Rabu, 08 Maret 2023

Azas-Azas Manajemen

 

BAB XI

FAKTOR INDIVIDU DALAM ORGANISASI

 

            Dalam faktor individu di dalam organisasi kita memiliki kontribusi dan kompensasi, kontribusi adalah apa yang kita dapat berikan untuk organisasi atau perusahaan, sedangkan kompensasi adalah apa yang diberikan organisasi atau perusahaan kepada kita. Ini adalah salah satu bentuk satu kesatuan yang saling berhubungan satu saa lain atau simbiosis mutualisme dan dalam Kontribusi  dari Individu bagi organisasi dibagi 6 kelompok yaitu : usaha, kemampuan, keahlian, loyalitas, waktu, dan kompetensi. Sama halnya dengan kompensasi dari organisasi bagi individu juga terbagi 6 kelompok yaitu : upah, kepastian dan keamanan kerja, benefit, peluang karir, status, dan peluang promosi.

 

                        Ada juga 3 hal faktor yang terkait dengan individu dalam organisasi

 

1.      Kontrak Psikologis (Psychological Contract)

suatu kesepakatan tidak tertulis yang muncul ketika seseorang bergabung dengan sebuah organisasi atau ketika tenaga kerja bergabung dalam sebuah perusahaan.

 

2.      Kesesuaian Tenaga Kerja yang dibutuhkan Perusahaan (Personal Job Fit)

3.      Keragaman Individu dalam Organisasi (Individual Differences in Organization)

 

Faktor Individu dan Kepribadian

 

1.      Openness to Experience (Terbuka terhadap Hal-hal baru)

Karakteristik positif pada Individu yang memiliki dimensi ini cenderung lebih kreatif, Imajinatif, Intelektual, penasaran dan berpikiran luas. Sifat kebalikan dari “Openness to Experience” ini adalah individu yang cenderung konvensional dan nyaman terhadap hal-hal yang telah ada serta akan menimbulkan kegelisahan jika diberikan tugas-tugas baru.

2.      Conscientiousness (Sifat Berhati-hati)

Kepribadian Conscientiousness ini cenderung lebih berhati-hati dalam melakukan suatu tindakan ataupun penuh pertimbangan dalam mengambil sebuah keputusan, mereka juga memiliki disiplin diri yang tinggi dan dapat dipercaya. Karakteristik Positif pada dimensi  adalah dapat diandalkan, bertanggung jawab, tekun dan berorientasi pada pencapain. Sifat kebalikan dari Conscientiousness adalah individu yang cendurung kurang bertanggung jawab, terburu-buru, tidak teratur dan kurang dapat diandalkan dalam melakukan suatu pekerjaan.  

3. Extraversion (Ekstraversi)

Dimensi Kepribadian Extraversion ini berkaitan dengan tingkat kenyamanan seseorang dalam berinteraksi dengan orang lain. Karakteristik Positif Individu Extraversion adalah  senang bergaul, mudah bersosialisasi, hidup berkelompok dan tegas. Sebaliknya, Individu yang Introversion (Kebalikan dari Extraversion) adalah mereka yang pemalu, suka menyendiri, penakut dan pendiam.

4. Agreeableness (Mudah Akur atau Mudah Bersepakat)

Individu yang berdimensi Agreableness ini cenderung lebih patuh dengan individu lainnya dan memiliki kepribadian yang ingin menghindari konfilk. Karakteristik Positifnya adalah kooperatif (dapat bekerjasama), penuh kepercayaan, bersifat baik, hangat dan berhati lembut serta suka membantu. Karakteristik kebalikan dari sifat “Agreeableness” adalah mereka yang tidak mudah bersepakat dengan individu lain karena suka menentang, bersifat dingin dan tidak ramah.

4.      Neuroticism (Neurotisme)

Neuroticism adalah dimensi kepribadian yang menilai kemampuan seseorang dalam menahan tekanan atau stress. Karakteristik Positif dari Neuroticism disebut dengan Emotional Stability (Stabilitas Emosional), Individu dengan Emosional yang stabil cenderang Tenang saat menghadapi masalah, percaya diri, memiliki pendirian yang teguh. Sedangkan karakteristik kepribadian Neuroticism (karakteristik Negatif) adalah mudah gugup, depresi, tidak percaya diri dan mudah berubah pikiran.

 

 

 

 

Beberapa Perilaku lain dari Individu

 

Ø  Locus of control

keyakinan seseorang tentang faktor yang mempengaruhi keberhasilannya

LOC Internal dan LOC Eksternal

 

Ø  Self-eficacy

keyakinan seseorang bahwa dia mampu bisa dengan baik melakukan apapun

 

Ø  Authoritarianism

 

Ø  Machiavellianism

Manuver politik dalam organisasi

Seseorang manipulator atau orang yang menyalahgunakan kekuasaan

Ø  self-esteem

Ø  risk propensity

 

Perilaku Individu dan Sikap Berorganisasi

Ø  3 Komponen dari Sikap (Griffin)

 

Komponen Afektif

Komponen kognitif

Komponen Intensi

 

Perilaku Individu dan Sikap Berorganisasi

Ø  Persepsi Selektif

v  Proses penyeleksian informasi mengenai sesuatu dimana sesuatu tersebut mengalami berbagai kontradiksi dan ketidaksesuaian dari persepsi awal yang kita yakini

Ø  Stereotip

v  Proses pelabelan terhadap seseorang berdasarkan suatu kejadian tertentu yang dialami atau dilakukan oleh seseorang tersebut

 

Beberapa Isu seputar Perilaku Individu

Perilaku Individu dan Stress :

 

®  Faktor-faktor Penyebab Stress

®  Tuntutan pekerjaan (task demands)

®  Tuntutan fisik (physical demands)

®  Tuntutan peran atau fungsi (role demands)

®  Tuntutan interpersonal (interpersonal demands)

®  Faktor ekonomi

 

Cara menangani stress dalam perilaku individu

1)      Olahraga yang teratur

2)      Relaksasi

3)      Manajemen waktu

4)      Merubah suasana atau lingkungan pekerjaan

5)      Support keluarga atau group

6)      Holiday

7)      Tidur yang cukup

 

Kreativitas Individu dalam Organisasi

 

Faktor Pendorong Kreativitas Individu :

v  Pengalaman individu dengan kreatifitas

v  Perlakuan terhadap individu

v  Kemampuan kognitif dari individu

Tahapan Membangun Kreativitas

v  Tahap persiapan (preparation)

v  Tahap inkubasi (incubation)

v  Tahap penemuan ide atau gagasan (insight)

v  Tahap pengujian (verification).


Manajemen adalah seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi Mary Parker Follet ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi.

 

v        Sejarah ilmu manajemen bisa kita ketahui sekarang dengan Piramida di Mesir, Bangunan Ka’bah di Makkah, Tembok Cina di Cina.

v        Peninggalan fisik tersebut menggambarkan adanya aktifitas yang teratur dan bertahap di masa lalu yang saat ini dinamakan manajemen.

 

Terdapat juga beberapa tokoh klasik manajemen, antara lain :

 

Robert Owen (1771-1858)

Robert Owen adalah pemikir utama sosialisme utopis, dia adalah seorang pelaku bisnis sukses yang menyumbangkan banyak laba dari bisnisnya demi peningkatan hidup karyawannya. Dia dianggap sebagai "Bapak" gerakan koperasi.

Charles Babbage (1792-1871)

adalah seorang matematikawan asal Inggris yang pertama kali mengemukakan gagasan tentang komputer yang dapat diprogram.

Menurutnya : pentingnya Efisiensi dalam kegiatan Produksi, khususnya dalam penggunaan fasilitas dan material produksi.

 

Terdapat juga teori-teori manajemen, antara lain :

 

Perspektif Manajemen Klasik

Pada tahun 1800-an, teori manajemen klasik muncul dan berkembang dengan cepat seiring dengan industri di inggris.

v        Asumsi dan perspektif manajemen klasik adalah bahwa setiap manusia berfikir secara logis, rasional, dan kerja merupakan sesuatu yang mereka harapkan. (fattah :2000:22)

 

v        Perspektif Manajemen Perilaku

 

Studi Howthorne, Teori Relasi Manusia, dan Teori Perilaku Kontemporer. Studi Hownthorne (Elton Mayo), teori yang menjelaskan mengenai pekerja akan lebih produktif jika merasa diperhatikan. Teori Relasi Manusia, yang membahas mengenai Hirarki Kebutuhan. Teori yang terakhir dibahas dalam perspektif manajemen perilaku adalah teori perilaku kontemporer, yang mengupas mengenai perhatian pada perilaku pekerjaan yang disebabkan oleh faktor psikologis, sosiologis, antropologis, dan lain sebagainya.

v  Studi Howthorne

v  Teori Relasi Manusia

v  Teori Perilaku Kontemporer

v        Perspektif Manajemen Kuantitatif

 

v  Kelompok Manajemen Sains

v  Kelompok Manajemen Operasi

 

v        Kelompok Manajemen Ilmiah atau Saintifik

v  Frederich W Taylor (1856-1915)

 

Empat Prinsip dasar Manajemen Ilmiah

v        Perkembangan manajemen ilmiah yang sebenarnya, sehingga misalnya metoda yang terbaik untuk melakukan setiap pekerjaan dapat ditentukan.

v        Pemilihan yang ilmiah terhadap pekerja, sehingga setiap pekerja dapat diberi tanggungjawab atas tugas yang paling cocok baginya.

v        Pendidikan dan pengembangan ilmiah untuk para pekerja.

v        Kerjasama yang erat dan bersahabat di antara manajemen dan pekerja.

v  Frank Gilberth (1868-1924) dan Lilian Gilberth (1878-1972)

®  Efisiensi dalam Produksi, Psikologi Industri, dan Manajemen SDM

v  Henry L Gant (1861-1919)

®  Empat Gagasan Peningkatan Manajemen,Gantt Chart,

v  Harrington Emerson (1853-1931)

®  14 Prinsip Efisiensi

Pembagian kerja

Keseimbangan Wewenang dan Tanggung Jawab

Disiplin

Kesatuan komando

Kesatuan arah

Mengutamakan Kepentingan Organisasi diatas kepentingan Individu

Kompensasi yang adil

Sentralisasi

Rantai skalar

Tata tertib

Keadilan

Stabilitasi kondisi karyawan

Inisiatif

Semangat kesatuan

v        Perspektif Manajemen Administrasi

v  Henry Fayol (1841-1925)

®  14 Prinsip Fayol dalam Manajemen

v  Lyndall Urwick (1891-1983)

®  Panduan Manajemen (Managerial Guidelines)

v  Max Weber (1864-1920)

®  Birokrasi dalam Organisasi

 

                                                            4 prinsip Taylor

 

1.      menghilangkan sistem coba-coba dan menerapkan metode-metode ilmu pengetahuan di setiap unsur-unsur kegiatan

2.      memilih pekerjaan terbaik untuk setiap tugas tertentu, selanjutnya memberikan latihan dan pendidikan kepada pekerja.

3.      setiap petugas harus menerapkan hasil-hasil ilmu pengetahuan di dalam menjalankan tugasnya.

4.      Harus dijalin kerja sama yang baik antara pimpinan dengan pekerja.
Hal yang menarik dari pendapat Taylor salah satunya adalah mengenai posisi manajer.

 

 

Empat Gagasan Gantt dalam Manajemen

v        Kerjasama yang saling menguntungkan antara tenaga kerja dan pimpinan

v        Seleksi ilmiah tenaga kerja atau karyawan

v        Sistem insentif  untuk merangsang produktifitas karyawan dan organisasi

v        Penggunaan instruksi-instruksi kerja yang terperinci.

 

12 Prinsip Efisiensi Emerson

v        Tujuan-tujuan dirumuskan dengan jelas

v        Kegiatan yang dilakukan harus masuk akal dan realistis

v        Adanya staff yang memiliki kualifikasi yang tepat

v        Adanya kedisiplinan

v        Diberlakukannya pemberian kompensasi yang adil

v        Perlu adanya laporan dari setiap kegiatan secara tepat, akurat, dan terpercaya, sehingga diperlukan semacam sistem informasi atau akuntansi.

v        Adanya kejelasan dalam pemberian perintah, perencanaan dan pembagian kerja.

v        Adanya penetapan standar dari setiap pekerjaan, baik dari segi kualitas kerja maupun waktu pengerjaan.

v        Kondisi pekerjaan perlu distandardisasi.

v        Kegiatan operasional harus juga distandardisasikan.

v        Instruksi-instruksi praktis tertulis harus dibuat secara standar.

v        Sebagai kompensasi atas efisiensi, perlu dibuat rencana pemberian insentif.

 

 

 

Perspektif Manajemen Perilaku

 

Menekan kita pada perilaku dan kibiasan individu manusia dalam sebuah organisasi dan pentingnya pula manajemen melakukan perubahan perilaku dan kebiasaan manusia yang ada dalam organisasi agar organisasi berjalan dengan baik.

 

Hugo Munstberg (1863-1926)

 

menyatakan bahwa para para psikoligi yang memberikan kontribusi yang sangat berharga dalam sebuah kegiatan bisnis dalam hal seleksi pekerja dan upaya-upaya yang dapat memotivasi kerja yang sangat diperlukan agar perilaku an kebiasaan para pekerja yang berbeda-beda dalam pelaksanaannya dapat diperhatikan namun sekaligus dapat diarahkan kepada pencapaian tujuan organisasi.

 

Mary Parker Follet

tugas manajemen tidak hanya melakukan kegiatan sistematis dalam rangka pencapaian tujuan, tetapi merupakan juga seni dalam memahami perilaku orang lain sehingga dapat diarahkan kepada pencapaian tujuan.

 

    Perspektik Manajemen Kuantitatif

            Diantara dua perspektif yang muncul dalam kelompok manajemen kuantitatif ini adalah perspektif manajemen sains dan manajemen operasi.

 

·      Perspektif manajemen sains

      pespektif ini mencoba menjelaskan realitas dalam kegiatan manajemen organisasi melalui model.

·         Perspektif manajemen operasi

Manajemen operasi membantu manajemen agar dapat melakukan kegiatan produksi secara lebih efisien dan efektif.

 

 

    Teori Manajemen Kontemporer

Kesimpulannya semuanya telah memberikan kontribusi berharga bagi perkembangan dunia manajemen, terutama aplikasinya dalam organisasi. Dan ketiga kelompok pemikiran tersebut tidak sepenuhnya kontradiksi satu sama lain, namun pada dasarnuya justru dengan kelebihan dan kekurangan serta keterbatasannya dapat saling melengkapi satu sama lain.


Etnis Tionghoa Pasca Orde Baru dan Politik Identitasnya

Etnis Tionghoa Pasca Orde Baru dan Politik Identitasnya             Etnisitas adalah sekelompok manusia yang memiliki kesamaan latar b...