabel tersebut dapat membuat penelitian lebih memuaskan sesuai tujuan utama penelitian.

4. Penelitian Evaluasi

Penelitian evaluasi adalah sebuah jenis penelitian yang memiliki tujuan untuk mengecek sebuah proses keberlangsungan sebuah logam serta juga waktu yang sama dan menerangkan fakta-fakta yang bersifat kompleks secara keseluruhan serta termasuk dalam program.

5. Penlitian Simulasi

Penelitian simulasi adalah sebuah penelitian yang tujuannya untuk mencari sebuah gambaran dengan melalui sistem dalam skala kecil atau pun yang lebih sederhana yang di mana nantinya di dalam sistem tersebut di lakukan pengendalian dan manipulasi untuk mendapatkan pengaruhnya.

 

2.      Mengapa dalam penelitian kualitatif jenis metode penelitian sering disebut sebagai analisis deskriptif!

Karena di dalam penelitian kualitatif dapat ditemukan pada banyak literatur. Yang dimana  ini menekankan pada ketidakhadiran penggunaan alat-alat statistik dalam penelitian kualitatif. Hal ini tentunya untuk mempermudah dalam membedakan penggunaan metode kualitatif dengan penggunaan metode kuantitatif. Karena metode kuantitatif bergantung pada penggunaan perhitungan dan prosedur analisis statistika.

Sementara itu, metode kualitatif lebih menekankan pada pengamatan fenomena dan lebih meneliti ke subtansi makna dari fenomena tersebut. Analisis dan ketajaman penelitian kualitatif sangat terpengaruh pada kekuatan kata dan kalimat yang digunakan.

 

3.      Kemukakan beberapa pendekatan kualitatif yang sering dilaksanakan dan dilakukan sampai saat ini!

 

Metode penelitian kuantitatif lebih populer dibandingkan dengan metode penelitian kualitatif. Karena metode kuantitatif yang menekankan pada hipotesis-deduktif memiliki keterbatasan dalam menjangkau permasalahan yang diteliti. Dengan keterbatasan tersebut, diperlukan adanya metode alternatif yang bisa menjawab pertanyaan-pernyataan yang tidak bisa dijawab dengan metode penelitian kuantitatif. Metode kualitatif merupakan metode yang fokus pada pengamatan yang mendalam. Dan inilah alasan mengapa, penggunaan metode kualitatif dalam penelitian dapat menghasilkan kajian atas suatu fenomena yang lebih komprehensif. Penelitian kualitatif yang memperhatikan humanisme atau individu manusia dan perilaku manusia merupakan jawaban atas kesadaran bahwa semua akibat dari perbuatan manusia terpengaruh pada aspek-aspek internal individu. Aspek internal tersebut seperti kepercayaan, pandangan politik, dan latar belakang sosial dari individu yang bersangkutan.

KULIAH KE 7

1.      Coba kemukakan dan ringkas kembali perbedaan teknik-pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif!

Perbedaan teknik-teknik pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif yaitu :
-Kualitatif : Memperoleh pemahaman mendalam, mengembangkan teori, mendeskripikan realitas dan kompleksitas sosial.
-Kuantitatif: Menjelaskan hubungan antar variabel, menguji teori, melakukan generalisasi fenomena sosial yang diteliti.

2.      Kemukakan tahapan-tahapan penyusunan analisis data kuantitatif dan kualitatif!

Tahapan-tahapan penyusunan analisis data kualitatif meliputi :


1. Menentukan permasalahan
2. Melakukan studi literatur
3. Penatapan lokasi
4. Studi pendahuluan
5. Penetapan metode pengumpulan data; observasi, wawancara, dokumen, diskusi terarah
6. Analisa data selama penelitian
7. Analisa data setelah; validasi dan reliabilitas
8. Hasil cerita, personal, deskripsi tebal, naratif, dapat dibantu tabel frekuensi.

Sedangkan tahapan-tahapan penyusunan analisis data kuantitatif meliputi :
1. Identifikasi
2. Pemilihan Masalah
3. Perumusan Masalah
4. Perumusan Tujuan dan Manfaat Penelitian
5. Telaah pustaka
6. Pembentukan Kerangka Teori
7. Perumusan hipotesis
8. Definisi Operasional Variabel Penelitian
9. Validitas dan Reliabiltas Instrumen
10. Penetapan Metode Penelitian
11. Pembuatan Rancangan Penelitian
12. Pengumpulan data
13. Pengolahan, Analisis dan Interpretasi Hasil Penelitian
14. Menyusun laporan penelitian

 

3.      Apa bedanya vailidtas data, reliabilitas data, dan triangulasi data!


1. Validitas data : Ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya. Terdapat dua macam validitas penelitian, yaitu; validitas internal dan validitas eksternal.

2. Reliabilitas data : Suatu data dinyatakan reliabel apabila dua atau lebih peneliti dalam obyek yang sama menghasilkan data yang sama, atau peneliti sama dalam waktu yang berbeda menghasilkan data yang sama, atau sekelompok data bila dipecah menjadi dua menunjukkan data yang tidak berbeda.

3. Triangulasi data : Pengecekan data dari berbagai sumber dengan berbagai cara. Dan berbagai waktu dengan demikian terdapat triangulasi sumber, trangulasi teknik pengumpulan data, dan waktu.
Ada 2 triangulasi yakni triangulasi sumber, triangulasi teknik dan triangulasi waktu.

4.      Coba berikan contoh Hipotesis kuantitatif dengan hipotesis kualitatif!

Contoh hipotesis penelitian kuantitatif yaitu : "Siswa yang aktif berorganisasi di kampus memiliki IPK lebih tinggi daripada siswa yang tidak terorganisir secara aktif.”
Harus ditekankan bahwa semua hipotesis yang dirumuskan oleh para peneliti disebut hipotesis kerja (Hk).
Hipotesis di atas adalah hipotesis kerja. Untuk diuji secara statistik, hipotesis perbandingan diperlukan, yang juga disebut H0 (hipotesis nol).

Apa hipotesis perbandingannya?
Hipotesis perbandingan adalah hipotesis yang ditempatkan secara sewenang-wenang untuk membandingkan hipotesis yang bekerja.
Hipotesis perbandingan ini sebenarnya tidak ada, tetapi dalam proses penelitian sosial ini diperlukan karena hipotesis perbandingan ini akan ditinjau nanti.
H0 selalu merupakan formulasi kebalikan dari Hk. Melihat kembali pada undang-undang yang diuraikan di atas, kata H0 berbunyi : “Tidak ada perbedaan dalam IPK antara siswa yang aktif berorganisasi dan siswa yang tidak aktif berorganisasi.”
Setelah perumusan H0, tes hipotesis dilakukan. Tes hipotesis ini adalah uji hipotesis nol.
Hipotesis adalah bagian dari proses analisis data penelitian. Jika analisis menunjukkan bahwa H0 dibuang, Hk diterima.

Untuk penelitian kualitatif tidak terdapat hipotesis

KULIAH KE 9

Setelah saudara membaca beberapa referensi metode penelitian, terutama dalam observasi di lapangan. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika Saudara akan terjun ke lapangan, salah satunya etika penelitian.

Coba diskusikan

1.      Apa saja yang harus saudara siapkan ketika akan melaksanakan observasi di lapangan!

a.       Selalu memperkuat etika dengan lingkungan sosial untuk mencegah cacat data

b.      Berkonsultasi dengan pembimbing saudara (dosen)

c.       Hindari hal-hal yang akan menyulitkan search data

d.      Konsekwensi dengan waktu

e.       Selesaikan tahapan-tahapan metode yang saudara pahami sampai menemukan kesimpulan lapangan.

2.      Bagaimana membedakan observasi langsung dan tidak langsung!

Metode observasi (pengamatan langsung) adalah metode pengumpulan data dengan mengamati secara langsung di lapangan. Mengamati bukan hanya melihat, melainkan juga merekam, menghitung, mengukur, dan mencatat kejadian-kejadian yang ada. Observasi dapat digolongkan sebagai teknik mengumpulkan data jika mempunyai kriteria sebagai berikut.

1.      Digunakana untuk meneliti dan telah direncanakan secara sistematik.

2.      Harus berkaitan dengan tujuan penelitian yang telah direncanakan.

3.      Dicatat secara sistematis dan dihubungkan dengan proporsi umum dan bukan dipaparkan sebagai suatu set yang menarik perhatian saja.

4.      Dapat diperiksa dan dikontrol validitas dan realibilitasnya.

Metode observasi (pengamatan tidak langsung) merupakan kegiatan pengamatan yang tidak dilakukan pada tempat atau lokasi yang telah ditentukan oleh peneliti. Peneliti dapat menggunakan media, seperti internet, media cetak, rekaman audio visual, dan hasil-hasil penelitian sebelumnya yang memiliki latar permasalahan yang sama dengan yang akan diteliti.

 

3.      Silahkan diskusikan perbedaan antara etika dan etiket, kemudian diskusikan juga mengenai permasalahan etika dalam penelitian sosial.

 

Etika: Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), etika diartikan sebagai sebuah bidang ilmu yang mempelajari tentang apa yang baik dan apa yang buruk, serta hak dan kewajiban moral (akhlak). Etika juga diartikan sebagai suatu sikap yang menunjukkan kesedian atau kesanggupan seseorang untuk mentaati ketentuan serta macam macam norma kehidupan lainnya yang berlaku di dalam suatu masyarakat maupun organisasi tertentu. Etika berlaku kapanpun, baik dalam pergaulan dengan orang lain maupun dalam kehidupan pribadi. Dengan kata lain, etika berlaku bagi siapa saja meskipun tidak ada orang yang menyaksikan.

 

Contoh:

a.       Mencuri adalah perbuatan yang dilarang, meskipun ketika melakukan hal itu tidak ada orang lain yang menyaksikan.

b.      Ketika kita meminjam suatu barang, maka barang tersebut nantinya harus tetap dikembalikan, meskipun pihak yang meminjamkan lupa.

 

Etiket: Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), etiket didefinisikan sebagai tata cara (adat, sopan santun, dan lain sebagainya dalam rangka memelihara hubungan yang baik di antara sesama manusia dalam sebuah lingkungan masyarakat. Etiket juga diartikan sebagai suatu sikap seperti sopan santun maupun aturan lainnya yang mengatur tentang hubungan di antara kelompok manusia yang beradab di dalam pergaulan. Sedangkan etiket hanya berlaku dalam pergaulan saja, artinya etiket hanya berlaku ketika ada orang lain yang menyaksikan perbuatan yang kita lakukan, dan ketika tidak ada saksi mata, maka etiket tidak berlaku.

 

Contoh:

Mengangkat kaki ke atas meja, bersendawa, maupun berbicara ketika sedang makan bersama orang lain dianggap perbuatan (cara makan) yang tidak sopan dan melanggar etiket dan tidak boleh dilakukan. Akan tetapi ketika jika perbuatan tersebut dilakukan ketika sedang sendirian (tidak ada saksi mata) maka cara makan yang demikian itu tidaklah melanggar etiket dan boleh dilakukan.

 

Permasalahan Etika Dalam Penelitian Sosial:

Etika dalam suatu penelitian sangat diperlukan, mengingat etika menentukan proses dari awal pencarian masalah suatu penelitian hingga akhir. Peneliti adalah manusia yang memiliki sifat sosial, emosi, rasa suka tidak suka, namun demi berjalannya suatu penelitian, peneliti harus memahami etika terutama saat berhadapan dengan partisipan atau narasumber dari penelitian kita. Jangan sampai karena etika buruk dari peneliti dapat menyebabkan partisipan terganggu sehingga berdampak pada hasil penelitian yang kurang faktual. Terdapat beberapa prosedur yang harus diikuti sebelum terjun melakukan penelitian ke lapangan, yaitu partisipan harus mengetahui detail penelitian dan menyutujui bahwa mereka akan menjadi partisipan melalui sebuah surat persetujuan yang dibuat oleh peneliti. Pemahaman mengenai etika penelitian sosial ini penting karena penelitian kualitatif mengharuskan peneliti untuk dekat dengan objek penelitian dan narasumber dari penelitian kita, sehingga peneliti dapat mengetahui bagaimana sikap yang seharusnya diterapkan dalam setiap langkah dalam membuat penelitian. Paham akan etika tidak langsung membuat penelitian menjadi lebih mudah, karena dalam beberapa penelitian terdahulu masih terdapat peneliti yang kesulitan sehingga peneliti harus menelaah lebih dalam sebuah permasalahan tanpa ada kode etik yang berlaku. Etika dalam Konteks Penelitian Serangka dengan sifatnya yang mandiri, beberapa praktik dalam penelitian menunjang terjadinya etika yang baik, misalnya: pencatatan data yang jujur dan akurat, keterbukaan, dan penghargaan kepada pemilik ide asli sebuah publikasi.

 

4.      Bagaimana membedakan metode ilmah dan metode non-ilmiah?

 

Metode Ilmiah:

a.       Jawaban yang diberikan terhadap permaslahan harus didukung dengan data

b.      Permasalahan harus dirumuskan secara jelas, spesifik dan nampak variable-variabel yang diteliti

c.       Proses pengumpulan data, analisis data, dan penyimpulan harus dilakukan secara logis dan benar

d.      Kesimpulan siap uji oleh siapa pun yang meragukan validitasnya

e.       Hanya digunakan untuk mengkaji hal-hal yang dapat diamati, dapat diukur, empirik

 

Metode Non-Ilmiah:

a.       Permasalahan sering tidak jelas, tetapi bersifat umum dan sumir

b.      Jawaban apapun tidak perlu didukung dengan data

c.       Tidak ada proses pengumpulan data, dan analisis data, meskipun mungkin ditutup dengan suatu kesimpulan

d.      Pengujian terhadap kesimpulan boleh dilakukan atau tidak tanpa membawa akibat berarti bagi kesimpulan pertama

e.       Boleh saja digunakan mengkaji hal apapun termasuk yang paling misterius, supranatural, dan dogmatis

KULIAH KE 10

Forum diskusi ini membahas tentang Ragam Pendekatan Penelitian

  1. Diskusikan objek penelitian dalam beberapa disiplin ilmu sosial (ilmu politik, antropologi, sosiologi, psikologi, ilmu komunikasi)

a.       Ilmu Politik:  objek kajian ilpol adalah meliputi sistem kekuasaan, wibawa, pengaruh, kepentingan, nilai, keyakinan dan agama, pemilikan, status dan sistem ideologi. Dengan maksud lain kajian ilmu politik meliputi:

(1) teori ilmu politik,

(2) lembaga-lembaga politik (undang-undang dasar, pemerintahan nasional, pemerintahan daerah, fungsi ekonomi dan sosial dari pemerintah dan perbandingan lembaga-lembaga politik),

(3) partai politik, dan

(4) hubungan internasional.

 

Objek Kajian Ilmu Politik

Ilmu politik merupakan ilmu yang membahas secara rasional berbagai aspeknegara dan kehidupan politik. Ilmu politik juga merupakan salah satu cabang ilmu-ilmusosial yang memiliki dasar, rangka dan ruang llingkup yang jelas. Dalam perkembangannya ilmu politik bersandar pada sejarah dan filsafat, ilmu ini berkembangsecara pesat serta berdampingan dengan ilmu-ilmu sosial lainnya, seperti sosiologi,antropologi, ekonomi dan psikologi yang saling mempengaruhi. Perkembangan ilmu politik disetiap negara berbeda-beda dan terus meningkatkanmutu dengan banyak mangambil model dari cabang ilmu-ilmu sosial lainnya. Hal initelah banyak mengubah wajah ilmu politik. Berkat berbagai usaha, ilmu politik telahmenjadi ilmu yang terpandang yang perlu dipelajari untuk mengerti kehidupan politik. Politik telah lama diakui sebagai sebuah disiplin ilmu pengetahuan sosial yang berdiri sendiri, karena politik dinilai telah memenuhi kriteria sebagai sebuah disiplinilmu. Perlu digaris bawahi bahwa salah satu syarat untuk bisa dikatakan sebagai sebuahdisiplin ilmu adalah adanya objek. Sementara itu, objek adalah sesuatu yang menjadi pokok pembicaraan. Dengan kata lain, objek merupakan apa yang akan diamati, diteliti,dipelajari, dan dibahas. Dalam penjabarannya, objek itu sendiri terdiri dari objek materidan objek formal. Setiap objek materi dari sebuah disiplin ilmu bisa saja sama denganobjek materi disiplin ilmu lainnya, karena bersifat umum dan merupakan topik yangdibahas secara global tentang pokok persoalan (subject matter). Sedangkan objek formallebih bersifat khusus dan spesifik, karena merupakan pusat perhatian (focus of interest)suatu disiplin ilmu pengetahuan. Objek formal berbeda pada masing-masing disiplin ilmukarena perbedaan sudut pandang, yaitu meninjau sasarannya hanya dari suatu sudut pandang dengan caranya yang khas dan khusus. Jadi, yang membedakan suatu disiplinilmu dengan disiplin ilmu lainnya adalah objek formalnya, walaupun objek materinyasama.

b.      Antropologi:  Obyek dari antropologi adalah manusia dalam kedudukannya sebagai individu, masyarakat, suku bangsa, kebudayaan dan perilakunya. Para antropolog memperhatikan banyak aspek kehidupan manusia. Antara lain perilaku sehari-hari, ritual, upacara dan prosesnya yang mendefinisikan manusia sebagai manusia.

c.       Sosiologi: Objek penelitian dalam sosiologi adalah manusia. Lebih spesifik, sosiologi meneliti manusia dari aspek sosialnya yang disebut sebagai masyarakat. Alasannya karena manusia saling berinteraksi dengan manusia lain dalam sebuah kelompok. masyarakat yang menjadi obyek penelitian sosiologi adalah kesatuan hidup manusia dengan kesatuan masyarakat desa, masyarakat kota, dan lain sebainya sebagai kesatuan yang paling mudah untuk diamati.

d.      Psikologi: Objek penelitian psikologi : manusia dan tingkahlakunya yang selalu hidup dan berkembang.
Objek penelitian ilmu alam : benda mati.

e.       Ilmu Komunikasi: Obyek  penelitiannya  bukan  lagi  suratkabar melainkan offentiche   aussage (pernyataan   umum).  Dalam hal ilmu komunikasi, obyek materia adalah tindakan manusia dalam konteks sosial, sama seperti sosiologi atau antropologi misalnya, dan karenanya masuk dalam rumpun-rumpun ilmu-ilmu sosial. Sedangkan obyek forma ilmu komunikasi adalah komunikasi itu sendiri. 

 

2.      Ambilah contoh permasalahan penelitian yang ada disekitar anda, kemudian tentukan jenis pendekatan penelitian apa yang seharusnya dipilih, dan jelaskan alasan menggunakan  pendekatan tersebut.

Tindakan kriminal, jenis pendekatan yang diambil adalah pendekatan kualitatif karena penelitian ini memiliki beberapa karakteristik, yaitu lebih bersifat umum, fleksibel, dinamis, eksploratif, dan mengalami perkembangan selama proses penelitian berlangsung. Ini dimaksudkan untuk memperoleh data yang lebih mendalam, untuk mengembangkan teori, dan untuk mendeskripsikan realitas serta kompleksitas fenomena tindakan kriminal yang diteliti.

3.      Kemukakan jenis data penelitian yang akan digunakan sebgaimana pertanyaan no.2 dlm diskusi 1?

 

Jenis penelitian deskriptif kualitatif menggambarkan kondisi apa adanya, tanpa memberi perlakuan atau manipulasi pada variable yang diteliti. Jenis penelitian deskriptif kualitatif merupakan jenis penelitian dengan proses memperoleh data bersifat apa adanya. Penelitian ini lebih menekankan makna pada hasilnya.

 

4.      Kemukakan pula langkah-langkah penelitian eksploratif?

Penelitian eksploratif adalah jenis penelitian yang bertujuan untuk menemukan sesuatu yang berupa pengelompokkan suatu gejala, fakta dan kondisi tertentu (Abidin, 2015). Pengertian Penelitian eksploratif juga termasuk ke dalam jenis penelitian sosial yang bertujuan untuk memberikan arti atau definisi dan penjelasan mengenai konsep maupun pola yang digunakan dalam penelitian itu sendiri. Menurut Kotler (2006), menyatakan bahwa penelitian eksploratori adalah salah satu pendekatan penelitian yang digunakan untuk meneliti sesuatu (yang menarik perhatian) yang belum diketahui,belum dipahami, atau belum dikenali dengan baik. Dalam penelitian eksploratif ini, peneliti belum memiliki gambaran tentang definisi atau konsep penelitian.

Penelitian eksplorasi sering bergantung pada teknik seperti:

  1. Penelitian sekunder-seperti meninjau literatur dan / atau data yang tersedia
  2. Pendekatan kualitatif informal, seperti diskusi dengan konsumen, karyawan, manajemen atau pesaing
  3. Penelitian kualitatif formal melalui wawancara mendalam, kelompok terfokus, metode proyektif, studi kasus atau studi percontohan
  4. Internet memungkinkan metode penelitian yang lebih interaktif.

 

langkah-langkah pokok dalam penelitian eksploratif, antara lain:

1.      Ditetapkan terlebih dahulu bidang yang akan diselidiki dan rumuskan masalahnya secara jelas.

2.      Rumuskan tujuan yang akan dicapai.

3.      Lakukan penelaahan kepustakaan untuk mendukung pengumpulan informasi lebih mendalam sewaktu di lapangan.

4.      Susun rancangan pendekatannya, antara lain:

Cara pengumpulan data

Alat pengumpulan data

Sumber Informasi

Latihan para pengumpul data

Kumpulkan data sesuai dengan rancangan yang telah disusun

Susun laporan menurut sistematika tertentu.

KULIAH KE  11

Sebagaimana diketahui penelitian kuantitatif merupakan aktivitas ilmiah untuk mengumpulkan data secara sistematik, mengurutkannya sesuai kategori tertentu, mendeskripsikan dan menginterpretasikan data yang diperoleh dari wawancara atau percakapan biasa, observasi dan dokumementasi. Datanya bisa berupa kata, gambar, foto, catatan-catatan rapat, memo, dan sebagainya. Tahapannya dimulai dari perolehan kasus yang unik, prosesnya berlangsung secara induktif, teori digunakan sebagai piranti untuk memandu peneliti memahami fenomena, lebih menekankan kedalaman daripada keluasan kajian, dan berakhir dengan teori baru. Tujuannya adalah untuk memperoleh pemahaman yang mendalam tentang perilaku, proses interaksi, makna suatu tindakan, nilai, dan pengalaman individu atau kelompok, yang semuanya berlangsung  dalam latar alami.

Diskusikan

1.      Bagaimana mengukur Kualitas penelitian kuantitatif! Coba kaji dari referensi ahli di bidangnya.

penelitian kuantitatif yang memiliki standar baku untuk mengukur kualitasnya, penelitian kualitatif juga mensyaratkan ukuran atau standar tertentu untuk disebut berkualitas. Tahapannya dimulai dari perolehan kasus yang unik, prosesnya berlangsung secara induktif, teori digunakan sebagai piranti untuk memandu peneliti memahami fenomena, lebih menekankan kedalaman daripada keluasan kajian, dan berakhir dengan teori baru. Tujuannya adalah untuk memperoleh pemahaman yang mendalam tentang perilaku, proses interaksi, makna suatu tindakan, nilai, dan pengalaman individu atau kelompok, yang semuanya berlangsung dalam latar alami. Sebaliknya, penelitian kuantitatif berurusan dengan ukuran-ukuran secara statistik yang datanya berupa angka, lebih menekankan keluasan wilayah kajian daripada kedalamannya. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan ketentuan prosedur dan verifikasi yang baku, analisis dilakukan melalui format statistik yang sudah standar, dan hasilnya berupa prediksi atau generalisasi. Tujuannya adalah untuk menjelaskan hubungan antar-variabel melalui pembuktian hipotesis dan berakhir dengan kesimpulan berupa generalisasi. kriteria untuk mengukur kualitas penelitian kuantitatif adalah validitas, reliabilitas, objektivitas dan generalabilitas.

2. Berkaitan dengan pertanyaan nomor 1, apa saja yang menjadi hambatan penelitian kuantitatif dalam meningkatkan kualitasnya!

Pada dasarnya penelitian kuantitatif dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan data yang nantinya akan dipergunakan untuk memecahkan masalah. Oleh karena itu dalam penelitian yang dilakukan harus berangkat dari masalah. Kebanyakan peneliti bahkan berpendapat bahwa menentukan masalah adalah langkah paling pelik dari seluruh proses penelitian.

Dalam melakukan analisis kuantitatif dan kualitatif:
- penelitian kuantitatif membutuhkan data berupa angka angka dan menggunakan proses hitung hitungan dalam analisisnya, maka keaulitan yg sering dihadapi seperti sulitnya menganalisis data kuantitatif jika menggunakan cara manual, adapun jika menggunakan aplikasi seperti SPSS terkadang bagi yg belum mahir maka akan menghadapi masalah seperti hasil yg tidak valid atau reliabel maka si peneliti harus menghitung ulang, kemudian data yg di entri biasanya banyak dan membutuhkan ketelitian sehingga apabila user salah dalam mengentri data maka yg terjadi adalah seperti error
- penelitian kualitatif membutuhkan data berupa hasil deskripsi seperti wawancara,angket dan quisioner maka kesulitan yg kerap di hadapi si peneliti ialah begitu banyaknya data hasil wawancara maka si peneliti harus memilah memilah dulu mana data yg dapat dipakai dan mana data yg tdk terpakai kemudian sipeneliti harus mampu menganalisa jawaban jawaban dari setiap responden untuk dikelompokan berdasarkan tabel analisis yg sdh disiapkan, sehingga peneliti harus bisa mengatur jadwal yg baik agar analisis penelitian kualitatif dengan cepat diaelesaikan

3.  Kemukakan cara menentukan point of view dalam menentukan hasil akhir penelitian kuantitatif!

penggunaan metode penelitian kualitatif juga mengarahkan pusat perhatian kepada cara bagaimana orang memberi makna pada kehidupannya dalam pengertian lain, peneliti menekankan pada titik pandang orang-orang atau yang disebut “people’s point of view”, dan pemaparan hasil penelitian berdasarkan data dan informasi lapangan dengan menarik makna dan konsepnya.

KULIAH KE 12

Ketepatan metodologis tidak saja mencakup ketepatan paradigma dan pendekatan yang dipilih, tetapi juga secara operasional dan prosedural meliputi transparansi atau keterbukaan (expliciteness) bagaimana penelitian dilakukan. Ini mencakup informasi  mengenai subjek yang diteliti secara detail, tingkat kepercayaan subjek, bagaimana data dikumpulkan, direkam, diberi  kode dan selanjutnya dianalisis dan kemungkinan-kemungkinan penolakan temuan oleh subjek.

Diskusikan

1.      Apa yang dimaksud dengan ketepatan paradigma! 

Menurut Thomas Kuhn, paradigma penelitian adalah cara pandang, keyakinan, dan kesepakatan peneliti mengenai cara fokus permasalahan dipahami dan dikaji. Egon G. Guba mengklasifikasikan paradigma penelitian sosial ke dalam tiga aspek, yaitu ontologi, epistemologi, dan metodologi.

Ontologi membahas apa yang ingin diketahui dalam penelitian. Epistemologi menanyakan bagaimana hal tersebut bisa diketahui. Sementara itu, metodologi mencari cara untuk mengetahui sesuatu.

Dari ketiga klasifikasi tersebut terdapat lima paradigma penelitian, yaitu positivisme, konstruktivisme, pragmatisme, subjektivisme, dan kritis.

 

Pada hakekatnya suatu penelitian bertujuan untuk mencari dan menemukan kebenaran atau untuk lebih membenarkan suatu kebenaran. Upaya ini dilakukan oleh para ilmuan sesuai dengan cara pandangannya yang dikenal dengan paradigma. Paradigma adalah cara pandang seseorang mengenai sebuah realitas (Martono, 2015:178). Paradigma merupakan suatu cara pandang untuk memahami komplesitas dunia nyata. Suatu cara pandang dapat memengaruhi pendapat dan sikap seorang ilmuan mengenai realitas (Mulyana, 2008:9). Suatu paradigma digunakan peneliti untuk menggambarkan pilihan suatu kepercayaan yang akan mendasari dan memberi pedoman seluruh proses penelitian. Dengan menggunakan paradigma, peneliti dapat menentukan rumusan masalah, tujuan penelitian dan tipe penjelasan yang digunakan. Kemudian dapat menentukan metode, teknik penentuan subjek penelitian, teknik pengumpulan data, teknik uji keabsahan data dan analisis data, Paradigma konstruktivistik melihat suatu realitas dibentuk oleh berbagai macam latar belakang sebagai bentuk konstruksi realitas tersebut (Pujileksono,2016:27). Realita yang dijadikan sebagai objek penelitian merupakan 134 suatu tindakan sosial dari aktor sosial. Latar belakang yang mengkonstruksi realitas tersebut dilihat dalam bentuk konstruksi mental berdasarkan pengalaman sosial yang dialami oleh aktor sosial sehingga sifatnya lokal dan spesifik. Penelitiannya mempertanyakan mengapa (why). Paradigma penelitian akan menuntun peneliti dalam menentukan pendekatan penelitian. Secara umum pendekatan penelitian meliputi tiga yaitu pendekatan kualitatif, kuantitatif dan campuran yaitu gabungan kualitatif dan kuantitatif (Creswell,2010:4). Pendekatan apa yang digunakan dalam sebuah penelitian bergantung pada cara pandang (paradigma) yang digunakan peneliti terhadap realitas sosial.

 

2.      Pendekatan apa saja dalam mengukur kualitas penelitian Kuantitatif!  

penelitian kuantitatif identik dengan angka angka dalam datanya. dan untuk pengukulan yang cukup berhasil dan efektif dapat menggunakan proses berpikir deduktif untuk mendapatkan hipotesis, kemudian melakukan verifikasi data empiris, dan menguji hipotesis berdasarkan data empiris, serta menarik kesimpulan atas dasar hasil pengujian hipotesis. serta dalam pengolahan data nya dapat menggunakan statistik untuk memperkuat data

 

Pendekatan penelitian kuantitatif didasari oleh filsafat positivisme yang memandang setiap realitas/gejala/fenomena itu dapat diklasifikasikan, relative tetap, konkrit, teramati, terukur, dan hubungan gejala bersifat sebab akibat. Karena itu, sebelum dilakukan penelitian dapat disusun dan dirancang secara detail dan tidak akan berubah-ubah selama penelitian berlangsung. Penelitian ini cenderung dilakukan secara terpisah antara peneliti dengan obyek yang diteliti. Karena itu, proses penelitian dilakukan dari ‘luar’ dengan menggunakan pengukuran disertai analisis secara statistic sehingga penelititan mengimplikasikan, bahwa pendekatan ini menggunakan metode kuantitatif.
Pendekatan Positivistik adalah pendekatan penelitian yang dalam menjawab permaslahan penelitian memerlukan pengukuran yang cermat terhadap variable-variabel obyek yang diteliti guna mendapatkan kesimpulan yang dapat digeneralisasikan, lepas dari konstek waktu dan situasi, karena itu pendekatan ini lebih banyak digunakan dalam penelitian bidang ilmu-ilmu Alam, dan penelitian tertentu dalam ilmu-ilmu social, terutama dalam rangka pengembangan konsep, teori dan disiplin ilmu
Pendekatan ini juga dinamakan metode tradisional, karena metode ini sudah cukup lama digunakan sehingga sudah cukup mentradisi sebagai metode untuk penelitian, selain itu metode ini disebut pula metode scientific karena sudah memenuhi kaidah-kaidah ilmiah yaitu konkrit, empiris, obyektif, terukur, rasional dan sistematis. Metode ini juga disebut metode discovery, karena dengan metode ini dapat ditemukan dan dikembangkan berbagai iptek.
Adapun yang dimaksud dengan pendekatan penelitian kuantitatif adalah metode penelitian yang menekankan pada fenomene-fenomena yang obyektif dan di gunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel-sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrument penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistic dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang ditetapkan.
Adapun hasil dari penelitian merupakan generalisasi dan prediksi berdasarkan hasil-hasil pengukuran yang kebenaran hasil penelitiannya didukung oleh validitas cara/alat yang digunakan.

3.      Coba kemukakan alat pengukur kualitas penelitian kuantitatif dengan Uji Validitas dan Reliabilitas! Berikan contohnya. 

Uji Validitas: Validitas berasal dari kata validity yang mempunyai arti sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukam fungsi ukurannya (Azwar 1986). Selain itu validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan bahwa variabel yang diukur memang benar-benar variabel yang hendak diteliti oleh peneliti (Cooper dan Schindler, dalam Zulganef, 2006). menurut Sugiharto dan Sitinjak (2006), validitas berhubungan dengan suatu peubah mengukur apa yang seharusnya diukur. Validitas dalam penelitian menyatakan derajat ketepatan alat ukur penelitian terhadap isi sebenarnya yang diukur. Uji validitas adalah uji yang digunakan untuk menunjukkan sejauh mana alat ukur yang digunakan dalam suatu mengukur apa yang diukur. Ghozali (2009) menyatakan bahwa uji validitas digunakan untuk mengukur sah,  atau valid tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut.

Reliabilitas instrumen dapat diuji dengan beberapa uji reliabilitas. Beberapa uji reliabilitas suatu instrumen yang bisa digunakan antara lain test-retest, ekuivalen, dan internal consistency. Pengertian dari reliability (rliabilitas) adalah keajegan pengukuran (Walizer, 1987). Ghozali (2009) menyatakan bahwa reliabilitas adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari peubah atau konstruk. Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu. Reliabilitas suatu test merujuk pada derajat stabilitas, konsistensi, daya prediksi, dan akurasi. Pengukuran yang memiliki reliabilitas yang tinggi adalah pengukuran yang dapat menghasilkan data yang reliabel.  

 

Contoh:

a.       Validitas: seorang peneliti yang ingin meneliti mengenai influenza harus memahami definisi influenza. Setelah itu, peneliti akan membuat indikator yang dapat diamati dari definisi flu atau influenza tersebut, seperti penyebab hidung gatalbatuk, bersin, dan lain-lain. Indikator yang spesifik akan memudahkan peneliti dalam proses pengambilan data dan meningkatkan nilai validitas konstruk dari alat ukur tersebut.

b.      Reliabilitas: Jika kita ingin mengevaluasi relibilitas penilaian berpikir kritis, kita dapat membuat serangkaian besar item yang semuanya berkaitan dengan pemikiran kritis dan kemudian secara acak membagi pertanyaan menjadi dua set, yang akan mewakili bentuk paralel.

Contoh :
1. Validitas : penilaian terhadap sikap seseorang terhadap A, ternyata isi kuisionernya berisi konsep-konsep sikap terhadap B, maka instrumen tersebut tidak akan valid, karena tidak mengukur apa yang ingin diukur oleh peneliti.

Jika ingin meneliti mengenai kesehatan anak, maka peneliti yang telah membuat alat ukur (seperti kuesioner) mengenai kesehatan anak dapat memeriksakan kuesioner yang telah dibuat pada dokter anak atau suster yang bertugas di rumah sakit anak.

2. Reliabilitas : koefisien korelasi positif dan signifikan maka instrumen tersebut sudah dinyatakan reliable. Pengujian cara ini sering juga disebut stability.

KULIAH KE 13

1.      Apa saja yang harus saudara tuliskan dalam isian Kesimpulan! Dan faktor-faktor apa yang menyebabkan terjadinya kesalahan dalam menulis kesimpulan dalam skripsi!

 

Yang harus dituliskan dalam isian kesimpulan adalah yang menjadi ringkasan atau point dari materi-materi yang sudah dibahas dalam isi skripsi, kesimpulan juga sebagai pernyataan mengenai generalisasi dari hasil penelitian, yaitu kesimpulan yang ditujukan pada populasi. Dan dalam membuat kesimpulan hanya ada satu kesimpulan untuk satu hipotesis. 

 

Kesimpulan harus berisi:
- Ringkasan jawaban dari permasalahan penelitian
- Deduksi atau pengambilan kesimpulan dari uraian sebelumnya
- Pendapat personal terkait dengan penelitian yang dilakukan
- Menuliskan keterbatasan selama penelitian
- Menuliskan saran penelitian lanjutan yang bisa dilakukan
- Ditulis secara singkat dan padat
- Tidak boleh menuliskan data-data yang merupakan bagian dari pembahasan.

Faktor-faktornya yaitu:

- Tidak menuliskan pendapat pribadi
- Kalimatnya terlalu berbelit
- Kalimatnya berulang-ulang
- Terdapat kalimat yang tidak berkaitan dengan penelitian yang dilakukan
- Mengulang sama persis dengan apa yang sudah dituliskan sebelumnya di bagian analisis

 

2.      Kemukakan cara menulis parafrase dan ringkasan, karena kedua ini relevan dengan menulis kesimpulan!

 

Parafrase:

Parafrase adalah cara penyampaian suatu gagasan atau konsep dalam bahasa lain yang relevan, tanpa mengurangi maupun menambah isi konten aslinya. Sesuai dengan fungsinya, parafrase dipakai dalam berbagai bentuk karya tulis, seperti artikel, jurnal, berita, hingga berbagai jenis teks lainnya. Tujuan dari penggunaan parafrase adalah untuk menghindari kemungkinan terjadinya plagiarisme, khususnya pada karya tulis yang menggunakan banyak sumber referensi dalam proses penulisannya. Parafrase digunakan sebagai alternatif lain dari metode quoting atau pengutipan, dalam urusan menulis. 

 

Cara Menulis Prafarase:

1.      Pahami konsep dasar tulisan

Dapatkan konsep dasar tulisan dengan meng-highlight kata kunci, untuk dapat membuat parafrase tulisan, hal pertama yang mesti kamu lakukan adalah dengan memahami konsep dasar serta struktur kalimat yang digunakan di dalam tulisan tersebut.  Kunci utama agar kamu dapat memahami apa yang dimaksud oleh sang penulis adalah dengan membaca sumber referensi tersebut secara berulang-ulang. Seperti kata pepatah, banyak baca, banyak tahu.  Dengan memahami gagasan yang disampaikan dalam tulisan, kamu jadi bisa menerjemahkan kembali isi dan konteks yang diperlukan ke dalam karya tulis kamu.

 

2.      Perkaya kosakata dan istilah 

Contoh platform penyedia sinonim kata digital. Cara parafrase dasar sudah di tangan, selanjutnya adalah menceritakan kembali memakai gaya bahasa kamu sendiri. Caranya mudah saja, yaitu dengan menggunakan kata pengganti yang memiliki arti serupa dengan teks aslinya. Maka dari itu, kamu harus sering-sering membaca banyak sumber referensi tulisan untuk memperkaya kosakata kamu. Jangan lupa juga mencari istilah-istilah yang sedang tren dan banyak digunakan dalam bidang yang ingin kamu bahas.  Tidak perlu khawatir, bukan kreativv ID namanya, kalau kami tidak membocorkan tips profesional. Kamu bisa memanfaatkan platform pencari sinonim kata yang tersedia secara gratis di internet.

 

3.      Belajar pengetahuan umum.

Teks yang wajib dikutip serta diberikan referensi atau juga disebut sitasi, adalah informasi spesifik yang kamu temukan pada suatu sumber dan jarang diketahui oleh orang banyak. Misalnya seperti penjelasan fenomena masyarakat digital di era Industri 4.0 atau manfaat musik klasik untuk meningkatkan kecerdasan. Berbeda lagi kalau informasi yang kamu gunakan dalam tulisan merupakan pengetahuan umum atau common knowledge yang diketahui secara luas. Informasi yang termasuk dalam pengetahuan umum dapat berupa tanggal lahir dan wafatnya tokoh-tokoh penting, kejadian alam sehari-hari, berbagai peristiwa bersejarah, dan masih banyak lagi. 

Teknik atau Langkah Membuat Rangkuman

1.      Bacalah semua teks bacaan kemudian tandailah bagian yang dianggap sangat penting.

2.      Kemudian tuliskan informasi yang kamu anggap penting itu dengan informasi pendukung.

3.      Setelah itu buatlah kerangka kemudian kembangkan menjadi sebuah rangkuman.

4.      Kemudian bacalah kembali hasil rangkuman yang kamu buat dengan teks bacaan asli, maka kamu akan melihat kelebihan dari sebuah rangkuman tanpa merubah makna dari teks bacaan yang kamu rangkum. 

 

3.      Buatlah contoh tulisan kesimpulan yang baik dan benar!

BAB V
PENUTUP

1.      Kesimpulan

Seiring dengan berkembangnya zaman dari waktu ke waktu, yang kemudian disebut sebagai era Globalisasi, pengaktualisasian pengamalan-pengamalan Pancasila dan UUD 1945 dalam berbagai bidang dikehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia sangat penting. Ini demi kebaikan dan kemajuan bersama. Globalisasi tidak bisa dihindari, yang bisa kita lakukan adalah menyesuaikannya dengan kehidupan yang bermoral dan beragama di Indonesia. Jika kita hanya bisa menyesuaikan diri dengan era globalisasi tanpa menyaring dengan kebudayaan Pancasila, maka hanya akan sia-sia saja dan justru akan mengalami kemunduran. Kemunduran moral khususnya.

 

2.      Kritik dan Saran

Menurut saya, masih banyak hal-hal di Indonesia yang perlu diperbaiki demi menyambut era globalisasi. Bidang-bidang dasar seperti politik, ekonomi, sosial & budaya, serta hukum harus banyak mengalami perubahan mengarah kepada yang lebih baik. Globalisasi tidak bisa kita hindari, tetapi kita perlu untuk tetap menanamkan pengamalan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945 demi terciptanya Indonesia yang lebih maju namun tetap mempertahankan ciri ke-Indonesia-an-nya. Saya yakin meskipun secanggih-canggihnya perubahan zaman nanti, apabila kita tetap berpegang teguh terhadap kedua pedoman tersebut, maka kehidupan negara ini akan menjadi semakin baik kedepannya, aamiin.

KULIAH KE 14

Setiap cara membuat abstrak yang dibuat terdiri dari tiga paragraf : 

Pertama memuat : judul penelitian, rumusan masalah, latar belakang dan tujuan penelitian. 

Kedua memuat : metode penelitian, teknik analisa data, landasan teori. 

Ketiga memuat : hasil atau kesimpulan yang diperoleh dari penelitian yang sudah dilakukan.

1.      Berdasarkan tahapan tersebut coba buat contoh absrak yang tepat!

Studi ini mengkaji kurangnya partisipasi masyarakat untuk memberikan hak suaranya dalam pemilihan kepala daerah di DKI Jakarta pada periode 2017-2022 atau di kenal dengan Golongan Putih. Studi ini juga bertujuan untuk  mengedukasi dan memberika pemahan terhadap pembaca bahwa sangat pentingnya berperan dalam pesta demokrasi yang diadakan 5 tahun sekali dalam pemilihan kepala daerah terlebih di DKI Jakarta.  Studi ini juga menggunakan analisis referensi yang berasal dari teori, ataupun penelitian sebelumnya. Berpartisipasi dalam pemilihan kepala daerah itu sangat penting dan untuk tidak GolPut! Hal ini di karenakan ini untuk menentukan kemajuan dari daerah tersebut. 

Keywords : Kepala Daerah, Paartisipasi Politik, Golongan Putih.

 

 

Dalam menuliskannya, ada beberapa kaidah yang harus kita pahami sebagaimana sebagai sebuah syarat formal penelitian, ada beberapa aturan yang harus kita taati. Ini dia  kaidah penulisan abstrak yang perlu kita sudah pelajari dari berbagai referensi yang saudara baca.

2.      Diskusikan kaidah-kaidah dalam penulisan abtsrak tersebut!

Jumlah Kata

Cara penulisan abstrak yang pertama adalah jumlah kata maksimal adalah 150 kata. jumlah demikian merupakan aturan umum yang perlu dipahami oleh setiap peneliti. 150 kata bukan mejadi jumlah yang mutlak terpenuhi. Namun, aturan yang berlaku di Indonesia saat ini adalah jumlah kata yang digunakan dalam penulisan abstrak adalah berkisar antara 100 sampai 150 suku kata.

Jarak Antar Baris

Setelah mengetahui jumlah kata yang diperlukan selanjutnya mengetahui bahwa spasi penulisan antar baris dalam cara membuat abstrak adalah spasi 1 (single spacing). Hal ini bertujuan untuk memadatkan abstrak yang dibuat serta dapat mencakup abstra bahasa indonesia dan abstrak bahasa Inggris dalam satu halaman.

 

Penulisan Bahasa Asing

Penggunaan bahasa asing dalam abstrak yang dibuat harus dicetak miring dalam penulisannya. Dengan penulisan bahasa asing tidak hanya mencakup bahasa Inggris tetapi juga bahasa ilmiah yang akan ditulis dengan dalam penulisan abstrak.

Jumlah Paragaraf

Contoh abstrak karya tulis ilmiah yang ada terdiri dari tiga paragraf. Hal ini merupakan ketentuan umum yang dibuat dalam cara penulisan abstrak yang baik. Setiap cara membuat abstrak yang dibuat terdiri dari tiga paragraf :

Pertama memuat : judul penelitian, rumusan masalah, latar belakang dan tujuan penelitian.

Kedua memuat : metode penelitian, teknik analisa data, landasan teori.

Ketiga memuat :  hasil atau kesimpulan yang diperoleh dari penelitian yang sudah dilakukan.

Namun, Dalam literasi lain didapatkan bahwasanya jumlah paragraf dalam penulisan abstrak hanya terdiri dari satu paragraf yang mencakup tiga pargraf diatas. Untuk itu, ada baiknya kamu menanyakan kepada dosen ataupun pembimbing kamu mengenai jumlah paragraf yang digunakan dalam penelitian yang akan kami kerjakan.

Bahasa

Dalam Penulisan Abstrak Bahasa yang digunakan adalah bahasa induk dan bahasa global. Dalam hal ini bahasa induk adalaha bahasa Indonesia dan bahasa global alaha bahasa Inggris yang digunakan sebagai bahasa penulas abstrak.

Kata kunci

Pada akhir cara membuat abstrak diberikan kata kunci yang terkait dengan penelitian yang dilakukan. Jumlah kata kunci yang diberikan sekitar 3 sampai 5 kata yang dipisahkan dengan tanda koma (,).

Penulisan Singkat, Padat, dan Jelas

Didalam penulisan abstrak yang akan dibuat perlu memnulis abstrak yang singkat, padat, dan jelas. Sehingga, jumlah kata yang digunakan tidak boros. Serta, poin yang ingin dibahas didalam setiap paragraf yang dibuat tidak keluar dari penulisan abstrak yang baik dan benar.

3.      Hal-hal apa saja yang harus dihindari dari penulisan abstrak yang kurang tepat!

 

Menurt saya yang harus dihindari dari penulisan abstrak yang kurang tepat adalah bertele-tele, atau diluar dari topik atau point pembahasan, dan menggunakan bahasa yang mudah dipahami.


a. Menyampaikan informasi tentang latar belakang dengan panjang lebar (tidak fokus).
b. Menggunakan kutipan atau referensi dari sumber pustaka lain di luar artikel.
c. Menggunakan kalimat-kalimat yang tidak lengkap atau tidak efektif.
d. Menggunakan singkatan atau istilah yang tidak umum.

 

4.      Kemukakan perbedaan "open access" dan "free access" dalam abstract internasional! 

a.     Open Access (OA) atau akses terbuka merupakan jalan alternatif dalam menyebarkan informasi ilmiah kepada seluruh dunia tanpa dibatasi ruang dan waktu. OA berarti pembukaan akses informasi online maupun digital tanpa memerlukan biaya dan izin terlebih dahulu kepada penerbit rujukan ilmiah yang ingin diunduh. OA dapat berlaku bagi jurnal maupun karya tulis mahasiswa, dosen ataupun staf Perguruan Tinggi.

b.     Free Access (FA) bagi mereka yang satu-satunya artikel yang diterbitkan tersedia secara bebas membingungkan penulis dengan publikasi gratis. Banyak penerbit mencantumkan jurnal mereka di bawah istilah Free Journal dan oleh jurnal gratis yang mereka maksudkan jurnal akses terbuka yang membingungkan banyak penulis.

Etnis Tionghoa Pasca Orde Baru dan Politik Identitasnya

Etnis Tionghoa Pasca Orde Baru dan Politik Identitasnya             Etnisitas adalah sekelompok manusia yang memiliki kesamaan latar b...