RINGKASAN MATERI KULIAH KE 1
SAMPAI KE 14 DALAM MATA KULIAH METODE
PENELITIAN SOSIAL
KULIAH KE 1
1. Sebagaimana
telah dibicarakan lebih awal bahwa Indonesia masih tertinggal jauh dalam
perkembangan ekonomi karena kurangnya sumber daya. Sebetulnya berbagai bidang
kita teringgal tidak hanya di bidang ekonomi. Mutu lulusan penelitian kita
memang rendah hal ini dibuktikan dengan perbandingan keahlian kelulusan kita di
level internasional tidak mampu bersaing bahkan dikatakan jago kandang.
Sedangkan jikalau kita melihat SDA yang begitu berlimpah, kita tidak bisa
berbuat banyak hanya sebagai penonton.
Diskusikan
Apa
solusi yang terbaik dalam menghadapi rendahnya pe-riset kita di abad 21!
Jawaban:
Hal
sederhana sekali ketika sebenarnya banyak sekali potensi yang lahir dari negeri
ini, namun sayangnya justru seakan di tutupi dan tidak di dukung dengan baik,
tidak adanya aspresiasi dari negara untuk warga negara Indonesia yang
berkembang dengan semestinya, kebanyakan mereka yang berprestasi justru memilih
jalan pintas ke negeri sebrang karena kebanyakan negara luarlah yang mampu
menghargai hasil karya mereka. Hal serupa juga terjadi ketika adanya hacker
yang berasal dari Indonesia, harusnya negara memberikan wadah untuk mereka agar
bakatnya tersalurkan dengan baik, karena bisa saja dengan kurangnya wadah malah
disalahgunakan.
2. Dalam
berita: PRN = Prioritas Riset Nasional"
"PRN 2020-2024 diarahkan
terutama untuk mendukung agenda prioritas Nawa Cita ke-6,
yaitu "Meningkatkan Produktivitas Rakyat dan Daya Saing di Pasar
Internasional". Agenda ini diuraikan menjadi 11 (sebelas) subagenda prioritas yang
salah satu di antaranya adalah "Meningkatkan Kapasitas Inovasi dan
Teknologi"
Diskusikan
Apa yang dimaksud dengan
kapasitas inovasi dan teknologi! Bagaimana saudara memberikan rekomendasinya
kepada pemerintah untuk meningkakan hasil penelitian!
Jawaban: Menurut saya dengan kapasitas inovasi dan teknologi adalah
dengan melakukan penelian sebaik mungkin dengan adanya bantuan dari pemerintah
juga, terlebih di era sekarang yang sudah melakukan segala kegiatan serba
digital.
3. Berkaitan
dengan uraian pada diskusi 1 sebelumnya, bahwa peran kita adalah mengoptimalkan
segala kemampuan kita untuk menghasilkan kualitas pe-riset bertaraf internasional
apapun kegiatannya.
Diskusikan
Bagaimana caranya
meningkatkan ketertarikan kita pada kegiatan "meneliti"!
Jawaban: Menurut saya seharusnya di sediakan wadah yang bisa membuat
potensi anak bangsa berkembang, yang mana hal ini bisa menjadi feedback baik
juga untuk negeri ini, selain di adakannya wadah yang baik begitupun fasilitas
pelayanan pubik yang sudah seharusnya sudah menjadi dukungan pemerintah untuk
warganya. Dan kalau bisa sedari kecil biasakan untuk adanya budaya literasi
wajib, jadi bukan dari bacaan buku berbahasa Indonesia saja, namun juga bisa
dengan bahasa Inggris, yang di mana hal ini mampu meningkatkan potensi dalam
speaking juga, dan dengn adanya kemauan dan tekad, dengan di mulai juga dengan
membiasakan diri untuk membaca, pasti berhasil.
KULIAH KE 2
1. Dalam
memahami suatu metode penelitian diawali dengan membedakan ilmu pengetahuan dan
pengetahuan. Coba kemukakan perbedaan tersebut!
Walaupun seperti sama namun ilmu
pengetahuan dan pengetahuan memiliki perbedaan, yaitu : Perbedaan ilmu dan pengetahuan sendiri sebenarnya lebih
kepada pemahaman tentang teori-teori yang dikaji. Selain itu, ilmu dan
pengetahuan merupakan dua hal yang tidak bisa lepas. Maka dari itu keduanya
memiliki perbedaan tetapi masih saling keterkaitan satu sama lain. Secara
informasi yang didapat ilmu dan pengetahuan memiliki perbedaan pada pengolahan
informasi tersebut. Ilmu lebih kepada pengolahan informasi atau segala sesuatu
menggunakan teori, cara, dan, metode ilmiah tertentu. Sedangkan pengetahuan hanya
mengetahui sebuah informasi atau segala sesuatu secara terbatas. Dalam hal ini
berarti ilmu masih mengolah lebih lanjut informasi lebih lanjut sedangkan
pengetahuan hanya sekedar menerima informasi saja, dan dapat diketahui bahwa
pengetahuan hanya sekedar tahu terhadap informasi bahkan tanpa mengolahnya
terlebih dahulu. Tidak sama halnya dengan ilmu yang masih harus mengolah sebuah
informasi untuk mengetahui kebenarannya terlebih dahulu..
Dan bahwa ilmu juga merupakan serangkaian proses
untuk mengkaji setiap kejadian sehingga menjadi satu kesatuan ilmu pengetahuan
yang bisa dipelajari. Sedangkan pengetahuan adalah apa saja yang dipelajari dan
diketahui atas dasar kesadaran ingin tahu terhadap informasi yang disampaikan
oleh ilmu.
2. Coba
kemukakan apa yang mendasari suatu kebenaran ilmiah itu merefleksikan
penelitian!
yang mendasari suatu keberanaran
ilmiah merefleksikan penilitian adalah karena di dasari oleh ilmu pengetahuan,
yang nantinya akan di kaji dan di pelajari, dan dengan ada kebenaran ilmiah
sendiri, muncul dari hasil penelitian ilmiah yang artinya suatu kebenaran tidak
akan muncul tanpa adanya tahapan-tahapan yang harus dilalui oleh memperoleh
ilmiah, yang dimana kebenaran imu bertumbu pada objek ilmu itu sendiri, ilmu
sendiri bisa bervariasi disebabkan objek dan metode, yang secara umum bertujuan
untuk mencapai kebenaran yang objektif.
3. Coba
kemukakan apa yang dimaksud dengan penelitian eksakta dan eksperimen! Dan
berikanlah contoh masing masing-masing!
Penelitian
Eksperimen dilakukan untuk mengetahui hubungan sebab-akibat
antar variabel. Dalam penelitian sosial, riset eksperimental biasanya
melibatkan lebih dari dua variabel karena permasalahan sosial yang selalu
kompleks. Desain penelitian riset eksperimental dapat menerapkan pendekatan
kualitatif atau pun kuantitatif. Eksperimen merupakan penelitian yang bersifat
coba-coba atau menguji sebuah hipotesis atau
mengenali hubungan sebab akibat dengan maksud tertentu. Jenis penelitian
eksperimen dibagi lagi menjadi empat jenis yaitu pre experimental, true experimental, quasy experimental dan design
factorial.
Contoh :
Pemerintah akan menerapkan kebijakan tentang pengurangan konsumsi rokok.
Sekelompok perokok yang mengonsumsi lebih dari lima batang perhari dikumpulkan.
Kemudian mereka dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan
kelompok pembanding. Eksperimen yang dilakukan adalah dengan mempertontonkan
gambar atau foto-foto tentang penyakit akibat merokok. Hipotesis yang
dirumuskan menyatakan bahwa memperlihatkan foto-foto atau gambar penyakit
akibat merokok kepada perokok dapat mengurangi jumlah konsumsi rokok mereka per
hari.
Penelitian Eksakta
merupakan penelitian yang masuk pada jenis penelitian kuantitatif dimana
penyajian data dalam bentuk angka atau hitungan, juga yang secara khusus
berbentuk penelitian ilmu pengetahuan alam(eksakta), penelitian kimia, penelitian biologi,
penelitian pertanian dan lain sebagainya.
Contohnya
: secara khusus meneliti bidang eksakta: Kimia, Fisika,
Teknik, dsb.
KULIAH KE 3
1.
Kemukakan menurut
pandangan Saudara tentang perbedaan penelitian kuantitatif dengan kualitatif
Penelitian
Kualitatif : merupakan sebuah metode yang menekankan pada aspek pemahaman lebih
mendalam terhadap suatu masalah daripada melihat sebuah permasalahan.
Penelitian kualitatif adalah sebuah penelitian riset yang sifatnya deskripsi,
cenderung menggunakan analisis dan lebih menampakkan proses maknanya.
Menurut Para Ahli :
Menurut Sugiyono
Metode
penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat
post positivisme. Metode ini digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang
alamiah, (sebagai lawannya eksperimen) di mana peneliti adalah sebagai
instrumen kunci. Pengambilan sampel sumber data dilakukan secara purposive dan
snowball, teknik pengumpulan dengan tri-anggulasi (gabungan), analisis data
bersifat induktif atau kualitatif dan hasil penelitian kualitatif lebih
menekankan arti dari pada generalisasi. Metode penelitian kuantitatif adalah
metode penelitian yang berlandaskan terhadap filsafat positivisme. Metode ini
digunakan dalam meneliti terhadap sampel dan populasi penelitian, teknik
pengambilan sampel umumnya dilakukan dengan acak atau random sampling. Sedangkan
pengumpulan data dilakukan dengan cara memanfaatkan instrumen penelitian yang
dipakai. Analisis data yang digunakan bersifat kuantitatif atau bisa diukur
dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang ditetapkan sebelumnya.
Perbedaan Penelitian Kualitatif dan
Kuantitatif
1. Desain
Penelitian
• Kualitatif bersifat umum,
fleksibel, dan dinamis. Penelitian kualitatif sendiri dapat berkembang selama
proses penelitian berlangsung.
• Kuantitatif memiliki sifat yang
khusus, terperinci, dan statis. Alur dari penelitian kuantatif sendiri sudah
direncanakan sejak awal dan tidak dapat diubah lagi.
2. Analisis
Data
• Kualitatif dapat dianalisis selama
proses penelitian berlangsung.
• Kuantitatif dapat dianalisis pada
tahap akhir sebelum laporan.
3. Istilah
Subjek Penelitian
• Kualitatif memiliki subjek
penelitian yang biasa disebut dengan narasumber.
• Kuantitatif memiliki subjek
penelitian yang biasa disebut dengan responden.
4. Cara
Memandang Fakta
• Kualitatif: Penelitian kualitatif
memandang "Fakta/Kebenaran" tergantung pada cara peneliti
menginterpretasikan data. Hal ini dikarenakan ada hal-hal kompleks yang tidak
bisa sekedar dijelaskan oleh angka, seperti perasaan manusia. Penelitian
kuantitatif berangkat dari data yang kemudian dijelaskan oleh teori-teori yang
dianggap relevan, untuk menghasilkan suatu teori yang menguatkan teori yang
sudah ada.
• Kuantitatif: Penelitian
kuantitatif memandang "Fakta/Kebenaran" berada pada objek penelitian
di luar sana. Peneliti harus netral dan tidak memihak. Apapun yang ditemukan di
lapangan, itulah fakta. Penelitian kuantitatif berangkat dari teori menuju
data.
5.
Pengumpulan Data
• Kualitatif: Penelitian kualitatif
lebih berfokus pada sesuatu yang tidak bisa diukur oleh hitam putih kebenaran,
sehingga pada penelitian kualitatif peneliti mengorek data sedalam-dalamnya
atas hal-hal tertentu. Sehingga, kualitas penelitian kualitatif tidak terlalu
ditentukan oleh banyaknya narasumber yang terlibat, tetapi seberapa dalam
peneliti menggali informasi spesifik dari narasumber yang dipilih.
• Kuantitatif: Pengumpulan data
dilakukan dengan menggunakan serangkaian instrumen penelitian berupa
tes/kuesioner. Data yang terkumpul kemudian dikonversikan menggunakan
kategori/kriteria yang sudah ditetapkan sebelumnya. Kualitas penelitian kuantitatif
ditentukan oleh banyaknya responden penelitian yang terlibat.
6. Representasi Data
• Kualitatif: Hasil penelitian
kualitatif berupa interpretasi peneliti akan sebuah fenomena, sehingga laporan
penelitian akan lebih banyak mengandung deskripsi.
• Kuantitatif: Hasil penelitian
kuantitatif dipresentasikan dalam bentuk hasil penghitungan matematis. Hasil
penghitungan dianggap sebagai fakta yang sudah terkonfirmasi. Keabsahan
penelitian kuantitatif sangat ditentukan oleh validitas dan reliabilitas instrumen
yang digunakan.
7. Implikasi
Hasil Riset
• Kualitatif: Hasil penelitan
kualitatif memiliki implikasi yang terbatas pada situasi-situasi tertentu.
Sehingga, hasil penelitian kualitatif tidak bisa digeneralisasi dalam setting
berbeda.
• Kuantitatif: Hasil penelitian
kuantitatif berupa fakta/teori yang berlaku secara umum (generalized). Kapanpun
dan di manapun, fakta itu berlaku.
8. Macam
Metode
• Kualitatif: Fenomenologi,
etnografi, studi kasus, historis, grounded theory.
• Kuantitatif: Eksperimen, survey,
korelasi, regresi, analisis jalur, expost facto.
9. Tujuan
Penelitian
• Kualitatif: Memperoleh pemahaman
mendalam, mengembangkan teori, mendeskripikan realitas dan kompleksitas sosial.
• Kuantitatif: Menjelaskan hubungan
antar variabel, menguji teori, melakukan generalisasi fenomena sosial yang
diteliti.
10. Jenis
Data
• Kualitatif: Deskriptif dan
eksploratif
• Kuantitatif: Numerik dan statistik
2.
Kemukakan perbedaan
teknik pengumpulan data kuantitatif dengan kualitatif!
Teknik
pengumpulan data kuantitatif : kalau kuantitatif lebih ke ke angka atau
statistik, begitupun lebih melakukan ke analisis, dan melakukan pengumpulan
data melalui kuisioner, subjeknya berasal dari responden.
Teknik
pengumpulan data kualitatif : kalau kualitatif mengembangan teori yang sudah
ada,
kualitatif berupa interpretasi peneliti akan sebuah fenomena, sehingga laporan
penelitian akan lebih banyak mengandung deskripsi.
3.
Bagaimana caranya
membedakan keabsahan data kuantitatif dengan kualitatif!
Perbedaan
metode penelitian kualitatif dengan metode penelitian kuantitatif, didapati
pula dalam berbedanya istilah-istilah yang digunakan dalam pengujian keabsahan
data, yang menghasilkan tingkat kepercayaan (trustworthiness) dari sebuah penelitian. Perbedaan
istilah-istilah itu berupa perincian atas pengujian validitas dan reliabilitas
yang diurai menjadi 4 (empat) kriteria, yaitu (1) kredibilitas (credibility), (2) keteralihan (transferability), (3)
konsistensi/stabilitas (dependability),
dan (4) dapat dikonfirmasi (confirmability).
Istilah-istilah tersebut digunakan oleh metode penelitian kuantitatif. Metode
penelitian kualitatif, berdasarkan pemaparan sesuai urutan 4 (empat) kriteria
di atas, menggunakan istilah-istilah berikut; (1) validitas internal (internal validity), (2) validitas
eksternal (eksternal validity),
(3) reliabilitas (reliability),
serta (4) obyektifitas (objectivity) (Sugiyono,
2011, h. 267-270).
Metode
Kuantitatif
a.
Kredibilitas (credibility)
b. Keteralihan (transferability)
c. Konsistensi/stabilitas (dependability)
d. Dapat dikonfirmasi (confirmability)
Metode
Kualitatif
a. Obyektifitas
(objectivity)
b.
Reliability (reliability)
c. Validitas internal (internal
validity)
d. Validitas
external (external validity)
KULIAH KE 4
1.
Apa yang saudara
ketahui tentang masalah! Dan bagaimanakah cara merumuskan masalah Penelitian!
Masalah adalah sesuatu persoalan yang harus di selesaikan atau di pecahkan.
Cara merumuskan masalah penelitian adalah : Setelah masalah di teliti dan
di pilih, maka tibalah saatnya masalah tersebut dirumuskan. Perumusan
masalah merupakan titik tolak bagi perumusan hipotesis nantinya, dan dari
rumusan masalah dapat menghasilkan topik penelitian atau judul dari penelitian.
Umumnya rumusan masalah harus dilakukan dengan kondisi berikut :
- Masalah biasanya dirumuskan dalam
bentuk pertanyaan.
- Rumusan hendaklah jelas dan padat.
- Rumusan masalah harus berisi
implikasi adanya data untuk memecahkan masalah.
- Rumusan masalah harus merupakan dasar
dalam membuat hipotesis.
- Masalah harus menjadi dasar bagi
judul penelitian.
Dari rumusan masalah yang sudah
ditentukan, biasanya dari sini kita bisa tentukan judul penelitiannya tersebut.
2.
Buatlah contoh rumusan
masalah penelitian kuantitatif dan kualitatif!
Rumusan masalah penelitian kualitatif: Metode penlitian
kualitatif adalah penlitian yang bersifat subjektif dan memperuntutkan pada
pengumpulan dan pengolahan data yang bersifat bukan angka (tidak bisa diukur
dan dihitung) seperti pendapat seseorang, gambar, hasil temuan
fisik, rekaman, dan lain sebagainya. Bagaimana dengan contoh rumusan masalah
kualitatif ? berikut adalah contohnya:
|
Profil Kecemasan Siswa dalam Menyelesaikan Masalah
Geometri Berpikir Kritis pada ditinjau dari Level Van Hiele |
|
Permasalahan
atau Fenomena
|
Rumusan masalah penelitian kuantitatif : Rumusan masalah
dalam penelitian kuantitatif secara garis besar dikelompokkan menjadi tiga
bentuk, yaitu Deskriptif, Asosiatif, dan Komparatif.
metode penlitian kuantitatif juga merupakan salah satu metode penlitian yang gemar
digunakan oleh banyak peneliti, dimana metode penlitian kuantitatif
adalah penlitian yang bersifat objektif dan memperuntutkan pada
pengumpulan dan pengolahan data yang bersifat angka (bisa diukur dan
dihitung) seperti pendapatan seseoran, harga saham, tinggi tanaman, data
permintaan dan penawaran, data asset, dan lain sebagainya.
Contohnya :
|
Penawaran Dan Permintaan Kedelai Indonesia Di Pasar
Internasional |
|
Permasalahan
atau Fenomena
|
3.
Apa bedanya Problem Question dengan Problem Statement!
Sebutkan langkah-langkah dalam merumuskan masalah penelitian!
Perbedaan
Problem Question :
a.
pertanyaan yang akan menjawab permasalahan yang
menjadi persolaan dalam penelitian tersebut, sehingga dapat menentukan arah
penelitian tersebut.
b.
Problem Question
pertanyaan penelitiannya akan menjawab tujuan khusus peneitian
c.
Problem
question merupakan sebuah cara menyusun pertanyaan-pertanyaan yang dapat
mendeskripsikan penelitian yang akan dilakukan sehingga bisa menunjukkan arah
dari penelitian yang akan dilakukan.
Perbedaan
Problem Statement :
·
Problem Statement bukanlah statement yang menyatakan
ketiadaan sesuatu merupakan sebuah problem. Seolah-olah kesannya ketiadaan
solusi anda merupakan masalah, dan solusi anda menjawab permasalahan tersebut.
Misalnya ketidakadaan skedul pembelian yang baik merupakan sumber permasalahan,
jadi butuh skedul. Problem Statement seperti ini terkesan anda dari awal sudah
memiliki praduga bersalah dan tidak mulai dari kertas kosong bersih.
Problem
Statement adalah sebuah langkah
awal dalam kita memecahkan permasalahan. Pembuatan Problem Statement membantu
kita untuk bisa memformulasikan ruang lingkup, menentukan fokus permasalahan
dan membuat sebuah abstraksi dari kompleksitas detail dari permasalahan.
Masalah penelitian merupakan sebuah bidang konsentrasi,
sebuah gap ilmu pengetahuan, deviasi standar norma untuk keperluan pemahaman
dan investigasi lebih lanjut. Statemen masalah diperlukan sebagai klaim yang
outline penelitian. Hal ini membantu dalam mengidentifikasi proyek
penelitian. Statemen penelitian juga berfungsi sebagai pengantar proposal akhir
penelitian. Juga mengantarkan pembaca dalam masalah-masalah yang akan ditangani
dalam penelitian dan memberikan pernyataan singkat pengantar secara singkat
proyek penelitian itu sendiri.
Karakteristik
Stetemen masalah
1. Ini harus
mengatasi kesenjangan dalam pengetahuan.
2. Itu harus
cukup signifikan untuk berkontribusi pada badan penelitian yang ada
3. Ini harus
mengarah pada penelitian lebih lanjut
4. Masalahnya
harus membuat dirinya untuk investigasi melalui pengumpulan data
5. Itu harus menarik
bagi peneliti dan sesuai dengan keterampilan, waktu, dan sumber dayanya
6. Pendekatan
menuju penyelesaian masalah harus etis
Cara menulis stetemen masalah
1. Menjelaskan
situasi ideal; menjelaskan bagaimana seharusnya (IDEAL).
2. Menjelaskan
suatu kondisi yang mencegah tujuan, keadaan, atau nilai idel tidak tercapai
atau direalisasikan saat ini; menjelaskan bagaimana situasi saat ini gagal
mencapai tujuan atau ideal (REALITAS).
3. Mengidentifikasi
cara Anda mengusulkan untuk memperbaiki situasi saat ini dan mendekatkannya ke
tujuan atau cita-cita (SOLUSI).
Contoh:
1.
(IDEAL) Berdasarkan peraturan Kemdikbud bahwa
kompetensi guru adalah kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan
kepribadian yang terintegrasi. hal tersebut didukung dengan hubungan
masing-masing komptensi tersebut saling terjadi keterkaitan dan
terintegrasi. Namun,
2. (REALITAS)
Masing-masing kompetensi tersebut selokah A dan B tidak memiliki keterkaitan
pada pengetahuan siswa dengan materi bidang studi. Pelatihan-pelatihan yang
diadakan masih bekerja sendiri-sendiri seolah-olah terpisah antara kompetensi
pengetahuan, kepribadian, dan sosial. Bahkan pemerintah sendiri tidak
memberikan solusi bagaimana mengintegrasikan keempat kompetensi tersebut.
3. (SOLUSI)
Untuk merespon masalah tersebut, penelitian perlu melakukan mengidentifikasi
hubungan ke empat kompetensi tersebut. Berdasarkan identifikasi tersebut tiap
komponen akan diketahui bagaimana hubungan dan bagaimana mengitegrasikannya.
4.
Ketentuan atau kriteria
apa saja yang menjadi pokok perhatian dalam merumuskan masalah penelitian!
Perumusan masalah sangat
penting dalam rangka memberikan arah pada keseluruhan rencana dan
langkah-langkah yang akan ditempuh dalam kegiatan penelitian, karena rumusan
masalah akan memberikan gambaran yang jelas mengenai masalah yang terkandung di
dalamnya, sekaligus memberikan petunjuk dalam pengumpulan data. Perumusan masalah tersebut juga perlu disertai oleh
penyajian latar belakang penelitian. Rumusan dapat berbentuk kalimat tanya atau
pernyataan yang jelas dan padat.
Adapun kriteria yang harus
dipenuhi dalam rumusan masalah antara lain adalah sebagai berikut:
1. Rumusan masalah harus menyatakan hubungan antara
dua variabel atau lebih.
2. Dirumuskan dalam bentuk pertanyaan atau pernyataan
yang jelas.
3. Rumusan masalah harus padat dan jelas sehingga
mudah dipahami oleh orang lain.
4. Rumusan masalah harus mengandung unsur data yang
mendukung pemecahan terhadap masalah penelitian.
5. Rumusan masalah harus merupakan dasar dalam membuat
hipotesis (kesimpulan sementara)
6. Rumusan masalah harus menjadi dasar dalam
menentukan tujuan penelitian.
7. Rumusan masalah harus merupakan dasar dalam
mengambil kesimpulan penelitian.
8. Rumusan masalah harus mencerminkan judul
penelitian.
Contoh rumusan masalah adalah: Bagaimana hubungan
antara kecerdasan pelajar dengan peningkatan prestasi belajar? Judul yang tepat
bagi rumusan masalah tersebut adalah Pengaruh kecerdasan pelajar terhadap
peningkatan prestasi belajar. Dan lain sebagainya.
KULIAH KE 5
1. Mengapa penelitian sebelumnya sangat penting dalam menyusun
kajian pustaka penelitian!
Karena penelitian sebelumnya adalah pusat informasi yang
berfungsi sebagai perbandingan antara penelitian yang akan di analisa dengan
penelitian sebelumnya, yang nantinya akan di jadikan acuan.
2. Apa yang dimaksud dengan State of the art dalam kajian
pustaka!
Kegiatan penelitian memerlukan hal-hal
yang baru (novelty) yang tentu tidak akan diperoleh dari duplikasi dan
replikasi. Itu yang oleh para ahli sering disebut sebagai ‘state of the arts’
dalam penelitian yang meliputi siapa saja hingga yang paling terakhir meneliti
apa, di mana (jika penelitian lapangan), apa masalahnya, metode apa yang
dipakai, dan dengan hasil apa. Untuk kepentingan praktis agar memudahkan
pembaca melihat posisi peneliti pada deretan tema sejenis, state of the arts
dibuat dalam bentuk tabel dengan komponen-komponen tersebut. Menyusun deskripsi
State-of-the-art (SOTA)
adalah langkah awal
untuk menunjukkan kebaruan hasil penelitian (Research Novelty) karena
mendeskripsikan peta terkini atau pencapaian termaju sampai
dengan “hari ini”. Sedangkan kebaruan disini diartikan sebagai: sebanyak artikel
yang telah dipublikasikan serta sepanjang upaya yang telah ditelusuri
dari berbagai sumber basis data penelitian atau
publikasi ilmiah, tidak ada
peneliti lain yang
pernah mempresentasikan hasil
penelitian seperti “itu”.
Misalnya,
1.
Baru dalam arti
belum ditemukan. Misalnya
pada titik pertemuan
Hinduism dan Geographical Areas; Other religion dan Marketing;
serta Other religion dan Travel.
2.
Baru dalam arti peneliti
menunjukkan aspek yang berbeda dan baru
daripada riset sebelumnya. Misalnya pada titik Islam dan Destination
diperoleh literatur terdahulu sebanyak
13 artikel. Berdasarkan
observasi lapangan dan
13 literatur terdahulu, mahasiswa dapat terbantu dalam menentukan aspek apa saja yang dapat memiliki
kebaruan serta belum ditemukan dalam 13 literatur terdahulu.
Penelitian
sebelumnya berfungsi untuk analisa dan memperkaya pembahasan penelitian, serta
membedakannya dengan penelitian yang sedang dilakukan. Dalam penelitian ini
disertakan lima jurnal internasional penelitian sebelumnya yang berhubungan
dengan konsep brand image. Jurnal tersebut antara lain ;
Pada
state of the art ini, diambil beberapa contoh penelitian terdahulu sebagai
panduan ataupun contoh untuk penelitian yang dilakukan yang nantinya akan
menjadi acuan dan perbandingan dalam melakukan penelitian ini. Dalam state of
the art ini terdapat 5 jurnal, 3 merupakan jurnal nasional dan 2 lainnya
merupakan jurnal internasional.
3. Mengapa dalam penelitian kualitatif tidak menggunakan
hipotesis sedangkan dalam kuantitatif harus ada uji hipotesis! Kemukakan
alasannya
-Mengapa penelitian Kuantitatif harus ada uji hipotesis,
karena : Hipotesis adalah pernyataan atau dugaan yang bersifat sementara atas
suatu masalah penelitian yang kebenarannya masih lemah sehingga harus diuji
secara empiris. Dalam sebuah penelitian, hipotesis merupakan pedoman atau
petunjuk (guide) karena data yang dikumpulkan adalah data yang berhubungan dengan
variabel-variabel yang dinyatakan dalam hipotesis tersebut. Dengan hipotesis,
penelitian menjadi jelas arah pengujian data, dengan kata lain hipotesis
membimbing peneliti dalam melaksanakan penelitian di lapangan baik sebagai
objek pengujian maupun dalam pengumpulan data. Dalam penelitian kuantitatif,
sumber-sumber hipotesis yang digunakan adalah teori-teori yang digunakan dalam
penelitian, teori tersebut diperoleh dari studi kepustakaan.
-Mengapa penelitian kualitatif tidak menggunakan hipotesis?
karena penelitian
kualitatif tidak merumuskan hipotesis tetapi justru diharapkan dapat menemukan
hipotesis. Selanjutnya hipotesis yang ditemukan tersebut diuji oleh peneliti
dengan pendekatan kuantitatif.
KULIAH KE 6
1. Sebagaimana telah dijelaskan dalam pertemuan di google meet.
Kemukakan jenis-jenis penelitian yang saudara ketahui! Dan jelaskan dengan
lengkap!
1.
Eksperimen
Yang pertama adalah penelitian
eksperimen, penelitian eksperimen sangat berkaitan dengan uji coba dalam
mencari kebenaran atau suatu hal yang lain. Dalam kegiatan penelitian
eksperimen umum di lakukan pengamatan dari apa yang menjadi objek atau korban
eksperimen penelitian. Namun ada kekurangan dari eksperimen salah satunya
memiliki risiko yang cukup besar terjadinya kegagalan. Jenis penelitian
eksperimen ini terbagi menjadi 4 bagian yaitu pre experimental design, quasy exprimental, true
exprimental design, dan design
faktorial.
2.
Deskriptif
Jenis penelitian yang kedua adalah
penelitian deskriptif, jenis penelitian ini merupakan sebuah kegiatan dalam
mendeskripsikan berbagai peristiwa-peristiwa baik yang terjadi pada masa lalu
maupun masa sekarang. Penelitian deskriptif memiliki perbedaan yang mencolok
dengan penelitian eksperimen yaitu tidak dilakukan-nya perubahan variabel bebas.
3.
Korelasional
Jenis penelitian korelasional merupakan
sebuah bentuk penelitian yang di dalamnya terdapat kegiatan atau proses
pengumpulan data untuk memilih, menentukan dan menggabungkan dua variabel atau
pun lebih. Dengan adanya gabungan dua variabel tersebut dapat membuat
penelitian lebih memuaskan sesuai tujuan utama penelitian.
4.
Penelitian Evaluasi
Penelitian evaluasi adalah sebuah jenis
penelitian yang memiliki tujuan untuk mengecek sebuah proses keberlangsungan
sebuah logam serta juga waktu yang sama dan menerangkan fakta-fakta yang
bersifat kompleks secara keseluruhan serta termasuk dalam program.
5. Penlitian
Simulasi
Penelitian simulasi adalah sebuah
penelitian yang tujuannya untuk mencari sebuah gambaran dengan melalui sistem
dalam skala kecil atau pun yang lebih sederhana yang di mana nantinya di dalam
sistem tersebut di lakukan pengendalian dan manipulasi untuk mendapatkan
pengaruhnya.
2.
Mengapa dalam penelitian kualitatif jenis metode
penelitian sering disebut sebagai analisis deskriptif!
Karena di
dalam penelitian kualitatif dapat ditemukan pada banyak literatur. Yang
dimana ini menekankan pada
ketidakhadiran penggunaan alat-alat statistik dalam penelitian kualitatif. Hal
ini tentunya untuk mempermudah dalam membedakan penggunaan metode kualitatif
dengan penggunaan metode kuantitatif. Karena metode kuantitatif bergantung pada
penggunaan perhitungan dan prosedur analisis statistika.
Sementara itu, metode kualitatif lebih menekankan pada
pengamatan fenomena dan lebih meneliti ke subtansi makna dari fenomena
tersebut. Analisis dan ketajaman penelitian kualitatif sangat terpengaruh pada
kekuatan kata dan kalimat yang digunakan.
3.
Kemukakan beberapa
pendekatan kualitatif yang sering dilaksanakan dan dilakukan sampai saat ini!
Metode penelitian kuantitatif lebih populer dibandingkan
dengan metode penelitian kualitatif. Karena metode kuantitatif yang menekankan
pada hipotesis-deduktif memiliki keterbatasan dalam menjangkau permasalahan
yang diteliti. Dengan keterbatasan tersebut, diperlukan adanya metode
alternatif yang bisa menjawab pertanyaan-pernyataan yang tidak bisa dijawab
dengan metode penelitian kuantitatif. Metode kualitatif merupakan metode yang
fokus pada pengamatan yang mendalam. Dan inilah alasan mengapa, penggunaan
metode kualitatif dalam penelitian dapat menghasilkan kajian atas suatu
fenomena yang lebih komprehensif. Penelitian kualitatif yang memperhatikan
humanisme atau individu manusia dan perilaku manusia merupakan jawaban atas
kesadaran bahwa semua akibat dari perbuatan manusia terpengaruh pada
aspek-aspek internal individu. Aspek internal tersebut seperti kepercayaan,
pandangan politik, dan latar belakang sosial dari individu yang bersangkutan.
KULIAH
KE 7
1. Coba kemukakan dan ringkas kembali perbedaan teknik-pengumpulan data kuantitatif
dan kualitatif!
Perbedaan teknik-teknik pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif
yaitu :
-Kualitatif : Memperoleh pemahaman mendalam,
mengembangkan teori, mendeskripikan realitas dan kompleksitas sosial.
-Kuantitatif: Menjelaskan hubungan antar
variabel, menguji teori, melakukan generalisasi fenomena sosial yang diteliti.
2. Kemukakan
tahapan-tahapan penyusunan analisis data kuantitatif dan kualitatif!
Tahapan-tahapan penyusunan analisis data kualitatif meliputi
:
1. Menentukan permasalahan
2. Melakukan studi literatur
3. Penatapan lokasi
4. Studi pendahuluan
5. Penetapan metode pengumpulan data; observasi,
wawancara, dokumen, diskusi terarah
6. Analisa data selama penelitian
7. Analisa data setelah; validasi dan
reliabilitas
8. Hasil cerita, personal, deskripsi tebal,
naratif, dapat dibantu tabel frekuensi.
Sedangkan tahapan-tahapan penyusunan analisis
data kuantitatif meliputi :
1. Identifikasi
2. Pemilihan Masalah
3. Perumusan Masalah
4. Perumusan Tujuan dan Manfaat Penelitian
5. Telaah pustaka
6. Pembentukan Kerangka Teori
7. Perumusan hipotesis
8. Definisi Operasional Variabel Penelitian
9. Validitas dan Reliabiltas Instrumen
10. Penetapan Metode Penelitian
11. Pembuatan Rancangan Penelitian
12. Pengumpulan data
13. Pengolahan, Analisis dan Interpretasi Hasil
Penelitian
14. Menyusun laporan penelitian
3.
Apa bedanya vailidtas data, reliabilitas data, dan
triangulasi data!
1. Validitas data : Ketepatan dan kecermatan
suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya. Terdapat dua macam validitas
penelitian, yaitu; validitas internal dan validitas eksternal.
2. Reliabilitas data : Suatu data dinyatakan
reliabel apabila dua atau lebih peneliti dalam obyek yang sama menghasilkan
data yang sama, atau peneliti sama dalam waktu yang berbeda menghasilkan data
yang sama, atau sekelompok data bila dipecah menjadi dua menunjukkan data yang
tidak berbeda.
3. Triangulasi data : Pengecekan data dari
berbagai sumber dengan berbagai cara. Dan berbagai waktu dengan demikian
terdapat triangulasi sumber, trangulasi teknik pengumpulan data, dan waktu.
Ada 2 triangulasi yakni triangulasi sumber,
triangulasi teknik dan triangulasi waktu.
4.
Coba berikan contoh Hipotesis kuantitatif dengan hipotesis
kualitatif!
Contoh hipotesis penelitian kuantitatif yaitu : "Siswa
yang aktif berorganisasi di kampus memiliki IPK lebih tinggi daripada siswa
yang tidak terorganisir secara aktif.”
Harus ditekankan bahwa semua hipotesis yang
dirumuskan oleh para peneliti disebut hipotesis kerja (Hk).
Hipotesis di atas adalah hipotesis kerja. Untuk
diuji secara statistik, hipotesis perbandingan diperlukan, yang juga disebut H0
(hipotesis nol).
Apa hipotesis perbandingannya?
Hipotesis perbandingan adalah hipotesis yang
ditempatkan secara sewenang-wenang untuk membandingkan hipotesis yang bekerja.
Hipotesis perbandingan ini sebenarnya tidak ada,
tetapi dalam proses penelitian sosial ini diperlukan karena hipotesis
perbandingan ini akan ditinjau nanti.
H0 selalu merupakan formulasi kebalikan dari Hk.
Melihat kembali pada undang-undang yang diuraikan di atas, kata H0 berbunyi :
“Tidak ada perbedaan dalam IPK antara siswa yang aktif berorganisasi dan siswa
yang tidak aktif berorganisasi.”
Setelah perumusan H0, tes hipotesis dilakukan.
Tes hipotesis ini adalah uji hipotesis nol.
Hipotesis adalah bagian dari proses analisis
data penelitian. Jika analisis menunjukkan bahwa H0 dibuang, Hk diterima.
Untuk penelitian kualitatif tidak terdapat
hipotesis
KULIAH KE 9
Setelah
saudara membaca beberapa referensi metode penelitian, terutama dalam observasi
di lapangan. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika Saudara akan
terjun ke lapangan, salah satunya etika penelitian.
Coba
diskusikan
1. Apa
saja yang harus saudara siapkan ketika akan melaksanakan observasi di lapangan!
a.
Selalu memperkuat etika dengan lingkungan sosial untuk
mencegah cacat data
b.
Berkonsultasi dengan pembimbing saudara (dosen)
c.
Hindari hal-hal yang akan menyulitkan search data
d.
Konsekwensi dengan waktu
e.
Selesaikan tahapan-tahapan metode yang saudara pahami
sampai menemukan kesimpulan lapangan.
2. Bagaimana
membedakan observasi langsung dan tidak langsung!
Metode observasi (pengamatan langsung) adalah metode pengumpulan data dengan
mengamati secara langsung di lapangan. Mengamati bukan hanya melihat, melainkan
juga merekam, menghitung, mengukur, dan mencatat kejadian-kejadian yang ada.
Observasi dapat digolongkan sebagai teknik mengumpulkan data jika mempunyai
kriteria sebagai berikut.
1. Digunakana untuk meneliti dan telah direncanakan
secara sistematik.
2. Harus berkaitan dengan tujuan penelitian yang telah
direncanakan.
3. Dicatat secara sistematis dan dihubungkan dengan
proporsi umum dan bukan dipaparkan sebagai suatu set yang menarik perhatian
saja.
4. Dapat diperiksa dan dikontrol validitas dan
realibilitasnya.
Metode
observasi (pengamatan tidak langsung) merupakan
kegiatan pengamatan yang tidak dilakukan pada tempat atau lokasi yang telah
ditentukan oleh peneliti. Peneliti dapat menggunakan media, seperti internet,
media cetak, rekaman audio visual, dan hasil-hasil penelitian sebelumnya yang
memiliki latar permasalahan yang sama dengan yang akan diteliti.
3.
Silahkan diskusikan perbedaan antara etika dan etiket,
kemudian diskusikan juga mengenai permasalahan etika dalam penelitian sosial.
Etika: Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), etika diartikan
sebagai sebuah bidang ilmu yang mempelajari tentang apa yang baik dan apa yang
buruk, serta hak dan kewajiban moral (akhlak). Etika juga diartikan
sebagai suatu sikap yang menunjukkan kesedian atau kesanggupan seseorang untuk
mentaati ketentuan serta macam
macam norma kehidupan lainnya yang
berlaku di dalam suatu masyarakat maupun organisasi tertentu. Etika
berlaku kapanpun, baik dalam pergaulan dengan orang lain maupun dalam kehidupan
pribadi. Dengan kata lain, etika berlaku bagi siapa saja meskipun tidak ada
orang yang menyaksikan.
Contoh:
a. Mencuri
adalah perbuatan yang dilarang, meskipun ketika melakukan hal itu tidak ada
orang lain yang menyaksikan.
b. Ketika kita
meminjam suatu barang, maka barang tersebut nantinya harus tetap dikembalikan,
meskipun pihak yang meminjamkan lupa.
Etiket: Menurut Kamus
Besar Bahasa Indonesia (KBBI), etiket didefinisikan sebagai tata cara (adat,
sopan santun, dan lain sebagainya dalam rangka memelihara hubungan yang baik di
antara sesama manusia dalam sebuah lingkungan masyarakat. Etiket juga
diartikan sebagai suatu sikap seperti sopan santun maupun aturan lainnya yang
mengatur tentang hubungan di antara kelompok manusia yang beradab di dalam
pergaulan. Sedangkan etiket hanya berlaku dalam pergaulan saja,
artinya etiket hanya berlaku ketika ada orang lain yang menyaksikan perbuatan
yang kita lakukan, dan ketika tidak ada saksi mata, maka etiket tidak berlaku.
Contoh:
Mengangkat kaki ke atas meja, bersendawa, maupun berbicara ketika sedang
makan bersama orang lain dianggap perbuatan (cara makan) yang tidak sopan dan
melanggar etiket dan tidak boleh dilakukan. Akan tetapi ketika jika perbuatan
tersebut dilakukan ketika sedang sendirian (tidak ada saksi mata) maka cara
makan yang demikian itu tidaklah melanggar etiket dan boleh dilakukan.
Permasalahan
Etika Dalam Penelitian Sosial:
Etika dalam suatu penelitian sangat
diperlukan, mengingat etika menentukan proses dari awal pencarian masalah suatu
penelitian hingga akhir. Peneliti adalah manusia yang memiliki sifat sosial,
emosi, rasa suka tidak suka, namun demi berjalannya suatu penelitian, peneliti
harus memahami etika terutama saat berhadapan dengan partisipan atau narasumber
dari penelitian kita. Jangan sampai karena etika buruk dari peneliti dapat
menyebabkan partisipan terganggu sehingga berdampak pada hasil penelitian yang
kurang faktual. Terdapat beberapa prosedur yang harus diikuti sebelum terjun
melakukan penelitian ke lapangan, yaitu partisipan harus mengetahui detail
penelitian dan menyutujui bahwa mereka akan menjadi partisipan melalui sebuah
surat persetujuan yang dibuat oleh peneliti. Pemahaman mengenai etika
penelitian sosial ini penting karena penelitian kualitatif mengharuskan
peneliti untuk dekat dengan objek penelitian dan narasumber dari penelitian
kita, sehingga peneliti dapat mengetahui bagaimana sikap yang seharusnya
diterapkan dalam setiap langkah dalam membuat penelitian. Paham akan etika
tidak langsung membuat penelitian menjadi lebih mudah, karena dalam beberapa
penelitian terdahulu masih terdapat peneliti yang kesulitan sehingga peneliti harus
menelaah lebih dalam sebuah permasalahan tanpa ada kode etik yang berlaku. Etika
dalam Konteks Penelitian Serangka
dengan sifatnya yang mandiri, beberapa praktik dalam penelitian menunjang
terjadinya etika yang baik, misalnya: pencatatan
data yang jujur dan akurat, keterbukaan, dan penghargaan kepada pemilik ide
asli sebuah publikasi.
4.
Bagaimana membedakan
metode ilmah dan metode non-ilmiah?
Metode Ilmiah:
a.
Jawaban yang diberikan terhadap permaslahan harus
didukung dengan data
b.
Permasalahan harus dirumuskan secara jelas, spesifik
dan nampak variable-variabel yang diteliti
c.
Proses pengumpulan data, analisis data, dan
penyimpulan harus dilakukan secara logis dan benar
d.
Kesimpulan siap uji oleh siapa pun yang meragukan
validitasnya
e.
Hanya digunakan untuk mengkaji hal-hal yang dapat
diamati, dapat diukur, empirik
Metode Non-Ilmiah:
a.
Permasalahan sering tidak jelas, tetapi bersifat umum
dan sumir
b.
Jawaban apapun tidak perlu didukung dengan data
c.
Tidak ada proses pengumpulan data, dan analisis data,
meskipun mungkin ditutup dengan suatu kesimpulan
d.
Pengujian terhadap kesimpulan boleh dilakukan atau
tidak tanpa membawa akibat berarti bagi kesimpulan pertama
e.
Boleh saja digunakan mengkaji hal apapun termasuk yang
paling misterius, supranatural, dan dogmatis
KULIAH
KE 10
Forum diskusi ini membahas tentang Ragam Pendekatan
Penelitian
- Diskusikan objek penelitian dalam beberapa
disiplin ilmu sosial (ilmu politik, antropologi, sosiologi, psikologi,
ilmu komunikasi)
a. Ilmu
Politik: objek kajian ilpol adalah meliputi sistem
kekuasaan, wibawa, pengaruh, kepentingan, nilai, keyakinan dan agama,
pemilikan, status dan sistem ideologi. Dengan maksud lain kajian ilmu politik
meliputi:
(1) teori ilmu politik,
(2) lembaga-lembaga
politik (undang-undang dasar, pemerintahan nasional, pemerintahan daerah,
fungsi ekonomi dan sosial dari pemerintah dan perbandingan lembaga-lembaga
politik),
(3) partai politik, dan
(4) hubungan
internasional.
Objek
Kajian Ilmu Politik
Ilmu politik merupakan ilmu yang
membahas secara rasional berbagai aspeknegara dan kehidupan politik. Ilmu
politik juga merupakan salah satu cabang ilmu-ilmusosial yang memiliki dasar,
rangka dan ruang llingkup yang jelas. Dalam perkembangannya ilmu politik bersandar
pada sejarah dan filsafat, ilmu ini berkembangsecara
pesat serta berdampingan dengan ilmu-ilmu sosial lainnya, seperti
sosiologi,antropologi, ekonomi dan psikologi yang saling mempengaruhi.
Perkembangan ilmu politik disetiap negara berbeda-beda dan terus
meningkatkanmutu dengan banyak mangambil model dari cabang ilmu-ilmu sosial
lainnya. Hal initelah banyak mengubah wajah ilmu politik. Berkat berbagai
usaha, ilmu politik telahmenjadi ilmu yang terpandang yang perlu dipelajari
untuk mengerti kehidupan politik. Politik telah lama diakui sebagai sebuah
disiplin ilmu pengetahuan sosial
yang berdiri sendiri, karena politik dinilai telah memenuhi kriteria sebagai sebuah disiplinilmu.
Perlu digaris bawahi bahwa salah satu syarat untuk bisa dikatakan sebagai sebuahdisiplin
ilmu adalah adanya objek. Sementara itu, objek adalah sesuatu yang
menjadi pokok pembicaraan. Dengan kata lain, objek merupakan apa yang akan diamati, diteliti,dipelajari,
dan dibahas. Dalam penjabarannya, objek itu sendiri terdiri dari objek materidan
objek formal. Setiap objek materi dari sebuah disiplin ilmu bisa saja sama
denganobjek materi disiplin ilmu lainnya, karena bersifat umum dan merupakan
topik yangdibahas secara global tentang pokok persoalan (subject matter).
Sedangkan objek formallebih bersifat khusus dan spesifik, karena merupakan
pusat perhatian (focus of interest)suatu disiplin ilmu pengetahuan. Objek
formal berbeda pada masing-masing disiplin ilmukarena perbedaan sudut pandang,
yaitu meninjau sasarannya hanya dari suatu sudut pandang dengan caranya yang khas dan khusus. Jadi, yang membedakan suatu disiplinilmu
dengan disiplin ilmu lainnya adalah objek formalnya, walaupun objek
materinyasama.
b.
Antropologi: Obyek
dari antropologi adalah manusia dalam kedudukannya sebagai individu, masyarakat,
suku bangsa, kebudayaan dan perilakunya. Para antropolog memperhatikan banyak
aspek kehidupan manusia. Antara lain perilaku sehari-hari, ritual, upacara dan
prosesnya yang mendefinisikan manusia sebagai manusia.
c.
Sosiologi: Objek
penelitian dalam sosiologi adalah manusia. Lebih spesifik, sosiologi meneliti
manusia dari aspek sosialnya yang disebut sebagai masyarakat. Alasannya karena
manusia saling berinteraksi dengan manusia lain dalam sebuah kelompok.
masyarakat yang menjadi obyek penelitian sosiologi adalah kesatuan hidup
manusia dengan kesatuan masyarakat desa, masyarakat kota, dan lain sebainya
sebagai kesatuan yang paling mudah untuk diamati.
d.
Psikologi: Objek penelitian
psikologi : manusia dan tingkahlakunya yang selalu hidup dan berkembang.
Objek penelitian ilmu alam : benda mati.
e.
Ilmu Komunikasi:
Obyek penelitiannya
bukan lagi suratkabar melainkan offentiche aussage (pernyataan umum).
Dalam hal ilmu komunikasi, obyek materia
adalah tindakan manusia dalam konteks sosial, sama seperti sosiologi atau
antropologi misalnya, dan karenanya masuk dalam rumpun-rumpun ilmu-ilmu sosial.
Sedangkan obyek forma ilmu komunikasi adalah komunikasi itu sendiri.
2.
Ambilah contoh permasalahan penelitian yang ada
disekitar anda, kemudian tentukan jenis pendekatan penelitian apa yang
seharusnya dipilih, dan jelaskan alasan menggunakan pendekatan tersebut.
Tindakan
kriminal, jenis pendekatan yang diambil adalah pendekatan kualitatif karena penelitian ini memiliki beberapa karakteristik, yaitu lebih bersifat
umum, fleksibel, dinamis, eksploratif, dan mengalami perkembangan selama proses
penelitian berlangsung. Ini dimaksudkan untuk memperoleh data yang lebih
mendalam, untuk mengembangkan teori, dan untuk mendeskripsikan realitas serta
kompleksitas fenomena tindakan kriminal yang diteliti.
3. Kemukakan
jenis data penelitian yang akan digunakan sebgaimana pertanyaan no.2 dlm
diskusi 1?
Jenis penelitian deskriptif kualitatif menggambarkan
kondisi apa adanya, tanpa memberi perlakuan atau manipulasi pada variable yang
diteliti. Jenis penelitian
deskriptif kualitatif merupakan jenis penelitian dengan proses memperoleh data bersifat apa
adanya. Penelitian ini
lebih menekankan makna pada hasilnya.
4.
Kemukakan pula langkah-langkah penelitian eksploratif?
Penelitian eksploratif
adalah jenis penelitian yang bertujuan untuk menemukan sesuatu yang berupa
pengelompokkan suatu gejala, fakta dan kondisi tertentu (Abidin, 2015).
Pengertian Penelitian eksploratif juga termasuk ke dalam
jenis penelitian sosial yang bertujuan untuk memberikan arti atau
definisi dan penjelasan mengenai konsep maupun pola yang digunakan dalam
penelitian itu sendiri. Menurut Kotler (2006), menyatakan bahwa penelitian
eksploratori adalah salah satu pendekatan penelitian yang digunakan untuk
meneliti sesuatu (yang menarik perhatian) yang belum diketahui,belum dipahami,
atau belum dikenali dengan baik. Dalam penelitian eksploratif ini, peneliti
belum memiliki gambaran tentang definisi atau konsep penelitian.
Penelitian eksplorasi sering bergantung pada teknik seperti:
- Penelitian sekunder-seperti meninjau literatur
dan / atau data yang tersedia
- Pendekatan kualitatif informal, seperti diskusi
dengan konsumen, karyawan, manajemen atau pesaing
- Penelitian kualitatif formal melalui wawancara
mendalam, kelompok terfokus, metode proyektif, studi kasus atau studi
percontohan
- Internet memungkinkan metode penelitian yang
lebih interaktif.
langkah-langkah
pokok dalam penelitian eksploratif, antara lain:
1.
Ditetapkan terlebih dahulu bidang yang akan diselidiki
dan rumuskan masalahnya secara jelas.
2.
Rumuskan tujuan yang akan dicapai.
3.
Lakukan penelaahan kepustakaan untuk mendukung
pengumpulan informasi lebih mendalam sewaktu di lapangan.
4.
Susun rancangan pendekatannya, antara lain:
Cara
pengumpulan data
Alat
pengumpulan data
Sumber
Informasi
Latihan para
pengumpul data
Kumpulkan
data sesuai dengan rancangan yang telah disusun
Susun
laporan menurut sistematika tertentu.
KULIAH KE 11
Sebagaimana
diketahui penelitian kuantitatif merupakan aktivitas ilmiah untuk mengumpulkan
data secara sistematik, mengurutkannya sesuai kategori tertentu,
mendeskripsikan dan menginterpretasikan data yang diperoleh dari wawancara atau
percakapan biasa, observasi dan dokumementasi. Datanya bisa berupa kata,
gambar, foto, catatan-catatan rapat, memo, dan sebagainya. Tahapannya
dimulai dari perolehan kasus yang unik, prosesnya berlangsung secara induktif,
teori digunakan sebagai piranti untuk memandu peneliti memahami fenomena, lebih
menekankan kedalaman daripada keluasan kajian, dan berakhir dengan teori baru.
Tujuannya adalah untuk memperoleh pemahaman yang mendalam tentang perilaku,
proses interaksi, makna suatu tindakan, nilai, dan pengalaman individu atau
kelompok, yang semuanya berlangsung dalam latar alami.
Diskusikan
1. Bagaimana
mengukur Kualitas penelitian kuantitatif! Coba kaji dari referensi ahli di
bidangnya.
penelitian kuantitatif
yang memiliki standar baku untuk mengukur kualitasnya, penelitian kualitatif
juga mensyaratkan ukuran atau standar tertentu untuk disebut berkualitas.
Tahapannya dimulai dari perolehan kasus yang unik, prosesnya berlangsung secara
induktif, teori digunakan sebagai piranti untuk memandu peneliti memahami
fenomena, lebih menekankan kedalaman daripada keluasan kajian, dan berakhir
dengan teori baru. Tujuannya adalah untuk memperoleh pemahaman yang mendalam
tentang perilaku, proses interaksi, makna suatu tindakan, nilai, dan pengalaman
individu atau kelompok, yang semuanya berlangsung dalam latar alami.
Sebaliknya, penelitian kuantitatif berurusan dengan ukuran-ukuran secara
statistik yang datanya berupa angka, lebih menekankan keluasan wilayah kajian
daripada kedalamannya. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan ketentuan
prosedur dan verifikasi yang baku, analisis dilakukan melalui format statistik
yang sudah standar, dan hasilnya berupa prediksi atau generalisasi. Tujuannya
adalah untuk menjelaskan hubungan antar-variabel melalui pembuktian hipotesis
dan berakhir dengan kesimpulan berupa generalisasi. kriteria untuk mengukur
kualitas penelitian kuantitatif adalah validitas, reliabilitas, objektivitas
dan generalabilitas.
2.
Berkaitan dengan pertanyaan nomor 1, apa saja yang menjadi hambatan penelitian
kuantitatif dalam meningkatkan kualitasnya!
Pada dasarnya penelitian kuantitatif dilakukan dengan
tujuan untuk mendapatkan data yang nantinya akan dipergunakan untuk memecahkan
masalah. Oleh karena itu dalam penelitian yang dilakukan harus berangkat dari
masalah. Kebanyakan peneliti bahkan berpendapat bahwa menentukan masalah adalah
langkah paling pelik dari seluruh proses penelitian.
Dalam melakukan analisis kuantitatif dan kualitatif:
- penelitian kuantitatif membutuhkan data berupa
angka angka dan menggunakan proses hitung hitungan dalam analisisnya, maka
keaulitan yg sering dihadapi seperti sulitnya menganalisis data kuantitatif
jika menggunakan cara manual, adapun jika menggunakan aplikasi seperti SPSS
terkadang bagi yg belum mahir maka akan menghadapi masalah seperti hasil yg
tidak valid atau reliabel maka si peneliti harus menghitung ulang, kemudian
data yg di entri biasanya banyak dan membutuhkan ketelitian sehingga apabila
user salah dalam mengentri data maka yg terjadi adalah seperti error
- penelitian kualitatif membutuhkan data berupa
hasil deskripsi seperti wawancara,angket dan quisioner maka kesulitan yg kerap
di hadapi si peneliti ialah begitu banyaknya data hasil wawancara maka si
peneliti harus memilah memilah dulu mana data yg dapat dipakai dan mana data yg
tdk terpakai kemudian sipeneliti harus mampu menganalisa jawaban jawaban dari
setiap responden untuk dikelompokan berdasarkan tabel analisis yg sdh
disiapkan, sehingga peneliti harus bisa mengatur jadwal yg baik agar analisis
penelitian kualitatif dengan cepat diaelesaikan
3. Kemukakan cara
menentukan point of view dalam menentukan hasil akhir penelitian kuantitatif!
penggunaan
metode penelitian kualitatif juga mengarahkan pusat perhatian kepada cara
bagaimana orang memberi makna pada kehidupannya dalam pengertian lain, peneliti
menekankan pada titik pandang orang-orang atau yang disebut “people’s point of
view”, dan pemaparan hasil penelitian berdasarkan data dan informasi lapangan
dengan menarik makna dan konsepnya.
KULIAH KE 12
Ketepatan
metodologis tidak saja mencakup ketepatan paradigma dan pendekatan yang
dipilih, tetapi juga secara operasional dan prosedural meliputi transparansi
atau keterbukaan (expliciteness) bagaimana penelitian dilakukan. Ini mencakup
informasi mengenai subjek yang diteliti secara detail, tingkat
kepercayaan subjek, bagaimana data dikumpulkan, direkam, diberi kode dan
selanjutnya dianalisis dan kemungkinan-kemungkinan penolakan temuan oleh
subjek.
Diskusikan
1. Apa
yang dimaksud dengan ketepatan paradigma!
Menurut Thomas Kuhn, paradigma penelitian adalah cara
pandang, keyakinan, dan kesepakatan peneliti mengenai cara fokus permasalahan
dipahami dan dikaji. Egon G. Guba mengklasifikasikan paradigma penelitian sosial
ke dalam tiga aspek, yaitu ontologi, epistemologi, dan metodologi.
Ontologi membahas apa yang ingin diketahui dalam
penelitian. Epistemologi menanyakan bagaimana hal tersebut bisa diketahui.
Sementara itu, metodologi mencari cara untuk mengetahui sesuatu.
Dari ketiga klasifikasi tersebut terdapat lima paradigma
penelitian, yaitu positivisme, konstruktivisme, pragmatisme, subjektivisme, dan
kritis.
Pada
hakekatnya suatu penelitian bertujuan untuk mencari dan menemukan kebenaran
atau untuk lebih membenarkan suatu kebenaran. Upaya ini dilakukan oleh para
ilmuan sesuai dengan cara pandangannya yang dikenal dengan paradigma. Paradigma
adalah cara pandang seseorang mengenai sebuah realitas (Martono, 2015:178).
Paradigma merupakan suatu cara pandang untuk memahami komplesitas dunia nyata.
Suatu cara pandang dapat memengaruhi pendapat dan sikap seorang ilmuan mengenai
realitas (Mulyana, 2008:9). Suatu paradigma digunakan peneliti untuk
menggambarkan pilihan suatu kepercayaan yang akan mendasari dan memberi pedoman
seluruh proses penelitian. Dengan menggunakan paradigma, peneliti dapat
menentukan rumusan masalah, tujuan penelitian dan tipe penjelasan yang
digunakan. Kemudian dapat menentukan metode, teknik penentuan subjek
penelitian, teknik pengumpulan data, teknik uji keabsahan data dan analisis
data, Paradigma konstruktivistik melihat suatu realitas dibentuk oleh berbagai
macam latar belakang sebagai bentuk konstruksi realitas tersebut
(Pujileksono,2016:27). Realita yang dijadikan sebagai objek penelitian merupakan
134 suatu tindakan sosial dari aktor sosial. Latar belakang yang mengkonstruksi
realitas tersebut dilihat dalam bentuk konstruksi mental berdasarkan pengalaman
sosial yang dialami oleh aktor sosial sehingga sifatnya lokal dan spesifik.
Penelitiannya mempertanyakan mengapa (why). Paradigma penelitian akan menuntun
peneliti dalam menentukan pendekatan penelitian. Secara umum pendekatan
penelitian meliputi tiga yaitu pendekatan kualitatif, kuantitatif dan campuran
yaitu gabungan kualitatif dan kuantitatif (Creswell,2010:4). Pendekatan apa
yang digunakan dalam sebuah penelitian bergantung pada cara pandang (paradigma)
yang digunakan peneliti terhadap realitas sosial.
2. Pendekatan
apa saja dalam mengukur kualitas penelitian Kuantitatif!
penelitian kuantitatif identik dengan angka angka dalam
datanya. dan untuk pengukulan yang cukup berhasil dan efektif dapat menggunakan
proses berpikir deduktif untuk mendapatkan hipotesis, kemudian melakukan
verifikasi data empiris, dan menguji hipotesis berdasarkan data empiris, serta
menarik kesimpulan atas dasar hasil pengujian hipotesis. serta dalam pengolahan
data nya dapat menggunakan statistik untuk memperkuat data
Pendekatan
penelitian kuantitatif didasari oleh filsafat positivisme yang memandang setiap
realitas/gejala/fenomena itu dapat diklasifikasikan, relative tetap, konkrit,
teramati, terukur, dan hubungan gejala bersifat sebab akibat. Karena itu,
sebelum dilakukan penelitian dapat disusun dan dirancang secara detail dan
tidak akan berubah-ubah selama penelitian berlangsung. Penelitian ini cenderung
dilakukan secara terpisah antara peneliti dengan obyek yang diteliti. Karena
itu, proses penelitian dilakukan dari ‘luar’ dengan menggunakan pengukuran
disertai analisis secara statistic sehingga penelititan mengimplikasikan, bahwa
pendekatan ini menggunakan metode kuantitatif.
Pendekatan Positivistik adalah pendekatan penelitian yang dalam menjawab
permaslahan penelitian memerlukan pengukuran yang cermat terhadap
variable-variabel obyek yang diteliti guna mendapatkan kesimpulan yang dapat
digeneralisasikan, lepas dari konstek waktu dan situasi, karena itu pendekatan
ini lebih banyak digunakan dalam penelitian bidang ilmu-ilmu Alam, dan
penelitian tertentu dalam ilmu-ilmu social, terutama dalam rangka pengembangan
konsep, teori dan disiplin ilmu
Pendekatan ini juga dinamakan metode tradisional, karena metode ini sudah cukup
lama digunakan sehingga sudah cukup mentradisi sebagai metode untuk penelitian,
selain itu metode ini disebut pula metode scientific karena sudah memenuhi
kaidah-kaidah ilmiah yaitu konkrit, empiris, obyektif, terukur, rasional dan
sistematis. Metode ini juga disebut metode discovery, karena dengan metode ini
dapat ditemukan dan dikembangkan berbagai iptek.
Adapun yang dimaksud dengan pendekatan penelitian kuantitatif adalah metode
penelitian yang menekankan pada fenomene-fenomena yang obyektif dan di gunakan
untuk meneliti pada populasi atau sampel-sampel tertentu, teknik pengambilan
sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan
instrument penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistic dengan
tujuan untuk menguji hipotesis yang ditetapkan.
Adapun hasil dari penelitian merupakan generalisasi dan prediksi berdasarkan
hasil-hasil pengukuran yang kebenaran hasil penelitiannya didukung oleh
validitas cara/alat yang digunakan.
3. Coba
kemukakan alat pengukur kualitas penelitian kuantitatif dengan Uji
Validitas dan Reliabilitas! Berikan contohnya.
Uji
Validitas: Validitas berasal dari kata validity yang mempunyai arti
sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukam fungsi
ukurannya (Azwar 1986). Selain itu validitas adalah suatu ukuran yang
menunjukkan bahwa variabel yang diukur memang benar-benar variabel yang hendak
diteliti oleh peneliti (Cooper dan Schindler, dalam Zulganef, 2006). menurut
Sugiharto dan Sitinjak (2006), validitas berhubungan dengan suatu peubah
mengukur apa yang seharusnya diukur. Validitas dalam penelitian menyatakan
derajat ketepatan alat ukur penelitian terhadap isi sebenarnya yang diukur. Uji
validitas adalah uji yang digunakan untuk menunjukkan sejauh mana alat ukur
yang digunakan dalam suatu mengukur apa yang diukur. Ghozali (2009) menyatakan
bahwa uji validitas digunakan untuk mengukur sah, atau valid tidaknya
suatu kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner
mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut.
Reliabilitas
instrumen dapat diuji dengan beberapa uji reliabilitas. Beberapa uji
reliabilitas suatu instrumen yang bisa digunakan antara lain test-retest,
ekuivalen, dan internal consistency. Pengertian dari reliability (rliabilitas)
adalah keajegan pengukuran (Walizer, 1987). Ghozali (2009) menyatakan bahwa
reliabilitas adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan
indikator dari peubah atau konstruk. Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau
handal jika jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah konsisten atau stabil
dari waktu ke waktu. Reliabilitas suatu test merujuk pada derajat stabilitas,
konsistensi, daya prediksi, dan akurasi. Pengukuran yang memiliki reliabilitas
yang tinggi adalah pengukuran yang dapat menghasilkan data yang reliabel.
Contoh:
a. Validitas:
seorang peneliti yang ingin meneliti mengenai influenza harus memahami definisi
influenza. Setelah itu, peneliti akan membuat indikator yang dapat diamati dari
definisi flu atau
influenza tersebut, seperti penyebab
hidung gatal, batuk,
bersin, dan lain-lain. Indikator yang spesifik akan memudahkan peneliti dalam
proses pengambilan data dan meningkatkan nilai validitas konstruk dari alat
ukur tersebut.
b. Reliabilitas:
Jika kita ingin mengevaluasi relibilitas penilaian berpikir kritis, kita dapat
membuat serangkaian besar item yang semuanya berkaitan dengan pemikiran kritis
dan kemudian secara acak membagi pertanyaan menjadi dua set, yang akan mewakili
bentuk paralel.
Contoh :
1. Validitas : penilaian terhadap sikap seseorang terhadap A, ternyata isi
kuisionernya berisi konsep-konsep sikap terhadap B, maka instrumen tersebut
tidak akan valid, karena tidak mengukur apa yang ingin diukur oleh peneliti.
Jika ingin meneliti mengenai
kesehatan anak, maka peneliti yang telah membuat alat ukur (seperti kuesioner)
mengenai kesehatan anak dapat memeriksakan kuesioner yang telah dibuat pada
dokter anak atau suster yang bertugas di rumah sakit anak.
2. Reliabilitas : koefisien korelasi positif dan signifikan maka instrumen
tersebut sudah dinyatakan reliable. Pengujian cara ini sering juga disebut
stability.
KULIAH KE 13
1. Apa
saja yang harus saudara tuliskan dalam isian Kesimpulan! Dan faktor-faktor apa
yang menyebabkan terjadinya kesalahan dalam menulis kesimpulan dalam skripsi!
Yang
harus dituliskan dalam isian kesimpulan adalah yang menjadi ringkasan atau
point dari materi-materi yang sudah dibahas dalam isi skripsi, kesimpulan juga
sebagai pernyataan mengenai generalisasi dari hasil penelitian, yaitu
kesimpulan yang ditujukan pada populasi. Dan dalam membuat kesimpulan hanya ada satu kesimpulan untuk
satu hipotesis.
Kesimpulan
harus berisi:
- Ringkasan jawaban dari permasalahan penelitian
- Deduksi atau pengambilan kesimpulan dari uraian sebelumnya
- Pendapat personal terkait dengan penelitian yang dilakukan
- Menuliskan keterbatasan selama penelitian
- Menuliskan saran penelitian lanjutan yang bisa dilakukan
- Ditulis secara singkat dan padat
- Tidak boleh menuliskan data-data yang merupakan bagian dari pembahasan.
Faktor-faktornya yaitu:
- Tidak menuliskan pendapat pribadi
- Kalimatnya terlalu berbelit
- Kalimatnya berulang-ulang
- Terdapat kalimat yang tidak berkaitan dengan penelitian yang dilakukan
- Mengulang sama persis dengan apa yang sudah dituliskan sebelumnya di bagian
analisis
2. Kemukakan
cara menulis parafrase dan ringkasan, karena kedua ini relevan dengan menulis
kesimpulan!
Parafrase:
Parafrase
adalah cara penyampaian suatu gagasan atau konsep dalam bahasa lain yang
relevan, tanpa mengurangi maupun menambah isi konten aslinya. Sesuai
dengan fungsinya, parafrase dipakai dalam berbagai bentuk karya tulis, seperti
artikel, jurnal, berita, hingga berbagai jenis teks lainnya. Tujuan dari
penggunaan parafrase adalah untuk menghindari kemungkinan terjadinya
plagiarisme, khususnya pada karya tulis yang menggunakan banyak sumber
referensi dalam proses penulisannya. Parafrase digunakan sebagai alternatif
lain dari metode quoting atau pengutipan, dalam urusan menulis.
Cara Menulis Prafarase:
1.
Pahami konsep dasar tulisan
Dapatkan konsep dasar
tulisan dengan meng-highlight kata kunci, untuk dapat membuat parafrase
tulisan, hal pertama yang mesti kamu lakukan adalah dengan memahami konsep
dasar serta struktur kalimat yang digunakan di dalam tulisan tersebut.
Kunci utama agar kamu dapat memahami apa yang dimaksud oleh sang penulis adalah
dengan membaca sumber referensi tersebut secara berulang-ulang. Seperti
kata pepatah, banyak baca, banyak tahu. Dengan memahami gagasan yang
disampaikan dalam tulisan, kamu jadi bisa menerjemahkan kembali isi dan konteks
yang diperlukan ke dalam karya tulis kamu.
2.
Perkaya kosakata dan istilah
Contoh platform
penyedia sinonim kata digital. Cara parafrase dasar sudah di tangan,
selanjutnya adalah menceritakan kembali memakai gaya bahasa kamu
sendiri. Caranya mudah saja, yaitu dengan menggunakan kata pengganti yang
memiliki arti serupa dengan teks aslinya. Maka dari itu, kamu harus
sering-sering membaca banyak sumber referensi tulisan untuk memperkaya kosakata
kamu. Jangan lupa juga mencari istilah-istilah yang sedang tren dan banyak
digunakan dalam bidang yang ingin kamu bahas. Tidak perlu khawatir, bukan
kreativv ID namanya, kalau kami tidak membocorkan tips profesional. Kamu
bisa memanfaatkan platform pencari sinonim kata yang tersedia secara gratis di
internet.
3.
Belajar pengetahuan umum.
Teks yang wajib dikutip serta
diberikan referensi atau juga disebut sitasi, adalah informasi spesifik yang
kamu temukan pada suatu sumber dan jarang diketahui oleh orang
banyak. Misalnya seperti penjelasan fenomena masyarakat digital di era
Industri 4.0 atau manfaat
musik klasik untuk meningkatkan kecerdasan. Berbeda
lagi kalau informasi yang kamu gunakan dalam tulisan merupakan pengetahuan umum
atau common knowledge yang diketahui secara luas. Informasi yang
termasuk dalam pengetahuan umum dapat berupa tanggal lahir dan wafatnya
tokoh-tokoh penting, kejadian alam sehari-hari, berbagai peristiwa bersejarah,
dan masih banyak lagi.
Teknik atau Langkah Membuat
Rangkuman
1.
Bacalah semua teks bacaan kemudian
tandailah bagian yang dianggap sangat penting.
2.
Kemudian tuliskan informasi yang kamu
anggap penting itu dengan informasi pendukung.
3.
Setelah itu buatlah kerangka kemudian kembangkan
menjadi sebuah rangkuman.
4.
Kemudian bacalah kembali hasil rangkuman
yang kamu buat dengan teks bacaan asli, maka kamu akan melihat kelebihan dari
sebuah rangkuman tanpa merubah makna dari teks bacaan yang kamu rangkum.
3.
Buatlah contoh tulisan kesimpulan yang
baik dan benar!
BAB
V
PENUTUP
1. Kesimpulan
Seiring dengan
berkembangnya zaman dari waktu ke waktu, yang kemudian disebut sebagai era
Globalisasi, pengaktualisasian pengamalan-pengamalan Pancasila dan UUD 1945
dalam berbagai bidang dikehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia sangat
penting. Ini demi kebaikan dan kemajuan bersama. Globalisasi tidak bisa
dihindari, yang bisa kita lakukan adalah menyesuaikannya dengan kehidupan yang
bermoral dan beragama di Indonesia. Jika kita hanya bisa menyesuaikan diri
dengan era globalisasi tanpa menyaring dengan kebudayaan Pancasila, maka hanya
akan sia-sia saja dan justru akan mengalami kemunduran. Kemunduran moral
khususnya.
2. Kritik
dan Saran
Menurut saya, masih banyak hal-hal
di Indonesia yang perlu diperbaiki demi menyambut era globalisasi.
Bidang-bidang dasar seperti politik, ekonomi, sosial & budaya, serta hukum
harus banyak mengalami perubahan mengarah kepada yang lebih baik. Globalisasi
tidak bisa kita hindari, tetapi kita perlu untuk tetap menanamkan pengamalan
nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945 demi terciptanya Indonesia yang lebih maju
namun tetap mempertahankan ciri ke-Indonesia-an-nya. Saya yakin meskipun
secanggih-canggihnya perubahan zaman nanti, apabila kita tetap berpegang teguh
terhadap kedua pedoman tersebut, maka kehidupan negara ini akan menjadi semakin
baik kedepannya, aamiin.
KULIAH KE 14
Setiap
cara membuat abstrak yang dibuat terdiri dari tiga paragraf :
Pertama
memuat : judul penelitian, rumusan masalah, latar belakang dan tujuan penelitian.
Kedua
memuat : metode penelitian, teknik analisa data, landasan
teori.
Ketiga
memuat : hasil atau kesimpulan yang diperoleh dari penelitian yang
sudah dilakukan.
1. Berdasarkan
tahapan tersebut coba buat contoh absrak yang tepat!
Studi ini mengkaji kurangnya partisipasi masyarakat untuk memberikan
hak suaranya dalam pemilihan kepala daerah di DKI Jakarta pada periode
2017-2022 atau di kenal dengan Golongan Putih. Studi ini juga bertujuan
untuk mengedukasi dan memberika pemahan
terhadap pembaca bahwa sangat pentingnya berperan dalam pesta demokrasi yang
diadakan 5 tahun sekali dalam pemilihan kepala daerah terlebih di DKI
Jakarta. Studi ini juga menggunakan
analisis referensi yang berasal dari teori, ataupun penelitian sebelumnya.
Berpartisipasi dalam pemilihan kepala daerah itu sangat penting dan untuk tidak
GolPut! Hal ini di karenakan ini untuk menentukan kemajuan dari daerah
tersebut.
Keywords : Kepala Daerah, Paartisipasi
Politik, Golongan Putih.
Dalam menuliskannya, ada
beberapa kaidah yang harus kita pahami sebagaimana sebagai sebuah syarat formal
penelitian, ada beberapa aturan yang harus kita taati. Ini dia kaidah
penulisan abstrak yang perlu kita sudah pelajari dari berbagai referensi yang
saudara baca.
2. Diskusikan
kaidah-kaidah dalam penulisan abtsrak tersebut!
Jumlah Kata
Cara
penulisan abstrak yang pertama adalah jumlah kata maksimal adalah 150 kata.
jumlah demikian merupakan aturan umum yang perlu dipahami oleh setiap peneliti.
150 kata bukan mejadi jumlah yang mutlak terpenuhi. Namun, aturan yang berlaku
di Indonesia saat ini adalah jumlah kata yang digunakan dalam penulisan abstrak
adalah berkisar antara 100 sampai 150 suku kata.
Jarak Antar Baris
Setelah mengetahui jumlah kata yang diperlukan selanjutnya mengetahui bahwa
spasi penulisan antar baris dalam cara membuat abstrak adalah spasi 1 (single spacing). Hal ini bertujuan
untuk memadatkan abstrak yang dibuat serta dapat mencakup abstra bahasa
indonesia dan abstrak bahasa Inggris dalam satu halaman.
Penulisan Bahasa Asing
Penggunaan
bahasa asing dalam abstrak yang dibuat harus dicetak miring dalam penulisannya.
Dengan penulisan bahasa asing tidak hanya mencakup bahasa Inggris tetapi juga
bahasa ilmiah yang akan ditulis dengan dalam penulisan abstrak.
Jumlah Paragaraf
Contoh
abstrak karya tulis ilmiah yang ada terdiri dari tiga paragraf. Hal ini
merupakan ketentuan umum yang dibuat dalam cara penulisan abstrak yang baik.
Setiap cara membuat abstrak yang dibuat terdiri dari tiga paragraf :
Pertama
memuat : judul penelitian, rumusan masalah, latar belakang dan tujuan
penelitian.
Kedua memuat
: metode penelitian, teknik analisa data, landasan teori.
Ketiga
memuat : hasil atau kesimpulan yang diperoleh dari penelitian yang sudah
dilakukan.
Namun, Dalam
literasi lain didapatkan bahwasanya jumlah paragraf dalam penulisan abstrak
hanya terdiri dari satu paragraf yang mencakup tiga pargraf diatas. Untuk itu,
ada baiknya kamu menanyakan kepada dosen ataupun pembimbing kamu mengenai
jumlah paragraf yang digunakan dalam penelitian yang akan kami kerjakan.
Bahasa
Dalam
Penulisan Abstrak Bahasa yang digunakan adalah bahasa induk dan bahasa global.
Dalam hal ini bahasa induk adalaha bahasa Indonesia dan bahasa global alaha
bahasa Inggris yang digunakan sebagai bahasa penulas abstrak.
Kata kunci
Pada akhir
cara membuat abstrak diberikan kata kunci yang terkait dengan penelitian yang
dilakukan. Jumlah kata kunci yang diberikan sekitar 3 sampai 5 kata yang
dipisahkan dengan tanda koma (,).
Penulisan Singkat, Padat, dan Jelas
Didalam penulisan
abstrak yang akan dibuat perlu memnulis abstrak yang singkat, padat, dan jelas.
Sehingga, jumlah kata yang digunakan tidak boros. Serta, poin yang ingin
dibahas didalam setiap paragraf yang dibuat tidak keluar dari penulisan abstrak
yang baik dan benar.
3. Hal-hal apa
saja yang harus dihindari dari penulisan abstrak yang kurang tepat!
Menurt saya
yang harus dihindari dari penulisan abstrak yang kurang tepat adalah
bertele-tele, atau diluar dari topik atau point pembahasan, dan menggunakan
bahasa yang mudah dipahami.
a. Menyampaikan informasi tentang latar belakang
dengan panjang lebar (tidak fokus).
b. Menggunakan kutipan atau referensi dari
sumber pustaka lain di luar artikel.
c. Menggunakan kalimat-kalimat yang tidak
lengkap atau tidak efektif.
d. Menggunakan singkatan atau istilah yang tidak
umum.
4. Kemukakan perbedaan "open access" dan "free
access" dalam abstract internasional!
a. Open Access (OA) atau akses terbuka merupakan jalan
alternatif dalam menyebarkan informasi ilmiah kepada
seluruh dunia tanpa dibatasi ruang dan waktu. OA
berarti pembukaan akses informasi online maupun digital tanpa memerlukan biaya
dan izin terlebih dahulu kepada penerbit rujukan ilmiah yang ingin diunduh. OA
dapat berlaku bagi jurnal maupun karya tulis mahasiswa, dosen ataupun staf
Perguruan Tinggi.
b. Free
Access (FA) bagi mereka yang satu-satunya artikel yang diterbitkan tersedia
secara bebas membingungkan penulis dengan publikasi gratis. Banyak penerbit
mencantumkan jurnal mereka di bawah istilah Free Journal dan oleh jurnal gratis
yang mereka maksudkan jurnal akses terbuka yang membingungkan banyak penulis.