Menurut Karl Marx sendiri, istilah Ekonomi Politik berasal dari bahasa Yunani yaitu polis berarti sebuah kota atau sebuah unit politik, dan oikonomike yang berarti dengan manajemen suatu rumah tangga. Dari kata tersebut kemudian menjadikan alasan keterkaitan antara fakta-fakta produksi, keuangan dan perdagangan dengan kebijakan pemerintah di bidang moneter, fiskal dan komersial (Lane, 1994). Dijlaskan juga bahwa Ekonomi Politik yang dimaksud Marx tertuju pada pemikiran ekonomi yang didasari oleh Adam Smith, Ricardo, Malthus dan tokoh ekonomi klasik lainnya. Marx dan Engels meyakini bahwa ekonomi politik lahir sebagai sebuah ilmu sains yang muncul seiring dengan kapitalisme, karena sifat dari ekspolitatif itu sendiri adalah sistem-sistem yang berlandaskan ekonomi prakapitalis atau transparan. Namun menurut Marx juga hanya ideologi (umumnya agama) untuk melegitimasi mereka tetapi watak eksploitasi kapitalis tidak transparan (tersembunyi di balik kedok uang dan hubungan pasar), ia memerlukan sains ekonomi (ekonomi politik) tersendiri untuk mengungkapkannya. Menurut Marx juga, ekonomi politik bersifat untuk membuka eksploitasi yang tersembunyi, dan harus memperlajari tidak hanya pertukaran tapi juga watak produksi dan buruh. Ilmu ekonomi pada dasarnya menyembunyikan eksploitasi kapitalis dengan memperlakukan semua hubungan sebagai pertukaran. Oleh karena itu, hal tersebut lebih merupakan ideologi ketimbang sebagai sains menurut Marx.
2. Menurut Robert Gilpin, Ekonomi Politik Internasional merupakan
hubungan paralel yang melibatkan interaksi antara ‘negara’ dan ‘pasar’ yang ada
di dunia modern, hubungan dan interaksi tersebut kemudian
melahirkan ‘ekonomi politik’. Dalam Ekonomi Politik Internasional (EPI)
terdapat istilah state of art yang mampu memberikan
perbedaan antara EPI dengan ilmu ekonomi pada umumnya.
3. Menurut Adam Smith terkait dengan ekonomi Politik adalah merupakan
cabang ilmu pengetahuan yang mempunyai tujuan berbeda. Yakni, bertujuan untuk
menciptakan sumber pendapatan masyarakat dan mengupayakan pemanfaatan sumber
daya manusia untuk mereka, kedua menyediakan sumber daya bagi pemerintah agar
mereka mampu menjalankan fungsinya dengan baik.
4. Menurut Martin terkait dengan penegrtian Ekonomi Politik
adalah sebuah penjelasan interaksi yang sistematis
antara aspek politik dan ekonomi itu sendiri. Hubungan interaksi tersebut bisa
diaplikasikan melalui banyak cara, baik melalui hubungan kausalitas antara satu
proses dengan proses lainnya yang timbal balik dan terjadi secara
berkelanjutan.
Kesimpulan
: Pada nyatanya, ternyata ekonomi politik memiliki beberapa berbedaan dari
berbagai para ahli, yang saya sadari juga bahwa ternyata ekonomi politik
sendiri juga terbagi dalam beberapa kelompok, seperti (Liberialis, Sosialis).
Adanya praktik ekonomi politik juga adalah sebuah hal yang tidak bisa
dipisahkan, karena mereka saling terkait satu sama lain, seperti halnya dengan
hubungan baik antara pemerintah Indonesia dengan Korea Selatan, yang dimana
dengan hal ini saling menguntugkan antarkedua negara dan sama-sama ada
kepentingan dalam ekonominya. Adapunistilah “Merkantilisme” adalah yang
memfokuskan sistem ekonomi politik dalam perdagangan internasional, bertujuan
untuk menambahkan aset dan modal suatu negara.
Selanjutnya menjelaskan tentang Liberalisme yang
menjelaskan bahwa kemakmuran ekonomi dalam sebuah negara, dalam pandangan
liberal tidak mengabungkan antara ekonomi dan politik. Berbeda dengan pemikiran
sosialis Karl Marx dan Merkantilisme, justru liberalisme ini memilih untuk
menerapkan opposite yang berarti
tidak setuju dengan adanya campur tangan pemerintah di dalam pasar ekonomi. Kaum liberal justru memanfaatkan ekomoni
untuk fokus dalam mensejahteraan rakyatnya, karena menurutnya dengan
digabungkannya ekonomi dan politik justru akan mengalami sebuah kemunduran.
Seperti pendapat dari John Locke, yang juga seorang tokoh Liberalis menekankan
pentingnya ekonomi liberal, dimana ekonomi sebenarnya dapat berjalan dengan
sendirinya berdasarkan hukum dan dengan mekanisme ekonomi atau pasar itu
sendiri. Adanya hubungan antara
ekonomi dan politik memang tidak bisa dipisahkan walaupun keduanya memiliki
perbedaan dalam pengertiannya, namun bisa saling melenkapi satu sama lain. Misalnya, ketika adanya pesta olahraga yang dirakan oleh
suatu negara yang dipilih, semisal (Asian Games pada tahun 2018), dengan adanya
kegiatan ini yang diikuti oleh negara-negara di Asia, juga dapat mendatangkan
investr asing ke negara penyelenggara juga, motif ekonomi jelas ada dalam
kegiatan pesta olahraga seperti ini, dan motif politiknyapun juga ada dalam
menjalin hubungan baik antar negara-negara di Asia.