BAB XI
FAKTOR INDIVIDU
DALAM ORGANISASI
Dalam faktor individu di dalam
organisasi kita memiliki kontribusi dan kompensasi, kontribusi adalah apa yang
kita dapat berikan untuk organisasi atau perusahaan, sedangkan kompensasi
adalah apa yang diberikan organisasi atau perusahaan kepada kita. Ini adalah
salah satu bentuk satu kesatuan yang saling berhubungan satu saa lain atau
simbiosis mutualisme dan dalam Kontribusi dari Individu bagi organisasi dibagi 6
kelompok yaitu : usaha, kemampuan, keahlian,
loyalitas, waktu,
dan kompetensi. Sama halnya dengan kompensasi dari organisasi bagi individu juga terbagi 6 kelompok yaitu : upah, kepastian dan keamanan kerja,
benefit, peluang karir, status, dan peluang promosi.
Ada
juga 3 hal faktor yang
terkait dengan individu dalam organisasi
1.
Kontrak
Psikologis (Psychological Contract)
suatu kesepakatan tidak tertulis yang muncul ketika
seseorang bergabung dengan sebuah organisasi atau ketika tenaga kerja bergabung
dalam sebuah perusahaan.
2.
Kesesuaian
Tenaga Kerja yang dibutuhkan Perusahaan (Personal Job Fit)
3.
Keragaman
Individu dalam Organisasi (Individual Differences in Organization)
Faktor Individu
dan Kepribadian
1. Openness to Experience (Terbuka terhadap Hal-hal baru)
Karakteristik positif pada Individu yang memiliki dimensi
ini cenderung lebih kreatif, Imajinatif, Intelektual, penasaran dan berpikiran
luas. Sifat kebalikan dari “Openness to Experience” ini adalah individu
yang cenderung konvensional dan nyaman terhadap hal-hal yang telah ada serta
akan menimbulkan kegelisahan jika diberikan tugas-tugas baru.
2. Conscientiousness (Sifat Berhati-hati)
Kepribadian Conscientiousness ini cenderung lebih
berhati-hati dalam melakukan suatu tindakan ataupun penuh pertimbangan dalam
mengambil sebuah keputusan, mereka juga memiliki disiplin diri yang tinggi dan
dapat dipercaya. Karakteristik Positif pada dimensi adalah dapat
diandalkan, bertanggung jawab, tekun dan berorientasi pada pencapain. Sifat
kebalikan dari Conscientiousness adalah individu yang cendurung kurang
bertanggung jawab, terburu-buru, tidak teratur dan kurang dapat diandalkan
dalam melakukan suatu pekerjaan.
3. Extraversion (Ekstraversi)
Dimensi Kepribadian Extraversion ini berkaitan
dengan tingkat kenyamanan seseorang dalam berinteraksi dengan orang lain.
Karakteristik Positif Individu Extraversion adalah senang bergaul,
mudah bersosialisasi, hidup berkelompok dan tegas. Sebaliknya, Individu yang Introversion
(Kebalikan dari Extraversion) adalah mereka yang pemalu, suka
menyendiri, penakut dan pendiam.
4. Agreeableness (Mudah Akur atau Mudah Bersepakat)
Individu yang berdimensi Agreableness ini cenderung
lebih patuh dengan individu lainnya dan memiliki kepribadian yang ingin
menghindari konfilk. Karakteristik Positifnya adalah kooperatif (dapat
bekerjasama), penuh kepercayaan, bersifat baik, hangat dan berhati lembut serta
suka membantu. Karakteristik kebalikan dari sifat “Agreeableness” adalah
mereka yang tidak mudah bersepakat dengan individu lain karena suka menentang,
bersifat dingin dan tidak ramah.
4. Neuroticism (Neurotisme)
Neuroticism adalah dimensi kepribadian yang menilai kemampuan
seseorang dalam menahan tekanan atau stress. Karakteristik Positif dari Neuroticism
disebut dengan Emotional Stability (Stabilitas Emosional), Individu dengan
Emosional yang stabil cenderang Tenang saat menghadapi masalah, percaya diri,
memiliki pendirian yang teguh. Sedangkan karakteristik kepribadian Neuroticism
(karakteristik Negatif) adalah mudah gugup, depresi, tidak percaya diri dan
mudah berubah pikiran.
Beberapa Perilaku lain dari Individu
Ø
Locus of
control
keyakinan seseorang tentang faktor yang
mempengaruhi keberhasilannya
LOC Internal dan LOC Eksternal
Ø Self-eficacy
keyakinan seseorang bahwa dia mampu bisa
dengan baik melakukan apapun
Ø Authoritarianism
Ø Machiavellianism
Manuver politik dalam organisasi
Seseorang manipulator atau orang yang
menyalahgunakan kekuasaan
Ø self-esteem
Ø
risk propensity
Perilaku Individu dan Sikap Berorganisasi
Ø 3 Komponen dari Sikap (Griffin)
Komponen Afektif
Komponen kognitif
Komponen Intensi
Perilaku Individu dan Sikap Berorganisasi
Ø
Persepsi
Selektif
v Proses penyeleksian informasi mengenai sesuatu dimana
sesuatu tersebut mengalami berbagai kontradiksi dan ketidaksesuaian dari
persepsi awal yang kita yakini
Ø
Stereotip
v Proses pelabelan terhadap seseorang berdasarkan suatu
kejadian tertentu yang dialami atau dilakukan oleh seseorang tersebut
Beberapa Isu seputar Perilaku Individu
Perilaku Individu dan Stress :
® Faktor-faktor Penyebab Stress
® Tuntutan pekerjaan (task demands)
® Tuntutan fisik (physical demands)
® Tuntutan peran atau fungsi (role demands)
® Tuntutan interpersonal (interpersonal demands)
® Faktor ekonomi
Cara menangani
stress dalam perilaku individu
1)
Olahraga yang teratur
2)
Relaksasi
3)
Manajemen waktu
4)
Merubah suasana atau lingkungan pekerjaan
5)
Support keluarga atau group
6)
Holiday
7)
Tidur
yang cukup
Kreativitas Individu dalam Organisasi
Faktor Pendorong Kreativitas Individu :
v Pengalaman individu dengan kreatifitas
v Perlakuan terhadap individu
v Kemampuan kognitif dari individu
Tahapan Membangun Kreativitas
v Tahap persiapan (preparation)
v Tahap inkubasi (incubation)
v Tahap penemuan ide atau gagasan (insight)
v Tahap pengujian (verification).
Manajemen adalah seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi Mary Parker Follet ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi.
v
Sejarah ilmu
manajemen bisa kita ketahui sekarang dengan Piramida di Mesir, Bangunan
Ka’bah di Makkah, Tembok Cina di Cina.
v
Peninggalan fisik tersebut menggambarkan adanya
aktifitas yang teratur dan bertahap di masa lalu yang saat ini dinamakan
manajemen.
Terdapat juga beberapa tokoh klasik
manajemen, antara lain :
Robert Owen (1771-1858)
Robert Owen adalah pemikir utama sosialisme
utopis, dia adalah seorang pelaku bisnis sukses yang menyumbangkan banyak laba
dari bisnisnya demi peningkatan hidup karyawannya. Dia dianggap sebagai
"Bapak" gerakan koperasi.
Charles Babbage (1792-1871)
adalah seorang matematikawan asal Inggris yang pertama
kali mengemukakan gagasan tentang komputer yang dapat diprogram.
Menurutnya : pentingnya Efisiensi dalam
kegiatan Produksi, khususnya dalam penggunaan fasilitas dan material produksi.
Terdapat juga teori-teori manajemen, antara lain :
Perspektif
Manajemen Klasik
Pada
tahun 1800-an, teori manajemen klasik muncul dan berkembang dengan cepat
seiring dengan industri di inggris.
v
Asumsi
dan perspektif manajemen klasik adalah bahwa setiap manusia berfikir secara logis,
rasional, dan kerja merupakan sesuatu yang mereka harapkan. (fattah :2000:22)
v
Perspektif
Manajemen Perilaku
Studi Howthorne, Teori Relasi Manusia,
dan Teori Perilaku Kontemporer. Studi Hownthorne (Elton Mayo), teori yang
menjelaskan mengenai pekerja akan lebih produktif jika merasa diperhatikan.
Teori Relasi Manusia, yang membahas mengenai Hirarki Kebutuhan. Teori yang
terakhir dibahas dalam perspektif manajemen perilaku adalah teori perilaku
kontemporer, yang mengupas mengenai perhatian pada perilaku pekerjaan yang
disebabkan oleh faktor psikologis, sosiologis, antropologis, dan lain
sebagainya.
v Studi Howthorne
v Teori Relasi Manusia
v Teori Perilaku Kontemporer
v
Perspektif
Manajemen Kuantitatif
v Kelompok Manajemen Sains
v Kelompok Manajemen Operasi
v
Kelompok
Manajemen Ilmiah atau Saintifik
v Frederich
W Taylor (1856-1915)
Empat Prinsip dasar Manajemen Ilmiah
v
Perkembangan manajemen ilmiah yang sebenarnya, sehingga
misalnya metoda yang terbaik untuk melakukan setiap pekerjaan dapat ditentukan.
v
Pemilihan yang ilmiah terhadap pekerja, sehingga setiap
pekerja dapat diberi tanggungjawab atas tugas yang paling cocok baginya.
v
Pendidikan dan pengembangan ilmiah untuk para pekerja.
v
Kerjasama yang erat dan bersahabat di antara manajemen dan
pekerja.
v Frank
Gilberth (1868-1924) dan Lilian Gilberth (1878-1972)
® Efisiensi dalam Produksi,
Psikologi Industri, dan Manajemen SDM
v Henry
L Gant (1861-1919)
® Empat Gagasan Peningkatan
Manajemen,Gantt Chart,
v Harrington
Emerson (1853-1931)
® 14 Prinsip Efisiensi
Pembagian kerja
Keseimbangan Wewenang dan Tanggung Jawab
Disiplin
Kesatuan komando
Kesatuan arah
Mengutamakan Kepentingan Organisasi
diatas kepentingan Individu
Kompensasi yang adil
Sentralisasi
Rantai skalar
Tata tertib
Keadilan
Stabilitasi kondisi karyawan
Inisiatif
Semangat kesatuan
v
Perspektif
Manajemen Administrasi
v Henry
Fayol (1841-1925)
® 14 Prinsip Fayol dalam
Manajemen
v Lyndall
Urwick (1891-1983)
® Panduan Manajemen
(Managerial Guidelines)
v Max
Weber (1864-1920)
® Birokrasi dalam Organisasi
4
prinsip Taylor
1. menghilangkan sistem
coba-coba dan menerapkan metode-metode ilmu pengetahuan di setiap unsur-unsur
kegiatan
2. memilih pekerjaan
terbaik untuk setiap tugas tertentu, selanjutnya memberikan latihan dan
pendidikan kepada pekerja.
3. setiap petugas harus
menerapkan hasil-hasil ilmu pengetahuan di dalam menjalankan tugasnya.
4. Harus dijalin kerja
sama yang baik antara pimpinan dengan pekerja.
Hal yang menarik dari pendapat Taylor salah satunya adalah mengenai posisi
manajer.
Empat Gagasan Gantt dalam Manajemen
v
Kerjasama yang saling menguntungkan antara tenaga
kerja dan pimpinan
v
Seleksi ilmiah tenaga kerja atau karyawan
v
Sistem insentif
untuk merangsang produktifitas karyawan dan organisasi
v
Penggunaan instruksi-instruksi kerja yang
terperinci.
12 Prinsip Efisiensi Emerson
v
Tujuan-tujuan dirumuskan dengan jelas
v
Kegiatan yang dilakukan harus masuk akal dan
realistis
v
Adanya staff yang memiliki kualifikasi yang tepat
v
Adanya kedisiplinan
v
Diberlakukannya pemberian kompensasi yang adil
v
Perlu adanya laporan dari setiap kegiatan secara
tepat, akurat, dan terpercaya, sehingga diperlukan semacam sistem informasi
atau akuntansi.
v
Adanya kejelasan dalam pemberian perintah,
perencanaan dan pembagian kerja.
v
Adanya penetapan standar dari setiap pekerjaan, baik
dari segi kualitas kerja maupun waktu pengerjaan.
v
Kondisi pekerjaan perlu distandardisasi.
v
Kegiatan operasional harus juga distandardisasikan.
v
Instruksi-instruksi praktis tertulis harus dibuat
secara standar.
v
Sebagai kompensasi atas efisiensi, perlu dibuat
rencana pemberian insentif.
Perspektif Manajemen Perilaku
Menekan
kita pada perilaku dan kibiasan individu manusia dalam sebuah organisasi dan pentingnya pula manajemen melakukan
perubahan perilaku dan kebiasaan manusia yang ada dalam organisasi agar
organisasi berjalan dengan baik.
Hugo Munstberg (1863-1926)
menyatakan bahwa para para psikoligi yang
memberikan kontribusi yang sangat berharga dalam sebuah kegiatan bisnis dalam
hal seleksi pekerja dan upaya-upaya yang dapat memotivasi kerja yang sangat
diperlukan agar perilaku an kebiasaan para pekerja yang berbeda-beda dalam
pelaksanaannya dapat diperhatikan namun sekaligus dapat diarahkan kepada
pencapaian tujuan organisasi.
Mary Parker Follet
tugas manajemen tidak hanya melakukan kegiatan
sistematis dalam rangka pencapaian tujuan, tetapi merupakan juga seni dalam
memahami perilaku orang lain sehingga dapat diarahkan kepada pencapaian tujuan.
Perspektik
Manajemen Kuantitatif
Diantara
dua perspektif yang muncul dalam kelompok manajemen kuantitatif ini adalah
perspektif manajemen sains dan manajemen operasi.
· Perspektif
manajemen sains
pespektif ini
mencoba menjelaskan realitas dalam kegiatan manajemen organisasi melalui model.
· Perspektif
manajemen operasi
Manajemen
operasi membantu manajemen agar dapat melakukan kegiatan produksi secara lebih
efisien dan efektif.
Teori Manajemen
Kontemporer
Kesimpulannya
semuanya telah memberikan kontribusi berharga bagi perkembangan dunia
manajemen, terutama aplikasinya dalam organisasi. Dan ketiga kelompok pemikiran
tersebut tidak sepenuhnya kontradiksi satu sama lain, namun pada dasarnuya
justru dengan kelebihan dan kekurangan serta keterbatasannya dapat saling
melengkapi satu sama lain.