Senin, 06 Maret 2023

Politik Lokal Masyarakat Betawi

 

Politik lokal secara sederhana dapat didefinisikan sebagai semua kegiatan politik yang berada pada level lokal. Semua hal yang berkaitan dengan politik seperti halnya pemerintahan lokal, pembentukan kebijakan daerah, maupun pemilihan kepala daerah. Hal ini menunjukkan bahwa politik lokal cakupannya berada dibawah nasional. Dalam tugas kali ini, saya akan mengambil topik berita tentang, “Betawi dan Politik Lokal”. Kemudian dari hal ini akan saya coba analisis dari pendekatan yang sudah dipelajari pada pertemuan sebelumnya.

a.       Localist : Localist sendiri digunakan sebagai sebuah alat legitimasi, pembuat keputusan. Local goverment mendekatkan pemerintah dengan masyarakat. Semakin kekuasaan dipencar (spread), semakin banyak pengambil keputusan akan semakin baik. Saat ini keberadaan masyarakat Betawi di DKI Jakarta sendiri mengalami penggeseran menurut saya, sehingga masyarakat Betawi sendiripun mengalami krisis identitas karena dirasa sebagai minoritas di daerahnya sendiri, walau sebenarnya Betawilah yang menjadi penduduk asli di Jakarta. Localist sendiri menekankan tentang kepercayaan yang akan memberikan dukungan public, namun nampaknya ini masih belum bisa dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat Betawi itu sendiri, padahal masyarakat Betawi sudah diberikan sebuah konstitusi dan otonomi yang telah memberikan ruang bagi masyarakat Betawi itu sendiri, dalam segi politik, ekonomi, sosial, dan budaya.  Seharusnya orang Betawi bisa membangun ekonomi dan politik dengan baik didaerahnya sendiri, dan tanpa melupakan leluhurnya.

b.      Dual State : Local goverment hanya salah satu alat pendistribusian saja. yang di kendalikan atau dominasi ada di pusat atau nasional. Local goverment hanya bertugas atau berperan mengakomodir kepentingan masyarakat, hak-hak masyarakat. Seperti kasus kurangnya orang Betawi yang mengisi jabatan-jabatan publik juga membuat kepentingan kaum Betawi kian melemah, sehingga makin sulit untuk orang Betawi mempengaruhi kebijakan yang berpihak pada Betawi. Oleh karenanya harus ada regulasi kuota calon anggota legislatif untuk masyarakat Betawi yang bisa diatur lewat Peratuan Daerah (Perda) atau Peraturan Gubernur (Pergub), sehingga jelas ada landasan hukumnya. Karena sudah sepatutnya orang Betawi menjadi objek, dan bukan lagi subjek dalam dunia politik, peran pemerintah pusat juga sangat penting disini, karena sudah seharusnya pemerintah memberikan hak-hak politik orang Betawi di Jakarta untuk menemtukan kebijakan didaerahnya sendiri, karena Hal itu diperburuk dengan konsep otonomi daerah yang masih membingungkan. Yang mana, otonomi daerah membawa kemudahan agar desentralisasi, tapi di sisi lain pemilihan pemimpin daerah justru diproses oleh partai politik dengan pendekatan sentralisasi.

Pendekatan – Pendekatan Politik Identitas Daerah

Masyarakat Betawi sudah berusaha membuat sebuah gerakan komunitas bernama Gerbang Betawii, komunitas ini bertujuan untuk agar orang Betawi memiliki bekal dalam mengisi posisi-posisi oenting legislatif dan eksekutif. Diharapkan dengan adanya komunitas ini orang Betawi dapat membaca perubahan didaerahnya namun tidak melupakan agaran tetua dan nilai agama serta budayanya. Adanya komunitas ini karena kurangnya peran masyarakat Betawi dalam mengisi jabatan publik, sehingga diharapkan dengan adanya ini dapat membangun sumber daya manusia, terutama orang Betawi dalam membangun daerahnya.

Etnis Tionghoa Pasca Orde Baru dan Politik Identitasnya

Etnis Tionghoa Pasca Orde Baru dan Politik Identitasnya             Etnisitas adalah sekelompok manusia yang memiliki kesamaan latar b...