Sabtu, 11 September 2021

Makanan 7 Bulanan Khas Jambi

 

Rambutan Goreng Jambi

Bahan-bahan :


·         500 gr Kentang

·         250 gr Udang, dicincang

·         250 gr Bihun

·         20 btr Telur Puyuh

·         1 btr Telur Ayam, dikocok

·         2 btr Kuning Telur Ayam

·         3 siung Bawang Merah

·         5 siung Bawang Putih

·         Merica & Gula pasir secukupnya

·         Minyak goreng untuk menggoreng

Cara Membuat :

1.       Kentang dipotong-potong, lalu digoreng & dihaluskan.

2.       Bawang Merah & bawang putih ditumbuk hingga halus, kemudian campurkan dengan udang cincang dan sedikit merica

3.       Adonan kentang yang sudah dihaluskan, beri telur kocok & diaduk rata. Bagi menjadi 20 bagian.

4.       Tiap telur puyuh yang sudah direbus dibungkus dengan adonan kentang lalu dibulatkan.

5.       Celup kedalam putih telur dan digulingkan di atas bihun yang sudah diremas – remas.

6.       Panaskan minyak goreng, lalu goreng sampai kekuningan.

7.       Sajikan sebagai hangat bersama saus sambal.

 


Sop Tulang 

Bahan-bahan :

  • 1000 gram Iga Sapi, potong sesuai selera
  • 1500 ml Air
  • 2 ruas jari Jahe, geprek
  • 6 cm kayumanis
  • 5 butir kapulaga
  • 1 lembar daun salam
  • 1 batang sereh, ambil bagian putihnya, keprek
  • minyak untuk menumis secukupnya
  • 2 sdt garam
  • 1 sdt gula
  • 1/2 sdt Penyedap

Bumbu Halus :

  • 10 buah bawang merah
  • 10 siung bawang putih
  • 1 sdt lada butiran
  • 1/2 buah pala

Pelengkap :

  • irisan daun bawang
  • irisan daun seledri
  • bawang goreng

Cara membuat :

  1. Panaskan minyak goreng, tumis iga dengan bumbu halus sampai harum, sisihkan
  2. Panaskan air hingga mendidih, masukan iga sapi, jahe, kapulaga, kayu manis , daun salam dan daun sereh, garam, gula dan penyedap, rebus selama 1 jam
  3. masukan bumbu halus yang sudah ditumis keda;am rebusan iga.
  4. masak lagi hingga daging empuk dan iga bisa dilepaskan dari tulangnya
  5. sajikan selagi hangat bersama pelengkap.


Nasi Gemuk Jambi

Bahan :

  • 300 gr beras, cuci bersih
  • 500 ml santan dari ¼ butir kelapa
  • 1 lembar daun salam
  • 1 batang serai, memarkan
  • 1 sendok teh garam

Bahan Daging Masak Hitam :

·         500 gram daging sapi has dalam, dipotong-potong

·         100 gram kelapa, sangrai

·         1/4 sendok teh jintan

·         1/4 sendok teh adas manis

·         1 sendok teh ketumbar

·         2 cm kayu manis

·         1/4 sendok teh pala bubuk

·         1/4 sendok teh lada putih bubuk

·         1/2 sendok teh garam

·         5 sendok makan kecap manis

·         500 ml santan (dari 3/4 butir kelapa)


Bumbu Halus Daging Masak Hitam (digoreng dahulu):

·         8 butir bawang merah

·         3 siung bawang putih

·         4 butir kemiri, sangrai

·         2 cm jahe

·         1 batang serai, diambil putihnya

·         2 cm lengkuas

Bahan sambal terasi :

  • 8 buah cabe keriting, digoreng
  • 3 buah cabe rawit merah besar, digoreng
  • 2 buah cabe merah besar, digoreng
  • 2 sendok teh terasi, digoreng
  • 2 siung bawang putih, digoreng
  • ½ sendok teh garam

Bahan Telur Dadar :

  • 2 butir telur
  • ¼ sendok teh garam

Bahan Pelengkap :

  • 100 gr kerupuk kanji
  • 50 gr teri jengki ukuran sedang, diseduh dan digoreng
  • 3 buah telur rebus
  • 2 sendok makan bawang goreng

Cara Membuat :

1.       Nasi : rebus santan, daun salam, serai dan garam hingga mendidih. Masukkan beras dan masak hingga santan meresap.

  1. Kukus selama 45 menit dengan api sedang hingga matang.
  2. Daging Masak Hitam :
    a. Campur bumbu halus bersama kelapa sangrai, jintan, adas manis, ketumbar, kayu manis, pala bubuk, lada putih bubuk, dan garam sampai rata.
    b. Aduk campuran bumbu dan daging. Diamkan 20 menit.
    c. Masak daging berlumur bumbu di dalam panci. Tambahkan Kecap Manis Bango.

d. Aduk sampai daging terbalut kecap manis.
e. Tuangkan santan sedikit demi sedikit. Masak sampai daging matang dan kuah mengental.

  1. Sambal terasi : haluskan semua bahan sambal dengan cobek.
  2. Telur dadar : kocok lepas telur dan garam. Tuang diwajan yang telah dipanaskan setebal ½ cm, biarkan matang kemudian telur diiris-iris.
  3. Sajikan masakan nasi gemuk ini dengan daging masak hitam, telur dadar, telur rebus, sambal terasi, bawang goreng dan kerupuk kanji.


Kue Muso Jambi

Bahan-Bahan:

·         250 gram, tepung ketan

·         75 gram, tepung terigu

·         50 gram, coklat bubuk

·         50 gram, minyak sayur

·         1 sendok teh, garam halus

·         secukupnya, air suam-suam

·         500 ml, santan

·         50 ml, air pandan ditambah suji

·         2 butir, telur

·         100 gram, terigu

·         175 gram, gula pasir

·         1 sendok teh, garam halus

·         1 sendok teh, vanili

Langkah:

1.       Buat bahan kulit, campur tepung ketan, terigu, coklat bubuk, gula, minyak sayur, garam dan vanili tuang air suam-suam secukupnya, aduk sampai rata dan tidak lekat di tangan.

2.       Buat adonan isi, campur santan, air pandan, telur, terigu, gula, garam, vanili, aduk rata pake whisk.

3.       Olesi cetakan kue lumpang dengan minyak sayur.

4.       Panaskan kukusan.

5.       Ambil sedikit adonan kulit, cetak bahan kulit menyerupai mangkuk berlubang, tuang adonan isi, masukkan ke dalam kukusan, kukus 15 menit.

6.       Angkat lalu dinginkan, keluarkan dari cetakan, siap disajikan.

 


Jus Pinang

Bahan :

  • 5 buah pinang muda,ambil isinya saja
  • 2 butir telor ayam kampung,ambil kuning nya saja
  • 2 Sdm madu alam
  • Susu kental manis sesuai selera
  • Sirup sesuai selera
  • Air secukupnya

Cara Pembuatan :

  1. Masukkan buah pinang, dan dua butir kuning telur,madu dan air secukupnya
  2. Lalu blender sampai halus
  3. Setelah halus masukkan Jus pinang ke dalam gelas,dan masukkan susu kental manis dan sirup
  4. Jus pinang siap dihidangkan

 

Selasa, 21 Juli 2020

Skenario Elite Politik Yang Berperan Dalam Lengsernya Gus Dur



Skenario Elite Politik Yang Berperan Dalam Lengsernya Gus Dur


BAB I 
Pendahuluan

            Pada masa kepemimpinan kepresidenan Dr. K. H. Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur, lahir di Jombang, Jawa Timur pada tanggal 7 September tahun 1940. Gus Dur adalah Presiden ke 4 di Indonesia yang mengantikan posisi B.J. Habibie sebagai Presiden ke 3 Republik Indonesia. Hal ini, sesuai dengan hasil Pemilan Umum Presiden tahun 1999 dan di pilih oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat atau MPR. Masa kepresidenan Gus Dur di mulai sejak tanggal 20 Oktober 1999 hingga 23 Juli 2001. Gus Dur dan keluarganya adalah salah satu Tokoh Muslim di Indonesia yang sangat di pandang dan di hormati. Dan Gus Dur juga pernah menjabat sebagai ketua Tanfidziyah (badan eksekutif) Nahdlatul Ulama dan sebagai pendiri dari  Partai Kebangkitan Bangsa atau (PKB).

            Gus Dur juga di juluki sebagai Bapak Tionghoa Indonesia, karena pada masa saat pemerintahannya Gus Dur sangat mengayomi etnis Tionghoa. Gus Dur sendiri di kenal memiliki cara khusus untuk menyelesaikan masalah yang ada di Indonesia. Walaupun semasa Gus Dur memimpin terkenal dengan kontroversialnya, salah satunya mengatakan anggota MPR seperti anak TK dan pemisahan antara TNI dan Porli. Pada saat awal terpilihnya Gus Dur banyak berspekulasi bahwa Gus Dur adalah titik tengah atau jalan untuk meredam gejolak amukan massa Pendukung Megawati dan Habibie saat itu. Dan membuat sebuah Kabinet Persatuan Nasional yang bertujuan untuk menyatukan kekuatan yang untuk menyelamatkan bangsa dan negara ini.  Terkenal dengan sifat kontroversionalnya, di mulai dari kebiasaannya ke luar negeri sehingga menghabiskan anggaran yang di sediakan oleh negara, me re-shuffle kabinet. Namun dibalik itu semua, Gus Dur dikenal dengan tingginya sikap toleransinya dan berkeinginan kuat dalam menegakan hukum dalam mempertahankan kebebasan pers.

1.2 Rumusan Masalah
1. Apa yang di maksud dengan Kelompok Kepentingan?
2. Faktor apa yang menyebabkan lengsernya Gus Dur?
3. Siapa aktor di balik kelompok kepentingan yang menyebabkan lengsernya Gus Dur?

1.3  Tujuan Penulisan
1. Memahami arti atau definisi dari Kelompok Kepentingan.
2. Mengetahui faktor penyebab lengsernya Gus Dur.
3. Mengetahui siapa aktor atau kelompok kepentingan yang menyebabkan lengsernya Gus Dur.

BAB II 
Tinjauan Teori
1.           Gabriel A. Almond berpendapat bahwa kelompok kepentingan adalah semua organisasi yang berusaha buat mempengaruhi kebijaksanaan pemerintah dengan waktu yang berbeda yang memiliki kehendak untuk bisa memperoleh jabatan politik.
2.      Almond dan Powell (1980) dalam karya klasiknya membagi kelompok kepentingan menjadi empat jenis, yakni:Pertama, kelompok anomik, yang merupakan kelompok kepentingan yang bersifat spontan, terbatas, muncul seketika.
3.      Secara internal efektifitas kelompok kepentingan dalam mempengaruhi pemerintah juga ditentukan oleh; Kemampuan dalam mengerahkan dukungan, tenaga, dan sumberdaya anggota; juga luasnya sumberdaya yang dimiliki, seperti kemampuan finansial, jumlah anggota, kecakapan politik, kesatuan organisasi, prestise di mata masyarakat dan para pembuat keputusan pemerintahan (Almond 2000:60).

BAB III 
Analisa dan Pembahasan
            Dalam hal ini, penelitian dilakukan dengan menggunakan metode analisis isi atau pembahasan, yaitu semua data yang terkumpul, diklasifikasikan dan dianalisis sesuai dengan subjek pembahasan objek. Lalu, selanjutnya dilakukan telaah mendalam atas karya-karya yang memuat objek penelitian dengan menggunakan analisis yang telah penulis sebutkan, yaitu suatu tekhnik sistematik untuk menganalisis isi pesan dan mengolahnya dengan tujuan menangkap pesan yang tersirat dari satu atau beberapa pernyataan (Noeng Muhadjir, 1993: 76-77). Analisa di lakukan dengan mengumpulkan sumber-sumber pusat informasi yang digunakan untuk mencari data tentang objek yang sedang di bahas. Analisa berasal dari sumber seperti buku, internet, jurnal, ataupun makalah yang berhubungan dengan materi yang sedang di bahas.


PEMBAHASAN
            Kelompok kepentingan sering di kenal juga dengan pressure group. Kelompok kepentingan untuk beberapa masyarakat sering di artikan dengan konotasi negatif. Padahal kelompok kepentingan sendiri sama artinya dengan sekelompok atau sekumpulan orang yang memiliki tujuannya yang sama. Umumnya, hal ini terjadi karena Indonesia menganut sistem demokratis yang dimana sama saja dengan memberikan banyak ruang dalam sistem bernegara. Pada zaman Orde Baru kelompok kepentingan tidak memiliki kebebasan di karenakan pada masa itu para pejabat di pemerintahan Indonesia sangat bisa menguasai politik.

            Pada zaman era Reformasi jutru berbeda, kehidupan politik berkembang dengan cepat dan bebas, sehingga dari berbagai kalanganpun dapat berperan dan berpartisipasi dalam sistem pemerintahan di Indonesia, dan masyarakatpun tidak lagi pasif. Pada pembahasan kali ini saya akan membahas dari Golongan Penekanan, yaitu golongan politik yang di gunakan masyarakat untuk mengutarakan pendapatnya dan memiliki peran untuk mengubah kebijakan sebuah pemerintahan di suatu negara.  Perlu diketahui juga bahwa golongan penekan ini biasanya  memiliki dampak yang lebih besar dari pada partai politik. 

            Di dalam dunia politik khususnya di Indonesia, kita akan mengenal istilah Tidak ada teman sejati, tidak ada musuh yang abadi, hanya kepen­tinganlah yang abadi”. Istilah ini jelas terbutkti validasinya, tanpa menyinggung pihak manapun, namun banyak para politisi di negara kita yang telah melakukan itu. Isitilah ini diisebut juga dengan, Oposisi dan Koalisi. Bahkan politik sendiri selalu di kaitkan atau identik dengan kekuasaan. Dalam kasus ini, ada sebuah fakta menarik dan di bungkus dengan apik melalui buku yang berjudul, Menjerat Gus Dur. Dalam buku ini di jelaskan apa, bagaimana, kenapa, dan siapa pihak yang dengan sengaja mengkudeta Gus Dur. Kira-kira siapakah dalang di balik kelompok kepentingan ini dan apa yang sebenarnya terjadi? Lalu kenapa ada pihak yang menginginkan Gus Dur lengser sebagai Presiden Indonesia? Walaupun sempat menjadi sebuah teka-teki yang pada akhirnya terbongkar siapa dalang di balik pelengseran Gus Dur tersebut.  Seperti sudah menjadi bad habit dalam sistem perpolitikan di Indonesia, sekiranya masih banyak tugas yang menjadi realitas yang disem­bu­nyikan dari kha­layak ra­mai, sehingga masyarakat di ibaratkan hidup di dalam dunia sinetron yang penuh dengan drama dan sandiwara.

            Dalam buku yang saya sebutkan, di peroleh informasi tentang di dapatkannya sebuah dokumen rahasia tentang Semut Merah atau Semer yang diduga sebagai alat untuk mengkudeta Gus Dur pada saat itu. Dugaan ini di perkuat dalam dokumen Semer dan di dalam dokumen tersebut terdapat beberapa nama elite politik, seperti politisi Partai Amanat Nasional (PAN) dan Ketua Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) yang saat itu adalah, Fuad Bawazier, dan kepada Ketua Umum Partai Golkar dan Ketua DPR RI, Akbar Tandjung, yang juga bagian dari alumni HMI. Dokumen tersebut berisi sebuah notulensi rapat elite politik Partai Golkar dan sejumlah pihak di rumah Arifin Panigoro pada 22 Juni  tahun 2000. Notulensi sebanyak 9 lembar itu tertanggal 3 Juli tahun 2000 yang ditandatangani oleh Priyo Budi Santoso. Lalu terdapat sebuah surat bercap confidential berjumlah 3 lembar yang ditulis oleh  Fuad Bawazier kepada Ketua Umum Golkar, yaitu Akbar Tandjung tertanggal 29 Januari 2001.  (Suara : 2020)
         
    Terdapat sebuah fakta unik perihal surat yang di lampirkan kepada Ketua Umum Partai Golkar yang saat itu di pimpin oleh, Akbar Tanjung adalah dalam kop surat tertera bahwa keterangan waktu, yaitu tanggal 16 Januari 2001 pukul 22.43 WIB. Sedangkan pada bagian akhir surat, persis di atas nama Fuad Bawazier, tertera tanggal 29 Januari 2001 atau dua hari sebelum Memorandum I oleh DPR untuk Gus Dur.

          “Tugas yang diberikan kepada Fuad Bawazier berkaitan dengan penggalangan opini, dukungan masyarakat luas, mahasiswa, media, ormas, pengusaha, cendekiawan, preman, kelompok kanan, serta masyarakat lainnya di seluruh Indonesia, dalam rangka penjatuhan kredibilitas Presiden Abdurrahman Wahid melalui kasus Buloggate dan Bruneigate yang telah berjalan sesuai rencana,” (Menjerat Gus Dur, 2019: 151). Kekuatan dan efek dari operasi tahap pertama ini, menurut pandangan Fuad sudah harus ditingkatkan kepada pelaksanaan operasi skenario kedua, yaitu : memaksa Gus Dur mundur dan mendorong Megawati Soekarnoputri menjadi presiden, yang akan bisa kendalikan dan pada akhirnya akan kita singkirkan juga.” terdapat 7 laporan garis besar dan sejumlah rekomendasi hasil pelaksaan skenario pertama (Menjerat Gus Dur, 2019: 152-153). 

Pertama, BEM PTN dan PTS seluruh Indonesia yang telah dikoordinasi serta kelompok kanan , ormas Islam untuk mengepung Senayan dalam menekan DPR agar menerima kerja pansus yang menyatakan Gus Dur telah menyalahgunakan kekuasaan.
Kedua, saat sidang paripurna digelar, mahasiswa akan bergabung dengan massa pemuda Partai Keadilan dan sejumlah ormas lainnya.
Ketiga, memperoleh dukungan dari sejumlah orang yang mempengaruhi beberapa kantong 
massa PDIP untuk melakukan demonstrasi menyikat Gus Dur di sidang parlemen.
Keempat, melakukan aksi borong dollar di pasar vaulta asing untuk menjatuhkan nilai tukar rupiah.
Kelima, kerja media massa yang bertugas mem-blow up secara kolosal dan provokatif semua pemberitaan berkaitan dengan tuntutan mundur terhadap Gus Dur.
Keenam, penggiringan opini publik oleh para tokoh dan cendekiawan atas kegagalan pemerintahan Gus Dur lewat tulisan di media massa.
Ketujuh, tugas saudara Dien Syamsuddin untuk mengendalikan MUI lewat kasus Ajinomoto telah berhasil memaksa para ulama dan tokoh agama mencabut dukungannya kepada presiden.

Beberapa pihak yang terkordinir dalam kudeta Gus Dur
1.      Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi swasta se-Indonesia yang dikoordinir via sekretariat Badan Koordinasi HMI Jakarta di Jalan Cilosari 17 Cikini dan Sekretariat Pengurus Besar (PB) HMI di Jalan Diponegoro 16 Menteng, keduanya di Jakarta Pusat. Kemudian ormas Islam di Masjid Sunda Kelapa, Masjid Istiqlal (keduanya Jakarta Pusat), dan Masjid Al-Azhar (Jakarta Selatan). Massa ini diorganisir oleh Ketua PB HMI 1999-2001 oleh  M. Fakhrudin.
2.      Massa Pemuda Partai Keadilan yang diorganisir Hidayat Nur Wahid.
3.      Massa Gerakan Pemuda Ka’bah yang diorganisir Ali Marwan Hanan.
4.      Massa Partai Bulan Bintang yang diorganisir Hamdan Zoelva.
5.      Massa Partai Amanat Nasional yang diorganisir Patrialis Akbar.
6.      Massa rakyat dan preman yang diorganisir Japto Soerjosoemarno, Ketua Pemuda Pancasila.
7.      Massa KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia), AHPI, BM PAN (Barisan Muda Partai Amanat Nasional), HAMMAS, dan IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah) yang dikoordinir ketua umum masing-masing.
8.      Mendapatkan dukungan dari Zoelvan Lindan dan Julius Usman yang telah mampu mempengaruhi beberapa kantong massa PDIP untuk bergabung melakukan demonstrasi menyikat Gus Dur di Sidang Parlemen.
9.      Bendahara Umum Golkar, didukung oleh Bambang Tri Atmojo (Bambang Trihatmodjo), Lim Sioe Liong (Sudono Salim), dan Arifin Panigoro yang memborong dollar untuk menjatuhkan nilai tukar rupiah.
10.  Parni Hadi dan Surya Paloh yang mengoordinir media massa cetak dan elektronik untuk “mem-blow up secara kolosal dan provokatif semua pemberitaan berkaitan dengan tuntutan mundur terhadap Abdurrahman Wahid”.
11.  Azyumardi Azra, Dr. Syahrir (Sjahrir), dan rekan-rekan KAHMI (Korps Alumni HMI) sebagai kalangan cendekiawan yang menggiring opini publik bahwa Gus Dur gagal mengemban amanat Reformasi.
12.  Din Syamsuddin lewat MUI, memakai kasus Ajinomoto untuk memaksa ulama dan tokoh agama mencabut dukungan kepada Gus Dur.
13.  Dan puncaknya, “Dengan posisi Wakil Presiden, Mas Amien bisa bermain lincah untuk melakukan penggembosan dari dalam lewat isu ketidakbecusan Megawati dalam mengatasi krisis ekonomi.

            Menurut dari beberapa sumber, ada sejumlah fakta lain bahwa Gus Dur di jatuhkan oleh pengusungnya sendiri karena Gus Dur di anggap tidak bisa diajak berkerjasama. Misalnya, Gus Dur menolak orang PAN atas usulan Amien Rais untuk menjadi menteri keuangan dan orang itu sendiri adalah Fuad Bawazier. Menurut Ketua PB HMI yang disebut dalam surat itu, M. Fakhruddin, mengaku memang sebelumnya sering terjadi sejumlah rapat penjatuhan Gus Dur di rumah Arifin Panigoro, dan Fakhruddin juga ikut terlibat dalam sejumlah rapat tersebut. Dan adanya konflik internal PKB yang bermula ketika Mantoni Abdul Jalil yang saat itu menjabat sebagai ketua PKB, menghadiri rapat SI MPR yang saat itu bertujuan untuk mengkudeta Gus Dur. Hal ini menunjukkan bahwa partai politik tidak dapat menjadi tolak ukur seberapa kuatnya seorang Presiden di parle­men, kekua­tan parlemen yang begitu dominan saja mampu meleng­serkan Gus Dur dari kursi orang nomor satu di Indo­nesia. DPR kerap kali mere­potkan pemerintah dan pada akhirnya Gus Dur menda­patkan impeachment, padahal pada saat itu mayoritas partai di parlemen juga berada pada kubu pemerintah. Dan patut kita yakini bahwa, “Tidak ada Oposisi permanen, tidak ada Koalisi yang Konsisten, yang ada hanya Koalisi Kepen­tingan”.

            Pada saat itu tindakan yang dilakukan kepada Gus Dur adalah benar-benar merupakan kudeta yang dilakukan parlemen. Banyak kepentingan elite politik mengupayakan segala cara untuk melengserkan  Gus Dur. Gus Dur dianggap memiliki sikap yang bertolak belakang dengan tokoh-tokoh kepentingan tersebut, seperti Gus Dur tidak bisa diajak kompromi atau kongkalikong, Gus Dur tidak setuju jika negara Indonesia dikuasai atau dipimpin dengan kelompok yang koruptif yang tidak bisa berpihak kepada rakyat, yang hanya menjadikan rakyat seperti boneka atau kambing hitam saja dalam melaksanakan aksi untuk menguasai tujuan kepentingan kelompoknya. Dan pemicu lain dari pelengseran Gus Dur adalah ketika Gus Dur ingin mengganti Kapolri, yang saat itu DPR dan MPR beranggapan, kalau mau ganti Kapolri ya harus ikuti kami, kalau tidak ya dimakzulkan saja.

          Pada sebuah tayangan acara di televisi, pada tanggal 15 November tahun 2007, Gus Dur berkata bahwa pelengserannya itu dilakukan secara politis dan dengan menghalalkan segala cara. “Saya dilengserkan secara politis. Secara hukum belum pernah dibuktikan saya bersalah,” ujarnya. “Mereka melengserkan saya dengan segala cara, hukum nggak hukum. Lalu ,Gus Dur dilengserkan setelah kurang lebih 20 bulan menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia. Melalui Sidang Istimewa MPR yang saat itu dipimpin oleh Ketua MPR Amien Rais pada tanggal 23 Juli 2001. Sidang tersebut tidak dihadiri oleh Gus Dur, namun sidang tetap berjalan dan hasil dari sidang tersebut adalah melantik Wakil Presiden Megawati Soekarnoputri sebagai presiden kelima Indonesia. 

KESIMPULAN
            Menurut saya, Gus Dur adalah seorang yang progresif, revolusioner dan teguh dalam pendirian. Pada masa kepemimpinannya Gus Dur berhasil dalam membangun sistem demokrasi di Indonesia, walaupun hanya menjabat sekitar 20 bulan. Sikap toleransi yang Gus Dur sebarkan adalah salah satu sisi positifnya, dimana Gus Dur tidak pernah membedakan apa agamamu, apa etnismu, dan darimana kamu berasal.

            Ketika Gus Dur dipilih sebagai Presiden mereka beranggapan mudahnya menytir Gus Dur, namun anggapan mereka salah besar, Gus Dur sendiri mempunyai pendoman, dan visi misi kehidupan. Dan dari hal itulah yang membuat sulitnya kongkalikong dengan Gus Dur. Dan setelah 18 tahun Gus Dur di kudeta dengan cara seolah-olah konstitusional, pemain dan bagian dari kelompok kepentingan hari ini masih sama. Ini membuktikan betapa kuatnya kekuatan oligarki Orde Baru mencengkram. Gus Dur membuktikan bahwa politik tanpa kompromi dengan niat yang tulus membersihkan ‘penyakit’ oligarki Orde Baru sebenarnya mungkin saja terjadii. Beberapa syaratnya adalah kemauan, kesiapan, dan keberanian. Gus Dur memiliki itu, hanya saja Gus Dur kekurangan salah satu syarat yakni konsolidasi kekuatan baru belum terbentuk dengan baik dan kuat.

            Mengubah Orde Baru bukan hanya manusianya, melainkan juga cara pikir dan pola perilaku yang tidak demokratis. Banyak kekuatan elite politik sekarang yang menyepelakan tanggung jawabnya terhadap rakyat. Yang mereka pikirkan hanyalah tentang kepentingan pribadi dan ke­lom­­pok mereka yang utama. Ya, namanya saja koalisi kepentingan, yang hanya selalu menjual nama rakyat demi kepentingan pribadi dan ke­lom­pok. 

Etnis Tionghoa Pasca Orde Baru dan Politik Identitasnya

Etnis Tionghoa Pasca Orde Baru dan Politik Identitasnya             Etnisitas adalah sekelompok manusia yang memiliki kesamaan latar b...