Senja
yang tenggelam menjadi malam yang kelam
Hai, aku si gadis lugu berusia
kurang pantas ku sebutkan. Saat ini jam 2 pagi, aku sehabis nabung di bank
rumahku rasanya tidak usahku katakan ku rasa kalian tau rasanya, sambil
ditemani iringan lagu dari Banda Neira seakan membawa ku ke alam yang berbeda.
“Rindu? Bukti untuk bertemu
bukan? Hanya orang gila yang tidak mengakui rindu dasar, gadis lugu.” Katamu
padaku, tapi nyata? Itu adalah ilusi, ilusi yang kau ciptakan sesaat hanya
untuk sebuah penenang agar terciptanya sebuah rumah garis senyuman di wajahku
tapi ia telah sirna.
Senja (n) : adalah bagian waktu
dalam hari atau keadaan setengah gelap di bumi sesudah matahari terbenam,
ketika piringan matahari secara keseluruhan telah hilang dari cakrawala.
“tak
usah takut wahai gadis lugu selama matahari masih menunjukan diri percayalah
senja akan kembali.” Katamu kembali padaku, tapi nyatanya? Hm baiklah, hai
senjaku, kapankah kau kembali bersinar lagi seperti sedia dulu kala? Jika belum
tiba waktumu untuk bersinar lagi, ayo percepatlah waktunya, sebab aku
merindukan kembali akan ke indahanmu, duh senjaku kau selalu juara membuatku
cemas.
Mengapa dunia adil pada senja
tapi tidak pada fajar? Mengapa banyak sekali yang mengagumi jingga tapi tidak
pada gerhana? Mengapa senja hanya sejenak? Begitu cepat berganti menjadi malam
yang kelabu. Mengapa? Apa pantaskah aku si penikmat senja cemburu dengan adanya
bulan di malam yang gelap? Bagaimana ku ingin mengungkapkan rasa yang tak
pernah reda, bahkan untuk cemburupun aku tak berhak. Sangat egois memang, tapi
izikan waktu yang menanti untuk masa yang tak ingin ku sudahi.
Tentang sebuah kehilangan, senja
yang jingganya mudah meredup berganti menjadi gelap yang mencengkam, tetesan
air hujan yang meneduhkan berganti menjadi dingin yang menusuk, yang aku takut
akan semakin menjauh, yang jauh berlari semakin tak terlihat. Sepi menjadi
ruang lingkupku sendiri, damai, sunyi sudah menjadi teman baikku.
Cinta tau kepada siapa dia
tumbuh, aku minta maaf jika tak bisa merubahmu menjadi lebih berarti. Aku si
gadis lugu yang tak mengerti apa-apa, hidupku monoton. Sekarang kau sudah
menemukan puan yang baru, dan rumah itu bukanlah milikku lagi. Terkadang harus
mencoba melepaskan agar koreng tak lagi lara. Kamu itu ciptaan orang tuamu yang
dikirim Tuhan yang paling indah, setidaknya aku sedikit beruntung mengenalmu
walau sedetik, tak sia-sia diriku. Kau percaya tidak? Jika tidak tanyakanlah pada
semesta karena dia menjadi saksi bahwa aku si gadis lugu sangat memujamu. Meskipun
kau telah tiada, setidaknya hadirmu menghadirkan makna. Tapi percayalah senja,
aku baik-baik saja disini tidak meratapi pilu, tapi merasakan euforia ketenagan
ombak.
Perihal pura-pura untuk merindu
sepertinya aku pemenangnya, ini seperti sudah menjadi budaya untuk diriku,
menjadi kebiasaan dalam kelemahan, aku kalah. Aku tak pernah faham bahwa
merindu ternyata sangat menyulitkan, selalu ada ruang kosong untuk merindu,
tapi hanya kosong saja tak ada ruang untuk menghidupi ruang rindu. Tak adil juga
puan barumu boleh dengan mudahnya merindu sedangkan aku tidak? Tak adil kau
memberi ruang kosong yang boleh diisi sedangkan aku tidak? Sia-sia sudah, aku
kalah. Kau mudah mengacuhkanku tapi tidak dengan puan barumu, berbeda denganku.
Perihal rindu juga butuh waktu sabar, dan sedikit keraguan, ya ragu apakah aku
akan dirindukan sebaliknya? Atau akan di acuhkan kembali? Apakah aku harus rela
begitu saja agar rindu ini mati dengan sendirinya? Ku rasa tak ada hal sia-sia
dalam hal menunggu, semua orang punya waktu dan caranya masing-masing, kau
memang bukan bagian dariku lagi, tapi kau ingat tak ada yang mampu
memperlakukan rindu ini sepertiku, ntah kapan ku harap kau segera menyadarinya.
24/7 aku selalu mendambakan
kehadiran sosok jingga di langit sore, dengan kita yang berjarak 8.5km, di
ujung waktu kita menikmati hari bersama di tempat yang berbeda, semoga suatu
saat nanti, dengan izin maha kuasa di tempat yang sama dengan raut manis teduh
senyummu.
Kehilangan memang menyakitkan,
tapi percayalah itu adalah hadiah sengaja dari Tuhan agar kita bisa merasakan
pembelajaran dalam hidup atas rasa sakit yang diberikan, sebelum di pertemukan
oleh seseorang yang lebih baik darinya. Percayalah suatu saat nanti akan hadir
seseorang yang mampu membahagiakanmu, mencintaimu, dan menyayangimu dengan
tulus bahkan tak ada sedikit niatan darinya untuk melukaimu, memang tak mudah
tapi ini proses, mulai belajarlah untuk mengikhlaskan dia yang telah melukaimu,
jangan biarkan dirimu larut dalam lara, jangan sedih apa lagi menangisi dirinya
yang belum tentu dia peduli denganmu, mungkin tertawalah dia melihat kau
bersedih menangisi dirinya. Dia itu seperti bunga mawar, indah di pandang akan
tetapi jika kita mencoba pegang durinya cukup sakit menusuk dan membuat luka
yang meninggalkan bekas.
Terntukmu senjaku, ku harap kau
membaca ini. Sejujurnya aku ingin mengucapkan terima kasih dengan sangat besar
untukmu dan kata maaf. Aku membuat tulisan ini tak ada maksud apa-apa, aku
hanya ingin mengutarakan yang inginku sampaikan. Aku tau kau lelaki baik dan bertanggung
jawab, kau juga sangat humoris, adakalanya masa dimana kau membuatku jengkel
tapi ku bisa memakluminya, 100 hari diriku bersamamu, terima kasih untuk waktu
yang singkat namun cukup berarti. Maaf aku salah tidak pernah mengerti apa
maumu, maumu yang mau aku larang dan aku ingatkan untuk sholat 5 waktu setiap
harinya? Maumu aku yang bisa membuat hidup masa mudamu lebih berarti? Aku tak
tau kau terhasut oleh siapa, tapi apa kau lupa dengan hal-hal yang pernah aku
katakan padamu? Kemarilah sayang, mendekatlah sejenak kepelukanku, akan ku
ceritakan sedikit tentang bagaimana aku ke kamu, disini dan sekarang bukan
perihal siapa yang benar dan siapa yang salah, aku mengakui kecerobohanku
karena terlalu membebaskanmu, nyatanya kau salah menanggapi apa yang aku
maksud, tapi tak apa aku tak menyalahkanmu, semua sudah berlalu, aku ingin
bilang, aku tak ingin dan bahkan aku tidak ada niatan untuk menjerumuskanmu
untuk menjadi lebih buruk, tidak sama sekali, percayalah, bahkan aku berani bersumpah
demi semesta yang indah ini, tak ada niatan aku ingin membuatmu menjadi pribadi
yang buruk, tujuan pacarankan membuat yang buruk menjadi baik dan yang baik
menjadi lebih baik, aku membebaskanmu bukan berarti aku mengizinkanmu, jika kau
tau membunuh orang salah, apa kau masih lakukan? Jika aku membebaskan mu bukan
berarti aku mengizinkan untuk kau membunuh orang, jika aku izinkanpun kau tau
itu salah? Lalu kenapa kau masih lakukan? Balik lagi ke dirimu sendiri, kamu
sudah besar tau dan harusnya bisa memilah mana yang baik dan tidak, sekarang
kau sudah menemukan puan yang baru yang bisa membuatmu lebih bermakna dalam
hidup, yang bisa melarang-larangmu, yang selalu mengingatkanmu untuk sholat.
Karena kau senjaku, dia adalah
bulanmu dan aku fajarmu, kau telah berhasil menyudahi sinarku agar bisa
berjumpa dengannya, bagaimanapun aku berusaha aku tetap kalah dengan indahnya
sinar sang rembulan. Aku sadar aku hanyalah sebuah serpihan daun yang menemani
pohon disaat buah belum tumbuh ya kasarnya aku hanyalah sebuah pelarian dari
masa lalumu, tak apa aku mengerti. Sangat menyakitkan memang tapi tak ada yang
bisa di salahkan semua telah berubah begitu cepat sampai waktu tak sanggup
untuk berganti masa, aku hanyalah peran pengganti disaat tuan kehilangan peran
utama dan sedang mencari tokoh baru untuk peran utama, kehadiranku hanya
sebatas tamu saja, tak lebih. Sosok gadis lugu ini tak bisa menandingi sosok
masa lalunya, cinta yang fana. Terima kasih kau telah hadir menjadi sosok yang
menjadikan masa SMA ku cukup berarti, menjadikan ilusiku menjadi nyata namun
hampa, ya aku disini yang terkadang mengharapkan kemustahilan membawamu kembali
tapi sudahlah aku harus bisa merima kemustahilan itu. Jika kau baca, ingin ku
pastikan bahwa sekarang kau baik-baik saja? Jika iya, alhamdulillah dan jika
tidak, semoga ada hal-hal baik selalu tercurahkan untuk dirimu. Jika sebenarnya
berjodoh, ya kita berjodoh sebagai teman. Tolonglah berenti menjadi orang asing dalam diriku. Aku tau kau hanya
bergurau jika kau bilang tidak membenciku, setelah hal-hal yang telah aku
dengar selama ini tentangmu kepadaku. Tulisan ini hanya sebagian hal kecil yang
ku ingin ungkapkan padamu, masih banyak hal lainnya tapi tidak sekarang,
nyatanya yang kau harus tau, sejujurnya aku ingin menjadi orang yang berhasil
membuatmu lebih berarti, yang menemanimu dari 0 sampai sukses, aku ingin
menjadi orang pertama yang kau lihat di pagi hari, membuatkanmu sarapan,
membantumu dalam segala hal susah maupun senang, melihat keberhasilanmu, aku
ingin menjadi bagian kecil dari dirimu, selama beberapa tahun kedepan,
nyatanya? Mustahil karena ku sudah tak berarti bagimu.
Selasa, 10 April 2018 – Minggu,
10 Juni 2018
Teruntukmu di tunggu bagian
keduanya.