Resensi Film The War on Democracy – Latin America Dalam Mata Kuliah Perbandingan
Politik
KATA
PENGANTAR
Segala
puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat
Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada penulis
sehingga dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik. Makalah ini dibuat untuk
memenuhi tugas perkuliahan mata kuliah Perbandingan Politik yang berjudul“Resensi
Film The War on Democracy – Latin America dalam mata kuliah Perbandingan
Politik”, makalah ini membahas informasi
tentang peran mahasiswa dalam menganalisis film, dan membandingkannya dengan
perbandingan politik yang sudah dipelajari selama proses perkulihan
berlangsung.
Penulis berharap dengan adanya
makalah ini dapat memberikan pengetahuan lebih dan nantinya makalah ini dapat bermanfaat
untuk para pembaca, penulis menyadari dalam pembuatan makalah ini masih jauh dari
kata sempurna sehingga kritik dan saran sangat penulis harapkan dari para
pembaca.
Akhir kata, saya sampaikan terima
kasih kepada semua pihak yang telah mendukung saya dalam penyusunan makalah ini
sehingga makalah ini dapat terselesaikan dengan sebagaimana mestinya. Semoga
Allah SWT senantiasa meridhoi kita semua, aamiin.
Penulis
Intan
Fatwa Kharismatunnisa.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Film dekomenter
ini tentang perjuangan masyarakat untuk membeaskan diri dari bentuk perbudakan
yang moderen, juga menjelaskan bagaimana gambaran dunia bukan hanya sebagai
orang Amerika Serikat yang ingin terlihat berguna. Dalam film ini juga menjelaskan
kekuatan, keberanian dan kemanusiaan di antara orang-orang yang hampir tidak
memiliki apa-apa, dan mendapatkan kembali sebuah kata-kata mulia seperti
demokrasi, dari film ini kita meilihat bagaimana orang Amerika Latin sendiri
dikucilkan oleh Serikatnya, dan pada akhirnya mereka menujukan kepercayaan yang
merupakan suau gerakan perubahan luar biasa yang datang dalam kehidupan mereka.
Film ini bertujuan untuk mengetahui tentang hubungan masa lalu Washington
dengan beberapa negara bagian dari Amerika Latin seperti : Venezuela, Chile,
Guatemala, dan Bolivia. Sang kreator film, yakni John Pilger mengumpulkan beberapa
rekaman dari sebuah arsip dan mewawancarai berbagai narasumber, salah satunya
adalah Presiden Venezuela Hugo Chavez. Dalam film ini kita dapat mengerti bahwa
bagaimana AS berperan dalam proses intervensi kepada Amerika Latin, dan
mengubah bagaimana sistem pemerintahan yang sebelumnya telah di bangun oleh
Amerika Latin sejak 1950an. Dengan semua rangkauian yang di miliki AS untuk
mengintervensi Amerika Latin, malah nyatanya hal ini berimbas terjadinya banyak
kekacauan di masing-masing wilayah, walaupun pada akhirnya terlepas dari apapun
yang Amerika Serikat lakukan dalam bentuk penindasan ke Amerika Latin. Di dalam
film ini kita dapat bandingkan dengan Venezuela, Chili, dan Bolivian tentang
bagaimana yang dilakukan Amerika Serikat ke Amerika Latin. Film ini di
sutradarai oleh Christopher Martin dan John
Pilger, dan rilis pada tahun 2007, berdurasi 96 menit. Film
ini diambil dari beberapa kejadian politik di
negara- negara bagian Amerika Latin, dalam film ini mengkritik bagaimana intervensi Amerika
Serikat terhadap politik domestik
negara asing dan perang melawan terorisme.
1.2 Rumusan
Masalah
a. Apa tujuan
dari perbandingan yang dilakukan dalam film tersebut?
b. Jelaskan
teori yang digunakan dalam perbandingan yang terdapat dalam film tersebut!
c. Jelaskan
variable-variable yang terapat dalam perbandingan tersebut!
d. Jelaskan
hipotesis yang ditawarkan dari perbandingan tersebut!
e. Jelaskan, apakah
perbandingan tersebut menggunakan Single case? atau Small-n? atau Large-n?
1.3 Tujuan
Masalah
a. Untuk mengetahui
tujuan perbandingan yang terdapat di dalam film tersebut.
b. Menjelaskan
teori perbandingan apa saja yang terdapat da;am film tersebut.
c. Menjelaskan variabel
yang terdapat di dalam film tersebut.
d. Menjelaskan
hipotesis apa saja yang ditawarkan dalam film tersebut.
e. Menjelaskan perbandingan
apa yang digunakan dalam film tersebut.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
Tujuan Perbandingan Yang Terdapat Dalam Film
a.
Venezuela
Bermula di
Venezuela, Venezuela sendiri adalah salah satu negara terkaya di Amerika Latin,
yang kekayaan negara tersebut berasal dari olahan minyak. Hugo Chavez adalah
Presiden dari Venezuela yang telah menjabat selama 8 tahun, Hugo adalah simbol
kebangkitan, kekuatan besar rakyat yang didorong oleh popularitas besar, namun
beluai cukup di benci oleh AS karena apa yang Amerika Serikat inginkan tidak
sejalan dengan Hugo Chaves jalankan, karena yang Hugo lakukan adalah ancaman
sendiri untuk Amerika Serikat, sehingga Hugo dianggap sebagai criminal goverment. Bahkan oleh salah
satu politisi AS Hugo dianggap menjadi ancaman yang ekstrim, bukan hanya di
Venezuela namun dibelahan bumi mereka. Tentang latar belakang Hugo Chaves ini,
disalah satu wawancara yang dilakukan oleh John Pilger, Hugo menjawab, “bahwa
beliau lahir dari keluarga miskin, rumah biasa aja, dan memiliki pengalaman
kemiskinan, orang tua yang berkerja sebagai guru, namun neneknya yang berasal
dari India mengajarkan banyak sekali hal, salah satunya tentang solidarity with other peolpe, berbagi
roti walaupun sedikit, dan bagaimana masa seklahnya yang melanjutkan sebagai
tentara dan bersekolah di sekolah militer. Setelah terpilihnya Hugo pada tahun
1999, Venezuela memilik konstitusi, di masa kepemimpinannya itu, masyarakat
memilai bahwa Hugo adalah pemimpin yang baik dan memihak orang kecil. 10 tahun
sebelumnya masyarakat sangat sulit untuk mendapatkan atau menikmati fasilitas
kesehatan, bahkan untuk pendidikan untuk anak-anak mereka yang menjamin full day at school, ibu rumah tangga
yang dibayar untuk bekerja, para lansia atau masyarakat miskin melek budaya
literasi, dan pertama kali masyarakat bebas merdeka dibawah konstitusi. Karena
masyarakat sebelumnya sangat tidak pernah mearsa diperhatikan oleh pemerintah,
bahkan untuk ke rakyat kecil. Walaupun Hugo dianggap fasis dan seperti Nazi
untuk kaum yang membencinya, namun bagi kebanyakan masyarakat Hugo Chaves is a rightfull
president, people love him and they
will defend him.
Ada sebuah fakta
menarik tentang National Endowment For Democracy, yang dimana pemerintah AS
menginvestasikan lebih dari 2 juta dollar untuk membiayai organisasi ini (dana
nasional untuk demokrasi) selama kurang lebih 6 bulan. Selain itu organisasi
ini membagikan uang kepada kelompok yang pemimpinannya memberikan jabatan
kabinet untuk waktu yang singkat (rezim illegal). Roger Noriega selaku asisten
menteri luar negeri Amerika Serikat periode 2003-2005 menjelaskan bahwa AS
tidak berinvestasi ke organisasi tersebut.
b.
Guatemala
Merupakan salah
satu negara kecil di pusat Amerika, dan termasuk ke dalam negara miskin, pada
tahun 1950an Jacobo Arberiz menjadi presiden pertama di Guatemala dan dipilih
secara demokrastis oleh kebanyakan orang. Reformasi gaya perjanjian baru, AS
tidak bisa mengontrol tentang ekonomi yang ada di Guatemala, dan pemimpinya
yang baru, Arberiz memiliki branding sebagai komunis, diktaktir baru dalam
demokrasi, bahkan Vice President, Richard Nixon mengucapkan selamat untuk ke
diktaktor baru itu. Dalam masa kepimpinannya kurang lebih sebanyak 2000an orang
mati di masa kepemimpinan Arberiz, menurut Richard Helms juga mereka merasa
bahwa jika Amerika Serikat tidak mengendalikan pemerintahan Amerika Latin.
c.
Chile
National
Stadium in Santiago, Chile adalah sebuah tempat bersejarah yang di mana di
tempat ini banyak memiliki cerita tentang perjuangan masyarakat Chile dalam
masa-masa tidak beruntungnya. Chile di bawah kepemimpinan Allende menjadi
sebuah inspirasi rahasia. Bahkan ada sebuah dokumen pada bulan Oktober tahun
1970, CIA mengirim telegram sebagai man in Chile, dan itu adalah sebuah
kebijakan yang tegas dan berkesinambungan bahwa Allende dgulingkan dengan
kudet, Chile mengkudeta ssangat sempurna. Dan satu lagi, seorang elite Amerika
Latin senang diselamatkan oleh fasisme. Menurut Duane Clarridge Chile adalah satu-satunya
alasan itu karena Pinochet. Pemerintah Chili, Salvador Allende yang terpilih
secara demokratis, misalnya, digulingkan oleh kudeta yang didukung AS pada
tahun 1973 dan digantikan oleh kediktatoran militer Jenderal Pinochet.
Guatemala, Panama, Nikaragua, Honduras, dan El Salvador semuanya telah diserang
oleh Amerika Serikat. Pada akhir tahun 1970an di Amerika Latin di kontrol oleh
diktaktor, yang seperti Pinochet, selain fasis, Pinochet juga dianggap menjadi
biang oenderitaan bagi kebanyakan rakyat Chile saat itu. Lantas bagaimanakah
tentang peran pemerintaham Amerika Serikat dalam pelanggaran hak asasi manusia?
Di akhir tahun
1980an, kebijakan Washington berubah, seorang diktaktor seperti Pinochet di
pandang sebagai rasa malu yang tidak perlu dibincangkan lagi. Kebijakan ini
adalah suatu cara baru dan inovatif untuk mengendalikan bangsa-bangsa. Pada tahun
1990an, nama demokrasi ini diganti menjadi dic, dan pada tahun yang sama demokrasi
ini menggantikan kediktaktoran di Amerika Latin, dengan Chile menjadi
pendomannya. Chile sekarang adalah negara demokrasi secara teori, namun menurut
implementasinya mungkin sudah mati, dan Chile masih meninggalkan semangat
sisa-sisa militernya.
d.
Bolivia
Adalah negara
dengan kebebasan bereksperimen, dengan masyarakatmya kebanyakan brutal
tertinggi di Andes. Gonzaki Sanchez de Lozada atau dikenal dengan Goni adalah presiden
Bolivia pada tahun 2003, beliau dibesarkan di Washington, pada masa
kepemimpinan beliau banyak sekali terjadi aksi besar-besarkan untuk menuntut
pemimpin mereka yang lama kembali, kondisi ini sama seoerti di Venezuela, dalam
aksi masa ini mereka menuntut negara mereka kembali, ternyata apa yang mereka
suarakan di dengar, Goni secara sadar mengundurkan diri dan di sambut dengan
rasa semangat oleh kebanyakan masysrakat, dan pada bulan Oktober 2004, kongres
Bolivia memerintahkan lambang jabatannya.
Amerika
Latin Saat Ini
Sekarang
di Amerika Latin ada sekelompok pemimpin menawaarkan sebuah awal yang baru. Di
mana masyarakat Venezuela yang sangat mencintai Hugo sampai akhir hayatna, apa
yang terjadi di National Stadium in Santiago, Chile adalah memiliki tempat yang
sangat spesial dalam memperjuangkan untuk kebebabsan dan demokrasi seluruh
Amerika Latin dan dunia. Apa yang terjadi dalam kerusuhan pemerintahan Amerika
Latin adalah karena adanya campur tangan dari Amerika Serikat, dan kebijakan
publik Washington yang menjadikannya akar dari semua permasalahan yang terjadi
di Amerika Latin. Perbandingan dalam film ini lebih untuk menyari tau tentang
bagaimana kudeta yang di gancarkan Amerika Serikat di negara bagian Amerika
Latin, Hugo Chavez adalah seorang pahlawan
Bolivarian yang memiliki keberanian untuk bertahan hidup tanpa tunduk pada
negara adidaya yang perkasa, yakni Amerika Serikat. Perbandingan ini
mengungkap kisah nyata di balik upaya penggulingan Presiden Venezuela Hugo
Chavez pada tahun 2002 dan bagaimana orang-orang di barrios Caracas bangkit
untuk memaksanya kembali berkuasa. Di jelaskan juga bahwa perbandingan politik
AS selalu ikut campur tangan di wilayah Amerika Latin untuk melindungi
kepentingan ekonominya.
2.2
Metode Penelitian Berdasarkan Ulasan Teori Film
Metode
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan desain
penelitian analisis wacana kritis Norman Fairclough. Metode penelitian
kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif, yaitu
ucapan atau tulisan, atau perilaku yang dapat diamati dari subjek itu sendiri
(Fuchran, 1998: 11)
Untuk
menganalisis wacana yang terdapat dalam film The War on Democracy peneliti
menggunakan analisis yang dekembangkan oleh Norman Fairclough. dalam analisis
wacana kritis Norman Fairclough. Model yang dikemukakannya sering disebut juga
model perubahan sosial (social change) karena berusaha mengintegrasikan antara
aspek linguistik dengan pemikiran sosial dan politik menuju perubahan sosial.
Dalam model Fairclough, teks di sini dianalisis secara linguistik, dengan
melihat kosakata, semantik, dan tata kalimat. Ia juga memasukan koherensi dan
kohesivitas, bagaimana antar kalimat atau kalimat tersebut digabung sehingga
menimbulkan pengertian. Fairclough membagi analisis wacana dalam tiga dimensi :
teks (sic-pen), discourse practice, dan sosiocultural practice (Eriyanto,
2001:286).
Menurut Dana Ward, Database Review Antropologi “Perang Melawan Demokrasi menunjukkan
realitas brutal dari gagasan Amerika Serikat tentang menyebarkan demokrasi”.
Bahwa pada kenyataannya, Amerika Serikat sebenarnya sedang melakukan perang
terhadap demokrasi, dan bahwa demokrasi kerakyatan sejati sekarang lebih
mungkin ditemukan di antara yang termiskin di Amerika Latin. Film dokumenter
yang menggugah pemikiran ini akan membangkitkan beberapa ide dan mendorong para
politisi serta warga yang memilih mereka untuk menemukan cara membuat perubahan
sosial yang signifikan demi kepentingan semua kelas. Film ini sangat direkomendasikan
untuk mahasiswa yang tertarik dalam studi Amerika Latin, sejarah Amerika Latin,
budaya, dan ilmu politik."
Menurut
Marcus Raskin, salah satu Pendiri, Institute for Policy Studies, penulis
bersama Bob Spero, The Four Freedoms Under Siege: The Clear and Present Danger
from Our National Security State
"John
Pilger dan rekan-rekannya memiliki banyak hal untuk dijawab! Mereka berani
menyajikan fakta yang keras dan keras kepala tentang kebijakan keamanan luar
negeri dan nasional Amerika dalam periode di mana kita telah dipropagandakan
untuk mengalihkan pandangan kita dari berbagai kebenaran hal, peristiwa, dan
kondisi seperti mereka. Mereka telah menunjukkan tidak hanya kesombongan,
tetapi juga kebodohan para pemimpin dan penasihat mereka yang menipu orang lain
dan diri mereka sendiri. Dan akhirnya, para pemimpin Amerika ini berusaha untuk
merendahkan, merusak, jika tidak menghancurkan peluang yang tidak berdaya dan
celaka harus mengajari kita, orang kaya tapi tertipu sehingga kita akan
berhenti bertingkah seperti tumit, bodoh, dan penjajah. Film ini adalah alat
pengajaran penting yang harus digunakan di tingkat perguruan tinggi dan
seterusnya, di teater komersial, serikat pekerja, dan gereja."
2.3 Variabel Dan Hipotesis Yang Terdapat Pada Film
Variabel dependent (tidak bebas) è hasil apa yang Anda minati
1. Mengapa AS
sangat mempertahankan
hegemoninya?
2. Bagaimanakah propagandan berjalan di lingkungan demokrasi?
3. Apakah uang membuat orang bahagia?
4. Apakah faktor kemiskinan mempengaruhi sikap berpolitik?
5. Mengapa ada negara sosialis dan ada yang tidak?
Variabel Independent (bebas) è factor penyebab apa yang Anda
minati?
1. Mengapa AS sangat mempertahankan hegemoninya?
2. Bagaimanakah propagandan berjalan di
lingkungan demokrasi?
3. Apakah uang
membuat orang bahagia?
4. Apakah faktor kemiskinan mempengaruhi sikap berpolitik?
5. Mengapa ada negara sosialis dan ada yang tidak?
Hipotesis
- Ho: Tidak adanya perbedaan
kepemimpinan Amerika Serikat dengan Amerika Latin.
- Ha: Terdapat adanya perbedaan
kepemimpinan di Amerika Serikat dengan Amerika Latin.
2.4 Perbandingan Small-n
The
War on Democracy – Latin America
Venezuela
dan Boliviar memiliki persamaan karena pemimpin mereka berusaha di kudetakan
oleh AS¸ dan tterlepas dari sejarah penindasan yang dilakukan terus menerus
oleh Amerika Serikat, nyatanya gerakan demokrasi sudah mulai berkembang di
Amerika Latin. Kasus yang di pilih John ini termasuk kasus besar yang cukup
menonjol, yang memperlihatkan bahwa sejarah tidak hanya di tulis oleh yang
menang saja, namun dari film ini kita dapat melihat dari sisi yang lainnya,
dengan apa yang dilakukan AS terkait dengan menyuarakan demokrasi, nyatanya hal
ini menghambat kemajuan AS, karena prinsip-prinsip demokrasi dapat ditemukan
lebih mudah di antara orang-orang termiskin di Amerika Latin daripada di
Amerika Serikat.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Amerika Serikat rela melakukan segala cara
seperti menyiksa, bahkan membunuh demi mempertahankan apa yang mereka inginkan,
film ini berdasarkan kisah nyata yang bersumber dari arsip dan wawancara kepada
narasumber yang terdampak secara langsung, dalam film ini juga menunjukan
bagaimana kebobrokan Amerika Serikat yang tanpa nuraninya berusaha mencoba
mengacau di Amerika Latin tersebut, ini juga mengungkapkan bagaimana apa
yang terjadi di Amerika Latin adalah metafora bagaimana bagian dunia lainnya
"diatur".
Inti dari film ini
adalah pada tema konstan dalam semua karyanya: kekuatan yang besar dan rakus
itu jauh dari tak terkalahkan dan bahwa kekuatan manusia itu
abadi. Fotaograf dalam video definisi tinggi, hanya sedikit film yang
dibuat tepat waktu seperti The War on Democracy .
DAFTAR
PUSTAKA
http://socialistreview.org.uk/315/war-democracy
http://johnpilger.com/videos/the-war-on-democracy
https://www.youtube.com/watch?v=xyWVh4kRyg4